
Kediaman Kyle.
Pukul 19.00 Semua berkumpul diruang keluarga kecuali Selia.
"Nenek, tadi waktu di Mall Arsen bertemu sama sesorang Nek"
"Bertemu siapa sayang?"
"Adik kecil yang lucu Nek, tapi sepertinya sih seumran denganku Nek. Tapi..dia memanggilku kakak ganteng"
"Oh ya, cucu Nenek kan memang ganteng"
Robin dan Albi hanya mendengarkan Arsen bercerita.
"Terus Nek, Dia bilang Mallnya itu milik dia. Dia menggemaskan sekali, kalau Arsen punya adek yang menggemaskan seperti dia pasti seru ya Nek"
Deg*
"Haa..hha, Iya sayang" Abel tertawa kaku.
Albi yang mendengar ucapan Arsan membuatnya teringat kepada Aleeza.
"Sudah, ini sudah malam. Arsen tidur gih sayang, besok kan harus kesekolah"
"Iya Nenek, Arsen kekamar dulu ya"
"Iya sayang"
"Selamat malam Papa, Nenek, Opa"
"Iya sayang selamat malam, Cup "Ucap ucap Albi sambil mengecup kening Ares.
Arsen juga mendapatkan kecupan dari sang nenek dan Opanya.
Dikediaman Ardana.
Aleeza tengah mewawancarai sanga kakak.
Dikamar Kai.
"Kak, jujur saja sama Aleeza. Siapa anak laki-laki yang tadi berbicara dengan Nala? Wajah kakak sangat pucat saat melihatnya."
"Huuft" Kai menghela napas
"Anak itu namanya Arsenio. Tepatnya Arsenio Kyle cucu keluarga Kyle anak Selia"Jelas Kai
"Anak Selia, Jadi mereka akhirnya sudah sudah menikah ya Kak" Ucap Aleeza dengan suara ketir dan raut wajah yang sendu.
"Sepertinya Aleeza masih menyukain laki-laki bangsat itu"Batin Kai.
"Albi tidak menikah dengan ular itu. Keluarga Kyle hanya mengakui Arsen tapi tidak dengan Ular itu"Jelas Kai
"Maksut Kakak??"
"Iya Albi tidak menikahi Selia. Keluarganya juga tidak mengakuinya. Hanya Arsen yang mereka anggap dan hanya Arsen yang tinggal dimansion keluarga Kyle. Untuk Selia dia tinggal di Aparteman Albia, Selia bukan ibu yang baik Al. Dia sangat dingin dengan Arsen, bahkan dia tidak mau menyusui Arsen jika tidak ada Albi. Pokoknya kehidupan Arsen benar - benar menyedihkan dia tidak beruntung memiliki ibu seperti Selia" Ucap Kai dengan wajah yang serius dan suara yang sedikit lirih.
Aleeza merasa kasihan dengan Arsen, walaupun Selia banyak membuat hidup Aleeza menderita. Tapi dia tau jika Arsen tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang dilakukan Selia terhadapnya dan anak - anaknya. Ada rasa iba dihatinya.
"Kasihan sekali dia kak"
"Buat apa kamu mengasihaninya Al, kehidupan twins juga tidak kalah menderitanya dari dia" Jawab Kai.
"Sudahlah, kak. Arsen tidak bersalah kenapa aku tidak boleh mengasihaninya? Aku balik kekamar dulu. besok masih harus menemani Twins kesekola"Ucapa Aleeza sambil berjalan keluar kamar Kai.
...****************...
Keesokan harinya.
"Nathan, Nala apa kalian sudah siap pergi kesekolah?"Tanya Kaif.
"Siap dong Om Kaif" Ucap Nala.
"Mama, jadi kan nganterin kita?"Tanya Nathan
"Jadi, sayang."
"Belajar yang rajin yang ya. Ingat Jangan sampai bertengakar disekolah"Ucap Kakek Rama.
__ADS_1
"Iya Kek"Jawab Twins kompak.
"Ya sudah, ayo!! Berangkat sayang"
"Iya Mama"jawab Twins
Selesai bermapitan dengan sang Opa dan Omnya merekapun segerah mesuk kedalam mobil.
Hari ini Kaif yang mengantar mereka dengan ditemani sang mama.
Sesampai diSekolah
"Waahh!! Om ini sekolahnya Nala Om?"
"Iya, Suka tidak?"Tanya Kaif
"Sangat suka Om, besar sekali ya Kak"
"Hmm"Ucap Nathan tanpa ekspresi
"Ayo!! kita turun sayang"
"Iya mama"
"Om berangkat kekantor ya, Jangan nakal!!"
"Iya Om" Jawab Twins
"Taaataa, Om gantengnya Nala"Ucap Nala dengan senyum manisnya.
Kaif pun melambaikan tangannya dari dalam mobil sambil tersenyum kepada kedua keponakannya itu.
Aleeza mengantar Nathan dan Nala kekelasnya.
Tapi sebelum itu Aleeza harus keruangan Kepala sekolahok..tok..tok
"Masuk"
"Selamat pagi Bu. Lusi"Ucap Aleez ramah.
Aleeza pun duduk disofa diikuti dengan Twins.
"Terima kasih bu"
"Ayo, sayang beri salam sama Bu.Lusi"
Twins pun berdiri dari duduknya
"Selamat pagi, Bu. Lusi"Ucapa Twins sambil membungkuk.
Merekapun duduk kembali.
"Selamat pagi sayang, oh ya anak yang cantik dan tampan ini namanya siapa ya?"Tanya Bu. Lusi dengan senyum ramahnya.
"Nama saya Nala Ardania, Bu. guru bisa panggil saya Nala."Jawab Nala dangan wajah yang menggemaskan.
"Nama saya Nathan Ardan" Jawab Nathan dengan datar.
"Kakak kok jawabnya begitu, harus senyum dong kak. Seperti Nala." Ucap Nala.
Bu.Lusi yang mendengar ucapan Nala membuatnya harus menahan tawa.
"Oh jadi nama anak cantik ini Nala dan yang tampan Nathan, nama yang bagus. Sesuai dengan kelian cantik dan tampan"Ucap Bu. Lusi
"Terima kasih Bu.Lusi juga cantik"Jawab Nala
"Ha..ha..ha
"Anak-Anak Nyonya sangat menggemaskan sekali"
"Terima kasih Bu, Saya titip Twins selama disekolah ya Bu. Lusi. Terutama Nathan Bu, Dia lebih pendiam dan dingin anaknya dan juga sulit untuk bergaul"Jelas Aleeza
"Iya, Nyonya jangan khawatir, setelah nanti berinteraksi dengan teman sebayanya pasti Nathan perlahan-lahan akan ada perubahan Nyonya."Ucap Bu.Lusi
"Jika ada apa - apa langsung hubungi saya, ini kartu nama saya bu"Ucap Alisa sambil memberikan kartu namanya.
__ADS_1
"Iya, Nyonya Aleeza"
"Oh ya, Ayo!! Sayang kita kekelas kalian. Pasti kalian akan betah bersekolah disini"
Aleeza dan Twins mengikuti Bu. Lusi.
Tak lama kemudia mereka pun telah sampai didepan kelas.
Tok..tok...tok
Ceklek.
Seorang perempuan cantik keluar dari dalam kelas.
"Ibu Kepala sekolah"
"Mis. Erina, Saya membawa 2 anak pindahan. Mereka kembar cucu dari keluarga Ardana. Ini Nyonya Aleeza mamanya Twins."
Mis. Erina memberi senyum kepada Aleeza dan Aleeza pun membalas senyuaman Mis. Erina.
Twis sedari tadi berdiri disamping sang mama.
"Sayang, kemarilah.."Ucap Mis. Erina.
"Tidak apa-apa sayang, ikut Mis Erina ya"Ucap Aleeza
"Terus Mama bagaimana?" Tanya Nala
"Nanti mama akan jemput kalian saat sudah waktunya pulang sekolah."
"Iya mama" Jawab Nala. yang merasa cemas karena mau ditinggal sama sang mama.
"Tidak apa-apa Nala, kan sama kakak"Ucap Nathan.
"Ya ampun, sumpah mereka cute banget. Boleh bawa pulang gak sih?"Batin Erina.
"Iya Kakak"
Aleeza bisa merasakan kecemasan sang anak. Sebelum Nala dan Nathan masuk kekelas, Aleeza memeluk keduanya.
"Anak mama kan pintar, jadi tidak boleh takut ya. Dengerin apa kata Mis. Erina ya sayangku."Ucap Aleeza lembut
"Iya Mama"Jawab twins
Cup..Cup Aleeza mengecup kening Twins secara bergantian.
Setelah memastikan anaknya masuk kekelas Aleeza pun pergi.
...****************...
Sekarang Twins sudah berada didalam kelas.
"Anak-anak, Sekarang kita punya teman baru lo, terus teman baru kita adalah Anak kembar. Mis Erina mohon perhatian sebentar ya, setelah ini kita bisa melanjutkan lagi permainnanya" Ucap Mis Elina.
"Baik!!Mis Elina"Ucap para anak-anak dengan kompak.
"Ayo, Sayang perkenalan dulu ya, sama teman-temanya, biar kita saling kenal."
"Hallo, teman-teman. Nama saya Nala Ardania, kalian bisa memanggil aku Nala"Ucap Nala dengan senyum canggungnya
"Haii...Nala"Sapa semua teman sekelasnya.
Setelah Nala kini waktunya Nathan yang memperkenalkan dir.
Nama saya Nathan Ardan. Kalian bisa memanggil saya Nathan.
"Hai Nathan"Sapa semua teman sekelasnya.
"Nah, Anak-anak kita semu sudah berkenalan dengan Nala dan Nathan. Jadi kalian harus berteman baik dengan Nala dan Nathan ya. Jangan bertengkar dan harus saling membantu"Ucap Mis Elina
"Baik mis Elina" Jawan anak-anak serentak.
"Ternya mereka juga bersekolah disini, bagua dong aku bisa setiapa hari bertemu dengan Nala"Batin Arsen
__ADS_1
"Nathan dan Nala bisa duduk dikursi yang kosong itu"Ucap Mis. Erina sambil menunjuk bangku kosong yang didekat jendela.
"Baik Mis"Ucap Twins kompak.