
Hampir 2 minggu Albian dirawat dirumah sakit. 2 minggu pula Aleeza tidak pulang kemansion dan menitipkan twins kepada Kaif. Karena Nala hanya mau tinggal dengan Kaif, dan selama tinggal bersama Kaif, Lani lah yang menemani Twins.
Pukul 22.00 malam
Lani sudah tertidur bersama Nala dan Nathan.
Ceklek..
Kaif membuka pintu kamar twins. Lalu dia duduk disamaping Lani yang memeluk Nala.
"Cantik..." Kata pertama yang Kaif ucapkan disaat dia memandangi Lani dan mengelus wajah cantinya...
Cup..Cup...Cup.
Kaif mencium Lani dan Twins secara bergantian. Lalu memberkan selimutnya.
Setelah memastikan Lani dan Twins terlelap. Kaifpun keluar dari kamar itu dan masuk kedalam kamarnya.
Saat Kaif sudah pergi, Tiba-tiba Lani membuka matanya. Wajahnya merah merona.
"Astaga..!! Dia muji gw cantik, pakek nyium kening gw lagi." Ucap Lani sambil mengipas-ngipas wajahnya yang terasa panas. Dan jantungnya berdebar-debar sangat kencang.
"Ada apa dengan jantungku ini, kenapa seperti ingin melompat keluar?" Perasaan Lani benar-benar dibuat tak karuan oleh sikap lembut Kaif.
...****************...
Sedangkan dirumah sakit tempat Albian dirawat.
"Aleeza.."Panggilnya dengan pelan dan lembut.
"Ehmmm, ada apa..?" Jawab Aleeza yang juga pelan karena memang sudah malam.
"Kita pulang kerumah kita sendiri ya..?" Ucap Albian.
"Hmmm..Rumah kita..?"Aleeza tampak bingung dengan ucapan Albian.
"Aku sudah membeli rumah untuk kita tinggali saat kita sudah memiliki anak. Jadi aku ingin kita menempatinya. Apa kamu tidak keberatan..?"Tanya Albian yang menatap wajah Aleeza.
"Tidak kok, aku menghormati setiap keputusanmu. Bagaimanapun kamu imamku." Jawab Aleeza.
"Aku mencintaimu Aleeza."Ucap Albian yang semakin mendekatkan wajahnya dengan Aleeza.
Aleeza hanya terdiam menatap wajah tampan sang suami.
"Aku benar-benar kalah dengan wajah tampan ini lagi" Batin Aleeza.
CUP...
Sebuah kecupan mendarat dibibir Aleeza. Sebuah ciuman lembut yang perlahan lahan berubah menjadi lumtn dan hispn.
Aleeza terkejut dengan ciuman Albian yang yang semakin dalam. Aleeza hanya terdiam tidak menolak ataupun membalasnya.
Sedangkan Albian melm4t bbir Aleeza atas dan bawah secara bergantian.
Aleeza yang tadi hanya terdiam kini membalas ciuman Albian. Membuat Albian senang, akhirnya Aleeza menyambut c*umannya.
Cukup lama mereka berciuman, Nafaspun mulai terengah-engah.
Tatapan mata Albian mulai sayu. Begitu pula Aleeza.
"Sayang, apa aku boleh menyentuhmu..?" Tanya Albian yang suaranya mulai berat.
Aleeza hanya terdiam mendengar pertanyaan Albian.
Lalu dia menganggukkan kepala dengan pelan.
Albian pun tersenyum lebar.
"Benarkah, Aleeza...?"
"Tapi tidak disini Bi, ini rumah sakit. Jika ada yang mendengarnya gimana..? Dan kamu juga masih sakit."Ucap Aleeza.
"Aku maunya sekarang Al, aku sudah sembuh. Besok pasti udah pulang."Ucap Albian
"Ya tunggu besok saja.."Ucap Aleeza .
"Tidak aku maunya sekarang, pokoknya sekarang. Aku menahan ini udah bertahun-tahun tau."Ucap Albian yang sudah tidak bisa menahan hasrtnya.
"Gak usah lebay, kau pasti pernah melampiaskan kepada wanita lain atau mantanmu itu." Ucap Aleeza yang tak lagi menatap Albian.
"Enggak!! Aku benar-benar berpuasa sayang. Sumpah..!! Adikku mati didepan wanita lain. Walau pun bangun hanya waktu dipagi hari, dan aku cuma bisa melakukannya dengan sabun." Ucap Albian terus terang tanpa ada rasa canggung ataupun rasa malu.
Aleeza yang mendengarnya benar-benar dibuat malu sendiri.
"Kau ini benar-benar tidak tau malu ya Bi, bicara sevlgar ini dengan santainya." Ucap Aleeza.
"Kenapa harus malu, Jika sama istri sendiri. Kamu juga udah pernah melihat tubhku. Begitu pula dengan ku yang udah melihat tu-" Ucap Albian yang terputus karena Aleeza membungkam mulut Albia dengan tangannya.
"Jangan teruskan lagi Bi." Ucap Aleeza sambil menatap mata Albian.
Albian yang terhipnotis dengan mata indah sang istri. Dia malah menjl4t tangan Aleeza yang yang menutup mulutnya.
Sontak membuat Aleeza tekejut dan wajahnya memerah dan dengan cepat dia menarik tanganya.
__ADS_1
"Kau gila Albian.." Ucap Aleeza.
Albian pun menarik tengkuk Aleeza dan menekannya.
Cup....
Albian menarik tangan Aleeza agar menyntuh milknya yang sudah tgak dibawah sana.
Dan itu membuat Aleeza berontak karena terkejut.
"Sentulah, Al dia merindukan sentuhanmu." Bisik Albian ditelinga Aleeza. Dan dengan cepat Albian melesatkan ciumanya kepada Aleeza yang menjadi can*du untuknya.
Mmphh......
"Albian.. Hen..tin...kan.." Ucapa Aleeza yang merasa tubuhnya seperti tersengat listrik.
Namun Albian tidak mendengarkan ucapan Aleeza. Dia masih asik dengan kegiatannya.
"Aaaaahh.......Bi..."
Albian yang meliihat wajah Aleeza memerah dengan tatapa sayu dan suara merdunya membuat Albian semakin menggila.
Bib*r Aleeza berkata tidak, tapi tbuhnya berkata lain.
Tangan Albian sudah menjljah tubh muls Aleza. Semakin keatas tangannya sudah menyentuh area pribadi itu. Mengls nya dengan lembut.
Tidak butuh waktu lama, Kini sudah terpampang nyata didepan matanya mlik Aleeza yang membuatnya mati selama 5 tahun.
Dengan cepat Albian mengcupnya.
CupV.
Dan itu membuat Aleeza semakin bergejolak, seakan ingin meledak.
"Aaahh.....Hentikan Bi.. Jangan menyiksaku."
Albian masih asik menikmati hidangannya dan tangannya juga masih bermain diatas.
AAAAAAAHHH....
Aleeza pun akhirnya mengalami pelp4sn pertaman.
Dan terlihat jelas mliknya sudah terbangn dibawah sana.
Aleeza yang melihatnya sampai harus menelan Slvannya.
Glek.
"Kenapa itu makin bs4r dan pn4jng..?" Batin Aleeza.
"Aahh....Bi...."
Aleeza pun merasakan hal yang sama.
Albian yang sudah tidak bisa lagi menahan dan kini sang adk bermain dibawah sana.
JLEEEBBH...
Aahh...
"Ini terasa pe..nuh Bi, dan perih....."
"Ya sayang, karena kamu sudah lama tidak melakukannya. Sebentar lagi juga
Dan sampai akhirnya mereka mengalami pelp4sn bersamaan.
"Aaah...."
Haah...haaah..
Nafas Albian terengah-engah,dia mulai meny_sapi tubh Aleeza kembali. Seperti belum puas dia melakukannya lagi dan lagi.
...****************...
Keesokan harinya.
"Selamat pagi mama..papa.." sapa Nala yang baru saja datang bersama Kaif.
"Pagi sayang nya mama..." Ucap Aleeza sambil memberikan kecupan kepada Nala dan Nathan.
"Pagi kesayangnya papa.." Albi pun mengangkat tubuh putrinya kedalam pangkuannya.
"Kakak Nathan diduduk sini." Aja Nala.
Tanpa menjawab Nathan sudah ada disamping Nala.
"Terima kasih ya Kak, udah jagain twins."Ucap Aleeza kepada Kaif.
"Kakak udah bilang tidak kata terima kasih sayang, ini sudah kewajiban kakak menjaga kailan.", Ucap Kaif tulus.
"Kakak berangkat kekantor dulu ya.", Pamit Kaif kepada Aleeza.
Cup..cup..
__ADS_1
Kaif pun mengecup kening Aleeza dan Nala. Dna mengelus kepala Nathan. Kaif tidak mengecup keningnya Nathan karena dia tau jika Nathan tidak suka jika dia dicium. Selain mamanya yang lainnya tidak boleh, bahkan Albian saja Nathan tidak mau.
Setelah Kaif keluar, kini tinggalah Aleeza, Albian, Nathan dan Nala.
"Mama ....." Panggil Nala.
"Iya sayang..."Jawab Aleeza dengan senyum
"Leher mama kenapa merah-merah begitu ..? 1, 2., 3, 4.."Ucapa Nala seraya menghitung jejak yang dtinggalin sama Albian.
"Stop sayang, ini tidak apa-apa kok. Hanya digigit nyamuk saja." Ucap Aleeza sambil menggenggam tanga mungil Nala yang menunjuk leher Aleeza.
Sumpah Aleeza dibuat malu, dan kehabisan kata-kata. Dan Albian hanya tersenyum melihat tinggkah laku Aleeza yang salting dan wajah seperti kepiting rebus.
"Ck..!! Kayaknya aku akan punya adik lagi nih.."Batin Nathan.
"Nyamuk..? Tapi ini tidak bentol mama."Ucap Nala lagi.
"Oh ya sayang, mama punya sesuatu untuk Nala." Ucap Aleeza yang mengalihkan perhatiannya.
"Apa mama..?" Tanya Nala.
"Hari ini papa sudah dibolehin pulang."
"Oh ya..!! Papa boleh pulang ..?"Tanya Nala yang begitu bahagia mendengara kabar kepulangan sang papa.
"Iya hari ini papa pulang sayang." Ucap Albian.
"Yeeee....." Nala langsung memeluk Albian.
"Malam ini boleh ya Nala tidur sama papa, dan mama." Pinta Nala.
"Boleh sayang.."Ucap Albian sambil memeluk Nala.
...****************...
Albian kini sudah membawa keluarga kecinya kerumah baru yang sudah ia bangun untuk Aleeza dan juga anak-anaknya.
"Papa, kita mau kemana..? Ini bukan jalan pulang kemasnion Kyle ataupun kemansion Ardana." Ucap Nala.
"Kita akan pulang kerumah kita sendiri sayang." Ucap Albian.
"Bi.., apa harus pergi sekarang juga..?" Tanya Aleeza.
"Iya sayang, aku sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari." Jawab Albian.
Tak lama kemudian merekapu sampai disebuah rumah mewah.
"Sudah sampai papa.." Tanya Nala
"Sudah sayang.." Jawab Albi.
Mereka pun turun dari mobil dengan wajah yang terkagum-kagum.
Aleeza berdiri mematung tanpa bicara.
"Waaw.. Papa ini luar biasa indah. Nala suukkaa.. Ada danau, taman, dan ada tempat bermainnya lagi" Ucap Nala yang langsung lari mesuk kedalam halaman rumah.
Nathanpun segera menyusul Nala.
Aleeza menatap tak percaya bangunan didepannya. Membuat Aleeza teringat akan maslalunya.
Flasback on
"Gambar apa si sayang.." Tanya Albian yang tiba-tiba muncul dari belakang sang istri.
"Gambar rumah impianku."Jawab Aleeza dengan santainya..
"Ehmmmm, kamu ingin punya rumah seperti ini..? "Tanya Albian.
"Iya sayang, ada danau tempat kita menghabiskan waktu sore kita bersama anak-anak nantinya. Dan disaat weekend juga, ada taman bermain, dan taman juga. Aku ingin buat rumah senyaman mungkin bi."Jelas Aleeza.
"Nanti kita bangun bersama-sama ya sayang.."Ucap Albi sambil memeluk Aleeza.
"Iya..."Jawab Aleeza dengan senyum manisnya.
Flasback Off
Albian yang melihat Aleeza begong, dia langsung memeluk sang istri melingkarkan tangannya keperut Aleeza.
"Apa kamu suka dengan rumahnya sayang..?Apa ini sudah seperti rumah impianmu..?"Tanya Albian dengan suara pelan dan lembut.
"Bi...kamu masih mengingat rumah impian yang aku gambar..?"Tanya Aleeza yang kini memutar tubuhnya. menghadap Albian.
"Tentu Al, aku selalu ingat mimpimu dan keingananmu. Mimpu dan keinginanmu adalah mimpi dan keinginanku juga."Ucap Albian.
Aleeza yang tak kuasa menahan rasa harunya, dia langsung memeluk Albian dan menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami.
Sumpah Update kali ini banyak sekali penolakan.
Sampai tertunda berharu-hari
__ADS_1
😔😔😔😔