
(kenapa wajah albi tegang begitu. memangnya siapa yang telpon ya) batin Aleeza
"bi..Albi.. albiaaan"ucapa Ngegas Aleeza
"eeh iya ada apa Al?"jawab albian
"kenapa wajahmu begitu tegang?siapa yang menelfon mu? dan kenapa tudak di angkat"tanya Aleeza penuh penasaran kepada Albian
"ya ampun istri aku cerewet sekali ya"ucap albian (mencubit pipi sang istri dengan gemas).
"iihh jawab siaapa yang menelpon mu di jam segini"tanya Al lagi kepada albian. tiba2 telpon albi berdiring kembali.
"sini biar aku yang angkat telponnya , jika kamu tidak mau mengangkatnya"ucap Aleeza. aleeza pun merampas ponsel albian dan melihat siapa yang menghubungi sang suami. saat melihat layar ponsel sang suami terpapang dengan jelas nama mantan albian (Selia). selialah yang terus mengghubungi Albian sedari tadi. wajah aleeza pun berubah murung.
"ini dari mantan mu bi, angkatlah"ucap Aleeza kesal ia pun mengembalikan ponselnya kepada Albi suasan kini berubah menjadi dingin dengan berubahnya sikap aleeza.
"Al kamu mau kemana "tanya albian lembut
"aku mau kekamar. aku capek bi" jawab Aleeza sendu
"Al jika kamu keberatan aku tidak akan mengangkatnya. kita sudah sepakat untuk memulai dari awal jadi jangan marah oke. "ucapa Albian lembut sambil memeluk Aleeza dari belakang
"mari kita tidur bersama jangan acuh aku ya Aleeza."ucapa albian
"ehmmm kamu beneran tidak mau mengangat telpon darinya ,?"tanya Al
"iya beneran, bisakah kamu percaya kepada suami mu ini"jawab albian
"tidak bisa, aku takut kamu akan mengecewakan aku"jawab Al dengan cepat dan tegas
"baik lah aku akan berusaha mendapatkan kepercayan darimu . jika aku ini adalah laki-laki yang bisa memegang ucapanku" ucap albian dan menggendong Aleeza ala bridal style masuk kedalam kamarnya.
cekklekk
membaringkan Aleeza di tempat tidur setalah itu albian pun berbaring di samping Aleeza dan memeluk aleeza
"tidurlah bukankan kamu lelah"ucap Albian
"ehhmmm iya "jawab Aleeza
dan mereka pun akhirnya hanya tidur bersama tanpa melakukakan hal-hal yang lainya karena albi tau jika mood sang istri sedang buruk karena selia terus menganggunya.
...****************...
keesokan harinya
Aleeza melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri dia menyiapkan makan untuk sang suami menyiapkan pakain dan memasangkan dasi untuk Albian.
"Aleeza kamu yakin mau menunda bulan madu kita?" tanya Albian di selala makannya
"iya aku belum ingin kamana-mana untuk sekrang, tidak apa-apa ya bi kita disini dulu"jawab Aleeza
"iya sayang tidak apa-apa"ucap albi
bluuss(albi memanggilku sayang)batin aleeza
__ADS_1
"hari ini aku tidak usah ke kantor ya Al aku mau menemanimu saja dirumah"tanya Albian
"kasihan johan albi gara-gara pernikahan kita dia yang sibuk mengurus perusahanmu" ucap Aleeza
"biar saja lagian aku mengajinya kok Al. lagian kita masih pengantin baru masak aku meninggalkan kamu disini sendirian" ucap Albian yang enggak untuk pergi kekantornya.
"ehmm ya sudah terserah kamu saja"ucap Aleeza
"ya sudah aku akan ganti baju kita dirumah saja melanjutkan yang semalam bagaimana Al?"tanya albi menggoda Aleeza
"melanjutkan yang mana bi?"tanya Aleeza yang melupakan kejadian di depan Tv semalam
"malam pertama kita yang tertunda sayang"ucap albi berbisisk kepada Sang istri
"bluss!!malam pertama,aku masih harus cuci pering dulu bi"ucap aleeza gugup.ucapan albi membuat aleeza salah tingkah
"biar aku saja yang mencuci piring kamu duduk manis disni saja sayang"ucap albi sambil menudukan sang istri
"benaran nih tidak apa-apa bi"tanya aleeza
"iya sayang aku tidak apa-apa lagian sebelum menikah aku sudah biasa melakukan pekerjaan rumah sendiri."jawab albian
Aleeza hanya menatap albian yang yang sedang mencuci piring. seperti ada pesona tersendiri disaat sang suami membantunya dalam pekerjaan rumah.
"Bi jika tidak ingin kekantor bagaimana kita jalan-jalan saja selagi ada waktu"tanya Aleeza
"boleh juga. mau jalan-jalan kemana sayang"tanya albi kepada aleeza
"ke mall atau ketaman bermain. bagaimana?"ucap aleeza
" asssyiikkkk!!!aku siap-siap dulu ya bi"ucap aleeza dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
...****************...
merekapun pergi ketaman bermain sesuai permintaan Aleeza. mereka menaiki setiap wahana yang ada di taman bemain tersebut. tidak ada rasa canggung diantara mereka bardua saling bergandengan tangan, merangkul, bahakan berpelukan mereka benar-bener seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta.
Albian terus mengikuti kemaun Aleeza meski ia sebenarnya sudah tidak sanggup lagi menaiki wahana-wahana yang begitu menguji adrenalinnya. benar-benar mengaduk-ngaduk isi perutnya. dari tidak kuatnya albian sampai muntah-muntah aleeza merasa kasihan melihat albian yang lemas dan pucat
"uuwekk..uwekk"
"albi kita duduk dulu saja ya"ucap aleeza sambil memijit leher albian
"tunggu disini aku beliin kamu minum dulu ya"ucap aleeza
"ehmm iya"jawab albi lemas
tak lama kemudian aleeza pun datang membawa air untuk albi.
"Albi ini minum dulu (memberikan air kepada Albi), maaf ya gara-gara aku kamu jadi begini, seharusnya kamu terus terang saja denganku jangan memaksakan diri seperti ini bi."ucap aleeza lembut
"tidak apa-apa aku hanya ingin menyenangkanmu Al kita kan tidak pernah kencan sebelumnya dengan seperti ini aku merasa hubungan kita normal seperti pasangan yang lainnya"jelas albi
"ehmm (menatap haru albi), kita pulang saja ya bi "ucap aleeza
"tidak apa-apa mari kita lanjutkan sebentar lagi setelah aku istiraht sebentar ok"ucap albi lembut
__ADS_1
"baiklah .tapi jika kamu merasa belum baikkan kita pulang saja ya"ucap aleeza
"iya sayang, aku senang jika kamu perhatian seperti ini kepadaku Al"ucap albian yang menatap wajah aleeza sendu.dan aleeza hanya tersenyum mendengar ucapan albian.
kurang lebih 10 menitan albian istrahat kini tenaganya perlahan pulih.dan mereka melanjukan kencan mereka tanpa menaiki wahana lagi.
"haha!!wajahmu lucu sekali Al"ucap albi (cup)mencium pipi aleeza
"blluuus!!?memegang pipinya.kamu juga lucu ternyata seorang albian bisa juga berpose cute seperti ini"goda aleeza
"aku begini cuma didepanmu sayang jadi tolong rahasiakan ini dari siapapun ya"ucap albi
"siiapp sayang"ucap Aleeza tanpa tersadar dia memanggil albian dengan sebutan sayang dan itu membuat albian sangat terkejut
"Al kamu panggil aku apa tadi? bisakah kamu ulangi lagi sayang?"pinta albian
aleeza menjadi canggu saat dia sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi.
"ayo katakan sekali lagi Aleeza, aku ingin mendengarnya"ucap albi memaksa kepada aleeza sambil memegamg kedua bahunya.
"saa....yaang"ucap aleeza gugup bercampur aduk dengan rasa malu.Albian langsung memeluk Aleeza dan mengecup keningnya. cup.
"bi..albi..bisakah kau lepaskan pelukanmu ini membuatku sulit bernapas bi"ucap aleeza
"maaf sayang aku terlalu senang maaf ya, tapi mulai sekarang teruslah panggil aku dengan sebutan itu ya Al jika tidak aku akan menghukum mu"ucap albian dengan perasaan yang berbunga-bunga dan sedikit mengancam istrinya
"menghukum aku?kamu akan menghukum ku"tanya aleeza
"iya aku akan menghukum kamu dengan mencium bibirmu jika kamu lupa 1x aku akan mencium bibirmu 1x jika 2x maka aku akan menciummu 2x dan begutulah seterusnya"jelas albi dengan semangat
"(jadi hukuman mendapatkan ciuman di bibir itu sih bukan hukuman)batin aleeza. baiklah tersrah kamu saja aku kira hukumannya berat bi."ucap aleeza santai
"apa kamu ingin hukan yang lain sayang"tanya albi
"tidak-tidak bi itu sudah cukup"ucap aleeza panik
*kruyukk*
albi menoleh keasal suara ya suara lapar dari perut Aleeza dan itu membuat aleeza malu
"haha, sayang kamu lapar ya ?ayo kita cari restoran dekat sini untuk makan dulu setelah itu kita lanjutin lagi mainnya"ucap albi lembut sambil menggengap tangan sang istri.aleeza hanya menganguk saja.
sesampai di lestoran
"sayang kita habis ini kita pulang saja ya"ucap aleeza
"kenapa sayang?, apa kamu merasa tidak enak badan?"tanya albi khawatir
"aku tidak apa-apa hanya lelah saja kok"ucap aleeza
"baiklah sayang selesai makan kita pulang "jawab albian penuh perhatian.
__ADS_1