
Rama meminta Albi sepulang kerja untuk keruang kerjanya. Tak hanya Albian tapi juga Aleeza.
Setelah selesai makan malam. Diruang belajar.
"Ada apa kakek..?"Tanya Albian penuh dengan rasa ingin tahu.
"Duduk dulu Bi, kita tunggu Aleeza dulu."Ucap Kakek Rama.
Tak lama kemudian yang ditunggupun datang.
"Kakek, ada apa minta Aleeza kesini...?"Tanya Aleeza
"Aku kira hanya aku, tapi juga ada Albian."Batin Aleeza
"Duduk dulu Al, kita bicara sambi duduk."Ucap Kakek Rama.
"Albian, Aleeza...Kalian bukan lagi anak-anak, kalian sudah menjadi orang tua. Memiliki Twins dihidup kalian. Kakek hanya ingin bertanya kepada kalian, Apa kalian tidak ingin memperbaiki hubungan kalian..?"
Deg*
"Maksut kakek apa..? Al tidak mengerti.."Ucap Aleeza.
"Kakek ingin aku kembali kepada Aleeza.."Batin Albian.
"Haaah!! Aleeza apa kau masih ada perasaab kepada Albian..? Bagaimanpun juga kalian masih suami istri, karena Albi tidak pernah menceraikanmu. Dia juga tidak menikahi Selia."Jelas Kakek Rama.
Aleeza langsung menatap Albian.
"Kau tidak mentandatangi surat cerai dariku...?"Tanya Aleeza yang menatap Albian.
"Aku pikir selama ini dia...."Batin Aleeza.
"Aku tidak pernah menerima perceraian itu Al, untuk apa aku mendatangani surat itu.. ? Kau tidak taukah 5 tahun aku mencarimu. Aku mencari tentangmu tapi aku tidak mendapatkan apapun."Jelas Albi yang tak berani menatap Aleeza.
Aleeza hanya terdiam mendengar ucapan Albian.
"Jika hubungan ini bisa diperbaiki, maka perbaikilah. Kasihan twins, Nala membutuhkan papa dan mamanya. Sedangkan Nathan perasaannya sulit untuk diselami dia terlalu tertutup Al, kita tidak bisa membiarkannya terus-terusan seperti itu. Bisa-bisa Nathan akan membenci Albian. Kakek tidak mau nanti kau menyesal Al. Coba kalian bicarakan ini dengan kepala dingin. Pikirkan twins jangan memikirkan ego masing-masing. Karena kilian sudah dewasa."
"Albi ingin memperbaikinya Kek, tapi Albi tidak mau memaksa Aleeza. Albi tau Albi sangat keterlaluan kepada Aleeza. Albi menyesali semua itu.."
Aleeza menatap Albi.
"Apa aku harus memberi kesempatan ke2 untuk pria yang depanku ini..? Jujur aku masih mencintainya, meski dia menyakitiku. Aku selalu meminta kakak untuk tidak menyentuhnya. Bagaimanapun juga dia adalah ayah dari anak-anakku."Batin Aleeza.
"Al, kakek tau kau masih menyukai Albian. Karena Albian laki-laki pertama yang hadir dihudup setelah ke 4 kakakmu itu kau tidak pernah dekat dengan laki-laki lain. Semua meputusan ada di tanganmu. Albi telah mengakui kesalahannya dan meminta kamu memberi kesempatan sekalai lagi."
"Al akan pikirkan lagi kek, Al tidak bisa jawab sekarang. Bagaimanpun juga Al sudah merasakan sakit hati yang begitu membekas dihati ini."Ucap Aleeza yang sambil memegang dadanya .
30 menit kemudian Aleeza, Albi dan Kakek Rama keluar dari ruang kerja Kakek Rama.
__ADS_1
...****************...
"Papaaaa.......!!!" Teriak Nala sambil berlari kearah sang papa. Albi pun menangkapnya dan menggendong Nala.
"Papa tidur sama Nala dan mama lagi kan malam ini?"Tanya Nala penuh antusias.
"Haahh!! Lagi...? Sayang papa tidak bisa menginap lagi. Jadi Nala tidur sama mama saja ya."Ucap Albian.
"Kenapa papa tidak bisa tidur dengan Nala dan mama..?"Tanya Nala dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.
"Nala sayang, tidur sama om Kai saja ya.."Ucap Kai.
"Tidak mau!! Nala mau sama mama dan papa..."Ucap Nala yang mulai merengek menahan tangis.
"Sayang jangan sedih begitu, papa bisa kesini tiap hari bermain dengan Nala. Tapi papa tidak bisa menginap terus disini sayang. Rumah papa gimana terus..? Gak ada yang menempatinya.
Nala kan anak papa yang paling pintar, cantik, dan baik. Jadi Nala nurut ya sayang.."Ucap Albian yang berusaha membujuk Nala.
"Hiikkss....hikkss, papa jahat sama Nala...!! Papa tidak sayang Nala. Nala benci papa..,papa pergi saja tidak usah kesini lagi, tidak usah menemui Nala, kakak, dan mama lagi."Ucap Nala sambil menangis dan dia langsung lari kekamarnya.
Deg*
"Nala membenciku.....anak-anakku membenciku, apa aku benar-benar telah gagal menjadi seorang ayah yang baik..?Tak hanya gagal menjadi seorang ayah aku juga gagal menjadi suami."Batin Albi.
"Nala sayang......"Teriak Aleeza. Al segera menyusul sang putri kekamarnya.
Nathan dan Arsen yang melihat Nala marah hanya bisa menatap kepergian Nala. Nathan segera menghapiri Albian.
"Iyakah.., terus apa Nathan tidak bangga dengan papa..?"Tanya Albi.
"Tidak...!! Kau menginap saja disini dan tidur bersama Nala. Biar mama tidur denganku. "
"Tidak bisa sayang, papa sama mama belum kembali. Jadi papa harus pulang."Jelas Albi.
"Ya terserah..."Ucap Nathan sambil menaiki tangga.
...****************...
Keesokan harinya.
Aleeza datang kekantor Albian.
pukul 09.00 pagi.
"2 kali aku menginjakan kakiku dikantornya, dulu membujuknya nakal. Sekarang....."
"Huhh!! Sudahlah lebih baik aku masuk saja."Ucap Aleeza .
Di resepsionis.
__ADS_1
"Selamat pagi mbak.."Ucap Aleeza dengan suara yang lembut, sopan, dan juga tidak lupa dengan senyum manis dibibirnya.
"Iya Nona, apa ada yang bisa saya bantu."
"Saya ingin bertemu tuan Albian Kyle, apa Albian ada dikantor..?"
"Apa Nona sudah membuat janji dengan C.E.O kami?"Tanya wanita resepsionis tersebut dengan sopan.
"Belum mbak..."
"Maaf, Nona jika tidak membuat janji lebih dulu dengan Tuan Albian , nona tidak bisa menemui tuan."Jelas wanita itu.
"Ada apa ini....?"Tanya seseorang pria yang tiba-tiba muncul dari belakang Aleeza.
"Ini tuan muda, nona ini ingin bertemu dengan tuan Albian."Ucap resepsionis tersebut.
Aleeza pun menatap pria tersebut.
"Alvis...!!"Ucap Aleeza yang begitu terkejut melihat lelaki yang berdiri didepannya itu.
"Aleeza...!!" Alvis pun takkalah terkejut kala melihat perempuan yang didepannya adalah Aleeza.
"Ayoo!! Ikut aku..."Ucap Alvis sambil menarik Aleeza memasuki lift.
"Alvis, kita mau kemana?"Tanya Aleeza yang kebingungan dengan Alvis.
"Huuh!! Katanya mau ketemu sama Albian. Aku bawa kamu ke dia lah."Ucap Alvis.
Aleeza pun terdiam mendengar ucapan Alvis.
Merekapun berjalan melewati ruang meeting.
"1 minggu saya sudah memberikan waktu untuk kalian, tapi apa hasilnya...? Proposal macam apa ini...!! Buat yang baru, besok pagi harus sudah ada dimeja saya..!!"Ucapan Albian yang begitu kesal, Emosinya membuat para karyawan yang ikut meetin berkeringat dingin. Semua hanya bisa menundukan kepala tanpa mengeluarkan suara..
Aleeza sempat terkejut dengan suara tinggai Albian yang begitu menggema. Tanpa basa-basi Alvis membuka pintu ruang rapat.
Ceklek..
"Apa kau bosan hidup"Ucap Albi yang sedang emosi.
Pintu ruang meeting terbuka lebar dan terlihat jelas ada seseorang yang tengah berdiri disana.
"Aleeza ....."Ucap Albian yang terkejut melihat Aleeza yang datang keperusahaannya.
Aleeza hanya tersenyum mihat Albian.
Albi langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Aleeza.
"Rapat hari ini selesai, kalian bisa kembali keruangan masing-masing."Ucap Johan.
__ADS_1
"Baik tuan, Terima kasih.."Ucap para karyawan secara bersamaa dan membungkuk hormat.