PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
55. Menginap dirumah papa.


__ADS_3

Malam hari dikeluarga Ardana.


"Al..."Panggil Kai.


"Ada apa kak..?" Jawab Aleeza tanpa melihat wajah sang kakak.


"Tadi dikantor ya, Kak Kaif ribut sama model baru lo. Masak model itu ngata-ngatai kakak tanpa ada rasa bersalah sama sekali."Jelas Kai heboh sendiri sambil bersandar dipundak Aleeza.


"Eeghh!! Tumben kakak mau ngeladenin model baru. Biasanya langsung dipecat sama dia."Jawab Aleeza dan menutup majalah ditangannya.


"Entah lah, cuma dia wanita satu-satunya yang berani dengan kak Kaif. Terus kakak cuma bilang sama aku untuk tidak memberi pekerjaan kepada model itu."Jelasnya lagi sambil memainkan rambut Aleeza.


"Apa menurutmu, kakak Kaif sudah menemukan jodohnya..?"Tanya Kai.


"Mungkin saja kak, Syukurlah kalau ada wanita yang disukai sama kakak Kaif." Jawab Aleeza sambil tersenyu.


"Ehmm!! Mana mau dia sama kakak kita yang dinginnya melebihi kulkas 2 pintu. Wajahnya sedar tembok itu."Ucap Kai.


EKHM...!!


"Sepertinya, kau sedang banya waktu luang."


"Kakak Kaif, su..su..dah pulang ya.Hehe.. Aleeza pekerjaan kakak banyak. Jadi maaf kakak tidak bisa menemanimu sayang."Ucap Kai basa basi busuk. Dia takut jika sang kakak membuatnya berlebur selama berbulan-bulan.


Aleeza yang paham betul dengan sifat Kaii hanya bisa tersenyum saja.


Kai pun segera bangun dari duduknya dan berlari menuju kekamarnya. Dia lebih baik pergi dari pada harus mengadapi sang kakak itu.


"Kakak, jangan galak begitu. Kasihan kakak Kai kan, sampai ketakutan begitu. Dia juga adik kakak loh.."Ucap Aleeza kepada Kaif yang baru saja pulang dari kantornya.


"Biarin saja Al, dia laki-laki kalau tidak dikerasi dia bisa menjadi kurang ajara. Kerjaanya hanya menggoda wanita saja."Jelas Kaif sambil merebahkan tubuhnya disofa dan tidur dipaha Aleeza.


"Kakak capek banget ya.."Ucap Aleeza sambil memijit kepala Kaif.


"Hmmm!! Ya begitulah. Dimana Twins Al...?" Tanya Kaif yang memejamkan mata menikmati pijatan dari sang adik.


"Twins, lagi menginap dirumah papanya.."Jawab Aleeza dengan aktivitas nya yang masih sama.


"Ehmm!! Tumben Nathan mau ikut papanya..? Dia bisanya selalu menolak Albian."


"Bagaimanapun juga Albi papanya kak, mau sampai kapan Nathan akan menolak Albi."


"Oh ya kak, katanya Kak Kai tadi pagi kakak ribut sama model baru ya..? Cantik tidak kak..?"Tanya Aleeza.


Kaif yang mendengar ucapan Aleeza langsung bangun dari tidurnya dan duduk menatap Aleeza.


"Sialan tuh bocah, dia bosan hidup nyaman. Minta dikirim ke Palestina kali ya."Batin Kaif.


"Kau jangan dengerin ocehan bocah playboy itu. Masih cantikan kamu dibandingkan dia."Jawab Kaif dan beranjak dari duduknya.


"Kakak mau mandi dulu, nanti tidur sama kakak ya.."Ucap Kaif yang berjalan menaiki anak tangga.


"Iya kak.."Jawab Aleeza yang tampak bingung dengan tingkah Kaif.


"Wajah kakak tadi memerah kan..? Tidak mungkim aku salah lihat kak..? Apa kakak benar-benar ada persaan sama wanita itu..? Iish aku jadi penasaran siapa yang wanita yang membiat kutup itu malu begitu.."Ucap Aleeza.


...****************...

__ADS_1


Dikediaman Kyle.


Ruang Keluarga Kyle.


Nala, Nathan, dan Aresn tengah mengerjakan tugas sekolahnya.


"Bagaimana Bi, Aleeza mau kembali denganmu kan..?"Tanya mama Abel.


"Mau, kok ma. Tapi sepertinya Aleeza masih ragu dengan Albian.."Jawab Albian.


"Kamu harus bisa meyakinkan Aleeza bi, dan bawa dia kembali kerumah ini."Ucap Kakek Rama sambil menikmati kopinya.


"Albi akan berusaha Kek.."


"Papa...."Panggil Nala.


"Ada apa sayang..?" Tanya Albian.


"Nala mau minum susu..."Jawab Nala.


"Sebentar papa buatin ya..."


"Biar mama saja Bi, yang buat susu untuk cucu-cucuku.."Ucap Mama Abel dan beranjak dari duduknya menuju dapur untuk membuat susu cucunya itu.


Nala dan Arsen sangat rukun. Meraka bergurau layaknya anak-anak. Berbeda sekali dengan Nathan yang lebih banyak diam dan hanya melihat Nala bersenda gurau dengan Arsen.


Albi yang melihat perbedaan kedua anaknya itu, merasa sesak didadanya. Nathan jelas banyak menyimpan rahasia yang sulit untuk diketahui olehnya.


Nathan berdiri dan menari baju sang papa.


"Ada apa sayang...?" Tanya Albi kepada Nathan.


Albi yang mendapat tatapan dingin dari sang putra membuatnya sedikit sakit hati.


"Kakak memang suka main Laptop dan komputer papa, biasanya kakak main diruang kerja Om Kaif."Jelas Nala.


"Ehmm begitu ya, Boleh kok sayang. Laptop papa ada dikamar. Ayo kalau mau main papa antar kekamar papa." Ucap Albi sambil mengusap kepala sang putra.


"Hmmmmmm...."Jawab Nathan.


Albi pun membawa Nathan kekamarnya.


Dan Nathan duduk dikasur Albi, sedangka sang papa mengambil laptop. Dan memberikan kepada Nathan.


"Ini Laptopnya..."Ucap Albi sambil memeberikan laptop kepada Nathan.


Nathan pun mengambil laptop dari ditangan sang papa.


"Kamu masih kecil sudah bisa mengoprasikan laptop dan komputer, siapa yang mengajarimu sayang..?" Tanya Albian.


"Tidak ada..!! Aku belajar dari youtobe saja."Jawab Nathan yang mulai memainkan laptop Albi.


"Ehmmm!! Iya kah...?"Albi yang tercengang dengan jawab sang anak hanya bisa menatap jari lincahnya sang putra.


"5 tahun dia sudah bisa menggunakan laptop dan kompeter, dulu Aleeza waktu hamil ngidam apa sih... ? Kenapa nih bocah lebih pintar dari anak yang seusianya.."Batin Albian


"Nathan main apa memangnya..?"Tanya Albi yang penasaran dengan Nathan.

__ADS_1


Nathan yang mendengar ucapan Albian hanya menatap tajam sang papa.


"Game online saja..."Jawab Nathan singkat.


"Game Online..?"


Jawaban Nathan membuat hati Albi tidak percaya kepada sang putra. Entah kenapa hatinya berkata tidak untuk alasan itu.


Tok..tok..tok...


Ceklek...!!


"Mama....."


"Mama ngatar susus untuk Nathan, kalian berdua sedang apa...."Tanya mama Abel sambil menaruh susu diatas nakas.


"Nathan main game online mam.."Jawab Albian.


"Ooh..Sayang minum dulu susunya, Nanti keburu dingin loh."Ucap Abel tampa ada rasa curiga sedikitpun kepada sang cucu.


"Iya nek, terima kasih untuk susunya.."Ucap Nathan sambil mengambil susunya dan meminumnya.


"Sama-sama sayang, nanti Nathan tidur sama Nenek ya.."Ucap mama Abel. yang terus memandangi Nathan.


"Iya Nenek.."Jawab Nathan singat dengan senyum manis dibibirnya.


"Cihh!! Sama mama saja bisa senyum semanis itu. Sama aku jangan kan senyum. Ramah saja tidak pernah. Hanya menatapku dengan tatapan dingin seperti es."Batin Albi.


"Papa......" Terika Nala yang berlari menuju ke Albian.


"Ada apa tuan putriku.."Tanya Albian.


"Nala ngantuk papa, ayo kita bobok. Hoammm!!" Ucap Nala yang mulai ngantuk dan terus menguap.


"Ya ayo, kita bobok sayang. Arsen ayo cepat tidur. Besok kalian harus sekolah."Ucap Albian yang menggendong Nala.


"Iya papa, tapi Arsen mau tidur sama Nala dan papa."Ucap Arsen.


"Hm, kemarilah sayang..."Ucap Albi.


Nathan pun menutup Laptopnya dan berjala keluar dari kamar Albian.


"Yasudah, cucu Nenek cepat tidur ya sanga dan mimpi indah.."Ucap mama Abel.


"Iya nenek..."Jawab Nala..


"Papa kakak mau kemana..?"Tanya Nala.


"Oh, Kakak Nathan mau tidur sama Nenek sayang."Jawab Albian


"Oh..Kakak tidak mau tidur sama kita..?"Tanya Nala.


"Bukan sayang, tapi Nenek yang minta agar Nathan mau tidur sama Nenek sayang."Jelas Albia.


"Sudah cepat tidur sayang, ini sudah malam."


"Iya papa.."Jawab Nala dan Arsen bersamaan.

__ADS_1


Malam ini Nala dan Nathan menginap dirumah Albian. Aleeza tidak bisa ikut karena dia belum siap untuk tinggal bersama kembali.


__ADS_2