
Sudah 3 hari Nala dirawat dirumah sakit, dan selama 3 hari juga hubungan Aleeza dan Albi semakin membaik. Dan hari ini Nala sudah diperboleh pulang oleh dokter.
"Akhirnya Nala bisa keluar juga dari penjara itu.."Ucap Nala dengan senyum yang mengembang.
"Penjara..? Itu rumah sakit sayang, bukan penjara. Penjara itu tempat untuk menghukum orang yang nakal. Tapi kalau rumah sakit itu tempat untuk merawat orang sakit." Jelasnya Albi dengan suara yang lembut
"Iya papa, tapi Nala rasa rumah sakit itu lebih parah dari penjara deh pa. Makanannya tidak enak, tidak boleh pergi kemana" dan juga disuntik lagi."Jawab Nala dengan wajah yang cemberut
"Emang kamu pernah tinggal dipenjara dek..?"Tanya Nathan.
"Ya enggak lah kak, Nala kan anak baik. Masak peranah tinggal dipenjara."
"Kalau begitu kenapa kamu bisa menyamakan rumah sakit dengan penjara dek..?"Tanya Nathan kembali kepada Nala.
"Nala lihat difilm kak..."
"Sudah-sudah sayang, ayo turun ini sudah sampai rumah."Ucap Aleeza.
"Biar aku saja Al yanh menggendong Nala."Ucap Albi.
"Iya Bi.."Jawab Aleeza dengan senyum diwajahnya.
Nathan dan Arsen sudah turun terlebih dulu. Dan mereka sudah masuk kedalam rumah.
"Om Kaif......"Teriak Nathan yang super kalem dan pendiam saat melihat Kaif langsung berlari kepelukan Kaif.
"Hey Boy, kau tambah berat saja ya..."Ucap Kaif yang sambil menggendong Nathan.
"Kakak Kaif, kapan kakak datang...?"Tanya Aleeza.
"Tadi, Al. Kenapa kamu tidak bilang kakak, kalau Nala sakit sampai harus dirawat dirumah sakit..?"Tanya Kaif yang sedikit kesal kepada sang adik itu.
"Maaf kak, aku tidak bilang karena tidak mau kakak khawatir. Apa lagi kakak baru beberapa hari meninggalkan Negara A."Jelas Aleeza.
"Om Kaif jangan marah sama mama, Nala baik-baik saja kok. Terus ada papa yang jagain Nala."Ucap Nala dengan wajah imutnya itu membuat orang tidak bisa menahan rasa gemasnya.
"Iya om tidak marah sama mama kok, sekarang Nala istirahat saja dulu ya sayang. Jangan kecapekan dulu biar cepat pulih dan bisa sekolah lagi." Ucap Kaif sambil mengelus kepala Nala dengan lembut.
"Iya..Om Kaif, Nala kekamar dulu ya om.."
"Iya sayang, Lekas sehat ya Princessnya om yang cantik ini." Ucap Kaif sambil mencubit pelan pipi cubby Nala.
"Terima kasih, om tampa nya Nala." Ucap Nala sambil melambaikan tangannya kepada Kaif.
Kaif pun membalas lamabaian tangan Nala dengan senyum diwajahnya.
"Ya sudah kak, Aleeza mau keatas dulu ya. Al takut Nala butuh sesuatu."Ucap Aleeza yang sambil membawa tas kecil ditangannya.
"Iya, Biar Nathan sama kakak."Jawab Kaif.
...****************...
Didalam kamar Nala.
__ADS_1
"Mama...."Panggil Nala.
Saat ini Nala tengah berbaring dikasurnya.
"Ada apa sayang..?"Tanya Aleeza sambil menatap Nala dengan lembut.
"Nala ingin tidur sama papa dan mama, apa boleh ma."Tanya Nala dengan wajah memelas.
"Tidur bersama..."Ucap Aleeza yang sedikit gugup mendengar permintaan sang putri itu.
"Aku tidur dengan Albi yang benar saja.."Batin Aleeza.
Sedangkan Albian merasa senang dengan permintaan sang putri. Dia merasa memiliki kesempatan untuk bisa kembali dengan Aleeza.
"Tidak boleh ya ma....."Tanya Nala kembali kepada sang mama.
"Boleh kok sayang.."Jawab Albian dengan cepat.
"Apa-apan sih Albian ini, mau mengambil kesempatan dalam kesempitan ya."Batin Aleeza.
"Beneran boleh pa, ma...?"Tanya Nala yang penuh dengan harapan.
"Iya sayang..."Jawab Albi penuh dengan senyum kemenangan.
Sedangkan Aleeza hanya bisa menganggukaan kepala saja dan berusaha tersenyum.
"Tapi sayang, kasur Nala kan kecil tidak muat untuk berempat.."Ucap Aleeza.
"Kan bisa tidur dikamar mama, kasur kamar mama kan lebar.."Ucap Nala yang tidak kehabisan akal memilih tidur dikamar sang mama.
"Bagimana bisa dikamarku, sedangkan aku dan Albi sudah lama berpisah."Batin Aleeza dan menatap tajam Albian
Albian mendapatkan tatapan tajam hanya melempar senyum manisnya saja kepada Aleeza.
Albi tau Aleeza sedang kesal dengan permintan Nala.
Dengan terpaksa Aleeza pun memera permintaan Nala.
"Ya sudah sayang, mama bersihin kamar mama dulu. Nala disini bersama papa." Ucap Aleeza.
...****************...
Diruang keluarga Ardana.
"Nala dari tadi senyum terus, apa yang membuat Nala senang sayang..?"Tanya Kakek Rama kepada Nala.
"Iya kakek Nala senang, karena malam ini Nala tidur bareng papa dan mama."Jawab Nala dengan senyum yang semrringah diwajahnya.
"Apa!! Tidur bersama...."Ucap Ken yang terkejut.
"Byuuuurr....."Kai menyemburkan teh yang baru saja ia minum dan belum sempat tertelan.
Kaif dan Rafka pun tak kalah terkejutnya. Dan kakek rama hanya bisa tersenyum kaku.
__ADS_1
"Terus Nathan bagaimana....?"Tanya Nathan yang juga ingin tidur bersama sang mama.
"Arsen sama siapa papa..?" Tanya Arsen yang juga ingin tidur bersama sang papa.
Aleeza dan Albi hanya bisa memijit pelipisnya.
"Haah!! Mampus lo....masih bisa tidur sama adek gw. Anak lo aja gak bisa ditinggal."Batin Kai tersenyum senang melihat Albi yang pusing.
"Kakak Nathan tidur sama Kakak ganteng saja. Nala kan tidur dikamar mama sama papa."Ucap Nala. memecah belah kebahagian yang baru saja Kai rasakan.
"Ya ampun, bakalan ada yang rujuk kalau begini ceritanya.."Ucap Ken.
Aleeza merasa malu terhadap sang kakek dan kakak-kakaknya. Karena akan tidur bersama Albian pria yang sudah dia ceraikan 5 tahun yang lalu.
Kakek Rama justru merasa senang jika Aleeza kembali dengan Albian.
"Semoga Twins bisa menyatukan mama dan papanya kembali."Batin kakek Rama.
Pukul 21.00 malam.
Malam ini Arsen dan Nathan tidur bersama dikamar Twins. Dan Nala tidur bersama mama papanya dikamar Aleeza.
"Papa Nala seneng banget bisa tidur bersama papa dan juga mama.."Ucap Nala.
"Papa juga senang melihat Nala senang.."Jawab Albi.
"Nala sayang, bicara apa sama papa sampai sesenang ini..?"Tanya Aleeza yang barus saja keluar dari kamar mandi berganti baju tidur yang lumayan seksi.
"Tidak ada mama, cuma bilang Nala bahagia bisa kumpul seperti ini." Jawab Nala dengan senyum manisnya.
"Ya sudah, ini sudah malam sayang. Nala harus tidur."Ucap Aleeza sambil menyelimuti tubuh kecil Nala.
Aleeza sangat gugup bahkan sangat canggu dengan kondisi sekarang ini.
"Aleeza sangat cantik, apalagi dia pakai baju tidur yang cukup seksi begini. Astaga...!! Apa yang kamu pikirkan Albian.."Batin Albian.
Albian tergoda dengan penampilan Aleeza yang lumayan seksi karena gundukan bukit kembarnya yang menonjok tak hanya itu pakainya yang ia pakai juga memperlihat paha putih yang mulus. Membuat Albi pening, 5 tahun dia berpuasa. Hanya melakukan senam 5 jari, dan malam ini disuguhkan dengan pemandangan yang seindah itu. Membuat jiwa lelaki Albi meronta-ronta.
Aleeza pura-pura sudah tidur, sebenarnya Aleeza tidak bisa tidur dengan adanya Albian disampingnya. Jantungnya berdegup kencang ada perasaan aneh yang dia rasakan.
Albi hanya bisa menatap dua wanita yang ada didepan matanya itu.
"Al aku kangen banget sama kamu, sekarang kamu sudah ada didepan mataku. Tapi hati ini merasa kau sangat jauh dariku. Bisakah kita memulai dari awal lagi...?" Batin Albian
Cup.....
Cup....
*Mengecup kening Nala dan Aleeza secara bergantian.
"Selamat malam, my princess dan My Queen. Mimpi indah ya kesayangku.."Ucap Albi sambil tersenyum menatap keduanya.
Aleeza yang belum tidur mendengar ucapan Albi merasa sedikit senang dihatinya.
__ADS_1
"Apa kita bisa kembali seperti dulu lagi bi, jujur aku kangen banget sama kamu bi. Aku.."Batin Aleeza malam ini benar-benar kalut.