
Tidak terasa waktu sudah berjalan dengan sangat secapat bagikita yang memiliki kehidupan yang baik-baik saja. Namun tidak dengan bagi mereka yang memiliki ujian dan takdir yang sangat menyedihkan.
5 tahun tahun telah Aleeza lalui dengan suka cita. Memiliki 2 malaikat kecil yang menjadi penyemangat dalam hidupnya. Membesarkan twins tanpa seorang suami disampingnya.
Membuatnya harus menerima hinaan dan cibiran yang sangat pedas dari lingkungan sekitarnya.
"Kamu yakin mau kembali ke negara B, Al?" Tanya lani
"Iya, Lan. Aku tidak bisa terus terperangkap dengan masalalu kan"
"Tapi aku tidak bisa menemanimu kembali Al"
"Tidak apa-apa, jangan khawatirin aku. Aku sudah tidak selemah dulu." Ucap Aleeza penuh keyakinan.
"Baiklah, Aku pasti akan sangat merindukanmu dan Twins"Ucap Lani sedih.
"Kami akan menunggumu kok, jangan sedih gitu dong" Ucap Aleez.
"Mami Lani, Nala pasti sangat meridukan mami. Mami capat menyusul kamu ya"Ucap Nala sambil memeluk Lani.
"Iya, kesayangan mami Lani jangan nakal ya, harus nurut sama mama.Mami akan menyelesaikan semua urusan mami disini dan akan menyusul kalian di Negara B" Ucap Lani memeluk erat Nala
"Boy kutub tidak mau memeluk mami"
"Tidak, usah berlebihan deh mi. Untuk apa peluk-peluk segala" Ucap Nathan dengan wajah datarnya.
"Aduh, tapi mami ingin dipeluk kamu Nathan. Gimana dong?" Ucap Lani dengan memelas.
"Nathan sayang, tidak boleh begitu sama mami Lani, kita tidak tau loh kapan bisa bertemu sama mami Lani lagi" Ucap Aleeza dengan lembut.
Nathan menatap Lani dan sesekali mirik sang Mama.
Aleeza hanya mengangguk pelan.
"Baiklah" Ucap Nathan sambil merentanhkan tangannya.
Lani pun memeluk Nathan sangat lama.
"Jangan merepotkan mamamu ya Nath, jaga mama dan Nala. Terima Kasih sudah mau memeluk mami. "Ucap Lani lirih.
Mata Nathan pun berkaca-kaca. Nathan memang sangat dingin. Namun dia sangat menyayangi Lani. Tapi dia tidak tau cara mengungkapkannyam.
"Mama, Kak Nathan Nangis tuh"Ucap Nala
"Siapa yang nangis? Aku tidak nangis" Jawab Nathan yang mulai salting.
"Sudah, Nala jangan terus menggoda kakakmu" Ucap Aleeza.
"Kakak Al, Sasa pasti sangat merindukan kakak dan Twins"
"Amel juga akan rinduk dengan kakak apalagi sama Nala yang comell"Ucap Amel sambil mencubit pipi cubby Nala.
"Nala juga akan kangen sama kakak cantik"
"Uhh lucunya, sayang si Abang tidak bisa disentuh seperti Nala" Ucap Sasa.
Nathan hanya duduk diam tanpa ekspresi.
...****************...
__ADS_1
Setelah berpamintan merekapun segera kebandara, Aleeza tidak memberitahukan kepulangannya kepada keluarganya. Dia ingin memberi kejutan kepada sang Kakek dan Kakaknya.
Tak lama kemudian Aleeza sudah sampai dia Bandara intasional Negara B.
"Mama..mama.." Panggil Nala.
"Ada apa sayang, Nala mau pipis"
"Ayo, mama anter ketoilet. Ayo Kak, kita ketoilet dulu"
"Iya mama"Ucap Nathan sambil menggandeng
tangan sang mama.
"Papa kan ada dinegara ini, sesampai dirumah aku akan mencari informasi tentang papa"Batin Nathan.
"Mama tunggu disini saja sama Kakak. Aku sendiri saja"
"Yakin sendiri..? Nala tidak takut?"
"Tidak dong mama. Nala juga sudah besar, jadi Nala tidak takut."
"Baiklah, mama dan kakak tunggu Nala disini"Ucap Aleeza lembut seraya mengelus! kepala Nala.
"Ayo, mama Nala sudah selesai"
"Iya ayo, Sayang"
Aleeza dan Twins pergi kerumah besar Ardana.
Tak butuh waktu lama mereka pun telah sampai di Mansion keluarga Ardana.
"Mama, ini rumah siapa? " Tanya Nala.
Yah rumah yang mereka tinggali selama ini sangat kecil. Tidak bisa dibandingkan dengan mansion keluarga Ardana.
"Ini rumah Kakeknya mama"
"Mama dulu tinggal disini?"
"Iya sayang"
"Itu Nona Aleeza dan siapa kedua anak itu" Ucap salah satu pelayan disana.
"Selamat datang Nona Aleeza" Ucapa penuh hormat para Bodyguard.
"Iya" Jawab Aleeza dengan senyum.
"Nona Aleeza sudah kembali, cepat beritahu Tuan Besar"Ucap heboh para maid.
Para Maid dan juga Bodyguard dengan kedatangan Aleeza, Mereka tau jika Aleeza sudah sangat lama tidak pernah pulang. Tapi mereka tidak tau alasan kenapa Aleeza tidak pernah pulang, atau hanya sekedar berkunjung saja.
Tak...Tak...Tak..
"Aleezaa!!!!"Teriak sang kakek dari halaman belakang.
"Kakek.."Aleeza lari menghampiri sang Kakek.
"Aleeza kangen sangat kangen kakek, Kakek sehat kan kek?"
__ADS_1
"Kakek sangat sehat sayang, kakek sudah sangat lama menunggumu pulang. Kakek minta maaf, ini semua salah kakek yang sudah memaksa kamu dalam perjodohan itu"Ucap kakek Rama sendu. Air matanyapun tidak bisa lagi dia tahan.
"Ssssthh!! Kakek tidak perlu meminta maaf, kakek tidak salah. Niat kakek sangat baik untuk Al. Itu sudah menjadi takdir hidup yang harus Aleeza jalani. Tanpa perjodohan itu mungkin Al tidak akan memilik dua malaikan yang sangat lucu dan baik seperti mereka kek, Meraka seperti pelangi yang muncul setelah hujan." Ucap Aleeza sendu dan tatapannya tertuju kepada Twins yang berdiri melihat sang mama yang sedang melepas rindu dengan Sang kakek.
"Al, mereka ...?"
"Mereka cicit Kakek, Anaknya Aleez"
"Anak Aleez, yang selama ini aku hanya melihat dari fotonya saja. Ya tuhan cicitku . Aku ingin sekali memeluknya. Tapi aku takut membuat mereka takut"Batin Rama
"Nathan, Nala.. Ayo!! Berisalam sama Opa Rama sayang"
Twins pun berjalan mendekati Rama. Nala tampak bingung sedangkan Nathan hanya nampilkan raut yang sulit untuk diartikan.
"Boleh Opa meluk kalian sayang?"
Nala hanya mengangguk dan Nathan hanya mematung.
"Nathan kemarilah sayang"
Nathan justru menatap sang mama
"Tidak apa-apa, peluk Opa sayang"
Nathan pun memeluk Rama rema dengan canggung.
"Cicit Opa sangat tampan sekali, Nala juga cantik seperti mama"
"Kalau Kak Nathan tampan seperti siapa Opa?" Tanya Nala dengan wajah polosnya
Rama terdiam mendengar pertanyaan dari Nala dan hanya menatap sang Cucu.
"Sayang kalian pasti capek kan. Ayo mama antar kekamar untuk istrahat" Ucap Aleeza lembut sambil mengalihakan pembicaran.
"Tapi, kamar untuk Twins belum dibersihkan Al" Ucap Kakek Rama.
"Tidak apa kek, mereka bisa tidur dikamar Aleeza dulu"
"Ya sudah, kalian istrahat dulu saja. Kakek akan menyuruh pelayan untuk membersihkan kamar Twins."
"Iya, Kek."
"Opa Nala istirahat dulu ya, Nanti kita ngobrol lagi. Ttaaataa Opa"
"Iya, sayang"
"Nala sangat mirim dengan Aleeza, ceria, cerewetnya mirim Aleeza. Beda dengan Nathan di usianya yang masih 5 tahun dia sangat dingin sekali, entah kenapa aku merasa Nathan seperti Albi"Batin Rama
Tak ...tak..tak..
"Kakekk!!!"Teriak Kai dari luar
"Ada apa? Kenapa teriak-teriak seperti itu? Seperti orang yang tidak ada sopan santunya saja" Ucap Sang kakek"
"Katanya Aleeza Pulang, Dimana sekarang dia Kek?"
"Mereka lagi istrahat, jadi kau jangan berisik menggangu mereka. Lagi ini belum pulang jam kantor, kenapa kamu sudah palang?"Ucap sang kakek kesal.
__ADS_1
"Aku mau bertemu Aleeza dan ponakan ku yang kutub" Ucap Kai sambil memajukan bibirnya.