PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
58. Hukuman Selia.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Albian pergi kekantor itu yang diucapkan kepada sang mama.


Tapi sebenarnya dia pergi kemarkasnya untuk menemui seseorang.


Markas Albian.


"Selamt pagi tuan ...."Ucap kompak para mafiosonya dan membukuk hormat.


"Hmmm.."Jawab Albian dengan wajah tegasnya. Dan terus melangkahkan kakinya kedalam markas. Sesampai di dalam markas.


"Selamat datang tuan.." Ucap salah satu mafiosonya dengan hormat.


"Dimana wanita ular itu.."Tanya Albian.


"Dia ada di penjara bawah tanah tuan.."Jawab mafiosonya.


Albian pun bergegas keruang bawah tanah.


Pandangan Albian langsung tertuju kepada seseorang perempuan yang terikat dengan tangan merentang keatas. Dan kakinya dirantai.


Wanita itu masih tertidur, Albian pun mengkodr bawahannya untuk membangunkannya. Mendapatkan perintah dari sang tuan merekapun segerah membangunkan wanita itu dengan cara menyiramnya dengan Air es.


BYUURRR.....


"Aaah!! Dingin...dingin.."Ucap wanita itu yang tampak kesal karena dia diperlakukan dengan kasar.


"Kalian gila ya...!! Memabangunkan orang dengan es. "Ucapnya lagi dengan sangat kesal.


"Masih mending dengan air es, biasanya kami menggunakan air panas nona."Ucap Mafioso tersebut dengan wajah datarnya.


"Mereka bukan manusia. Mereka adalah iblis.."Batinnya.


"Tuan kami ingin bertemu denganmu nona. Jadi bersikaplah dengan baik."


"Siapa tuan kalian...?"


"Lama tidak bertemu Selia..."


"ALBIAN...."Ucap Selia yang terkejut dengan kemunculan Albian dipenjara bawah tanah saat ini.


"Tuan...."Ucap para mafioso dengan hormat. Dan salah satu dari mereka mengambilkan kursi untuk Albia.


Albian duduk dengan beribawa.


"Apa maksutnya ini semua Bi..?"Tanya Selia dengan wajah kebingungan.


"Ini bukan kapisatasmu untuk bertanya Selia."Ucap Albian dengan dingin.


"Dan buang jauh-jauh muka jalangmu itu, karena membuatku mual. Kau tau wajahmu saat ini sangat menjijikan Selia."

__ADS_1


Deg..*


"Ada apa dengan Albian..? Kenapa tatapan matanya penuh dengan kebencian terhadapku?"Batin Selia.


"Lepas ikatannya..."Perintah Albian.


Selia pun dilepaskan oleh Albian.


"Dan bawakan makanan kemari.."Perintahnya lagi.


"Baik Tuan...."


"Siapa sebenarnya kamu Bi..?" Batin Selia terus bertanya-tanya tentang siapa Albian sebenarnya.


Tak lama kemudia bawahan Albian datang membawa makan-makanan enak.


"Makanlah...Jangan sampai kau mati disini, dan mayatmu mengotori tempanku." Ucap Albian yang masih duduk memerhatikan Selia.


Selia ragu melihat makanan enak didepannya.


Dia sangat lapar sebenarnya tapi dia takut ingin memakannya.


"Makanlah, itu tidak ada racunnya itu aman kok. Aku tau kau sedang lapar sekarang ini.."Ucap Albian. Albian pun membuktikan kepada Selia jika makanan itu aman dengan memakab beberapa hidangannya itu.


Nyam...Nyam...


"Lihat aku baik-baik saja. Aku masih disini, bernapas, duduk dengan baik. Aku tidak selicik kamu Selia."Ucap Albian sambil mengejek Selia.


Albian tersenyum sinis melihat Selia.


"Ck..!! Dia benar-benar terlihat seperti wanita murahan. Aku sangat jijik melihatnya. Bodohnya aku bisa jatuh hati dengan wanita seperti dia."Batin Albia.


Tak lama kemudian Selia pun selesai memakan makanannya.


"Kau sudah selesai kan makannya..?"Tanya Albian. Dengan posisi yang masih sama.


Selia hanya menganggukkan kepala.


"Baiklah, Bawa orang yang kelebihan hormon kemari."Perintah Albian.


"Baik tuan.."


"Apa makstumu Bi..?" Tanya Selia.


"Shuuuuttt...!! Kau diam saja. Dan nikmati saja hadiah dariku."Ucap Albi dengan senyum penuh arti.


Tak lama kemudian datanglah 5 orang pria berbadan kekar mengahampiri Selia dengan tatapan genit .


"Albiann...!! Apa ini..? "Tanya Selia yang sangat kesal.

__ADS_1


"Lakukan dengan baik. Jangan kecewakan ****** ini."Ucap Albian yang beranjak dari duduknya dan berjanlan mendekati Selia.


"Kau pasti kebingungankan..?Agar kau tidak bingung aku beri kau sebuah ..."Ucap Albian terpotong dan melemparkan semua foto Selia yang berhubungan intim dengan berbagai pria yang bereda-beda, foto dimana dia sedang menggoda lelaki tua.


Selia yang melihat foto dirinya sangat terkejut.


"Dapat dari mana dia foto-fotoku ini.."Batin Selia


"Ini bukan aku Bi, ini pasti editan, ini pasti palsu Bi. Kamu harus percaya denganku Albian...Hiks..Hikks..."Ucap Selia yang mulai histeris.


"Ini bukan aku...Ini bukan aku...."


"Aku tidak buta Sel, Aku bukan Albu yang dulu. Albi yang buta, Albi yang bodoh, Albi yang diperbudak cinta. Hehe..kau diamlah dan menurutlah kepada mereka. Aku yakin mereka bisa memuaskan miss Vmu.."Ucap Albian sambil memberi kode untuk segera memerkosa Selia.


Albian pun pergi dari ruang bawah tanah itu.


"Ingat puaskan dia sampai dia tidak mampu berjalan."


"Baik tuan Albia.."


Albianpun segera bergegas pergi kekantornya.


...****************...


Beberapa bulan dari kejadian Selia, Kehidupan Albian semakin membaik. Akibat perbuatan Albian Selia dirawat diRSJ. Dan Arsen tidak tahu jika sang mama dirawat RSJ. Arsen juga sudah tidak peduli dengan keberadaan sang mama, selama ada sang Daddy. Arsen tidak akan mencari Selia. Apa lagi semenjak kedatangan Aleeza Arsen benar-benar lupa dengan sang mommy. Karena perhatian Aleeza dan kasih sayangnya membuat Arsen yang selama ini hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, dia bisa merasakan kasih sayang itu dari Aleeza.


Albian berbulan-bulan berusaha meluluhkan hati Aleeza namun tidak ada hasil sama sekali.


Dikantor Albian


"Johan, aku harus apa ya..? Agar istriku dan putraku menerima aku lagi."Ucap Albian yang sambil memijit pelipisnya. Dia sangat pusing dengan sang istri apalagi dengan Nathan.


"Maaf tuan, bukanya Nona...Ehh maksut saya Nyonya Aleeza sudah mau kembali dengan tuan" Jawab Johan.


"Iya itu cuma yang kau lihat. Tapi Aleeza sangat acuh dan dingin denganku. Dia mau berbicara hanya ketika ingin membahas anak saja. Diluar itu dia tidak mau bibacara, kecuali jika aku yang memulai lebih dulu. Bahkan kita tidur terpisah."Jelas Albian dengan wajah sendu dan suar lirih.


Johan terkejut dengan apa yang Albian ceritakan kepadanya. Dia tidak menyangka jika Albian dan Aleeza masih ada jarak diantar keduanya.


"Tuan, harus sabar menghadapi Nyonya. Ini semua kan salah tuan. Tuan membuat nyonya sakit hati, tuan juga sudah lebih mempercai nona Selia dari pada Nyonya Aleeza. Apa lagi kejadian waktu bulan madu itu tuan..? Pasti sangat membekasa dihati nyonya, Jika aku diposisi Nyonya aku tidak akan mau kembali dengan tuan. Apapun itu alasnya aku lebih memilih hidup bersama keluargaku dan anak-anakku. Aku saja tidak bisa membayangkan betapa sakitnya nyonya saat itu. Pasti hatinya benar-benar hancur dan sakit."Jelas Johan dengan wajah sedih, seolah-olah dia yang mengalami itu semua.


Albian menatap tajam Johan.


"Kau bukan memberiku solusi, tapi malah membuka semua kesalahanku. Tidak usah kau ulangi, aku masih ingat dan paham jika aku salah. Aku hanya menanyakan cara agar aku dan Aleeza bisa berbaikan dan dia menerimaku sepenuh hati. Bukan membaca kembali masalaluku Johan.." Ucap Albian yang kesal dengan ucapan Johan. Karena apa yang Johan ucapkan itu adalah kebenaran.


"Maafkan kelancangan saya tuan..Saya tidak bermaksut begitu. Saya..." Ucapan Johan terpotong karena Albian.


"Sudahlah, tidak apa-apa Johan. Kau kembalilah bekerja."Ucap Albian.


"Baik Tuan.."Ucap Johan dengan patuh, dia pun segera pergi dari ruangan Albai. Dan kembali keruangannya.

__ADS_1


Albian benar-benar kehabisan Akal..


Dia buntu tidak tau harus bagaimana lagi.


__ADS_2