PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
50. Bekal


__ADS_3

Keesolan harinya. pukul 05.00 pagi.


Aleeza bangun terlebih dahulu, dia langsung pergi kekamar mandi.


Ceklek...!!


Aleeza keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe.


"Eeeuugghh.."Albian pun bangun dari tidurnya dan duduk bersandar.


"Al, kamu sudah bangun. Kenapa pagi sekali..?"Tanya Albian.


"Hmm, iya. Kamu kalau mandi sudah aku siapakan handuk dan baju untukmu."


"Terima kasih, hari ini kebetulan aku ada meeting jam 07.00 pagi."


"Ya sudah mandi dulu saja, aku mau nyiapin sarapan dulu."


"Hmmmm." Jawab Albian hanya berdehem.


Aleeza pun segera turun kebawa dan pergi kedapur untuk menyiapakan sarapan untuk keluarganya. 1 jam Aleeza memasak, membuat bekal, dan menata makanan di meja makan.


"Selamat pagi Aleeza...."Sapa Kaif yang sambil membenarkan kancing lengan bajunya.


"Pagi kak, tumben bangun sepagi ini.."


"Iya, kakak lagi ada rapat pagi ini. Jadi harus buru" kelantor.."


"Wahh...!! Wangi banget masakan siapa ini ya..?"Ucap kakek Rama sambil menuruni anak tangga.


"Masakan Aleeza dong kek.."


"Selamat pagi semua..."Sapa Albian dengan senyum semringah.


"Pagi Bi..."Jawab kakek Rama dengan senyum ramahnya


Kaif hanya menatap Albi tanpa ekspresi.


"Al, Albi...Kenapa wajah kalian ada lingkaran hitam dibawah mata begitu...? Apa kalian begadang..?"Tanya kakek Rama.


"Aleeza tidak bisa tidur semalam kek."


"Albi juga kurang tidur, jadi begini deh.."


"Kenapa tidak bisa tidur...?" Tanya kakek Rama dengan tatapan curiga.


"Semalam Albi nyiapin dokumen untuk rapat pagi ini."


"Oh...Sarapan dulu saja baru berangkat kekantor. Aleeza juga udah masak, sayang kalau tidak dimakan."Ucap Kakek Rama.


"Iya Kek..."Jawab Albi dan duduk disebah Kakek Rama.


Dan Aleeza mengambilkan makanan untuk Albi, Kaif dan sang kakek. Al paham betul makanan kesukan keluarganya. Bahkan makanan kesukan Albi saja dia masih ingat.


"Aku gak nyangka Aleeza masih ingat dengan makanan kesukaan aku.."Batin Albian yang penuh kesenangan.


"Aleeza tidak menanyakan apa yang ingin dimakan oleh Albi, apa dia masih menyukainya..?"Batin Kaif.


"Sepertinya Albi masih ada dihati Aleeza. Buktinya dia masih ingat dengan makanan kesukaan Albian." Batin kakek Rama.


...****************...


Albi, Kaif, dan Kakek Rama sarapan terlebih dulu. Aleeza membangunkan putranya.


Dikamar Twins..


Aleeza membuka pintu kamar Ceklek. Aleeza berjalan mendekati sang putra yang masih tertidur pulas.


"Nathan, sayang bangun..."


"Ini sudah jam 06.00 pagi sayang."Ucap Aleeza sambil mengelus punggung sang putra.


"Euugh!! Iya mama."Nathanpun segera bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Nathan mandi dulu ya, mama akan nyiapin baju sekolah untuk Nathan."


"Iya mama..."Jawab Nathan, sambil bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Arsen, bangun sayang.."


"Arsen, tidak mau pergi kesekolah..?"Ucap Aleeza yang sambil mengelus kepala Arsen.


"Eehmm!! Sudah jam berapa tanten..?"Tanya Arsen sambil mengucek mataknya.


"Sudah jam 6 lebih sayang.."


"Jangan lupa mandi dulu, tante udah siapkan sergam sekolah untukmu."


"Terima kasih tante.."Ucap Arsen yang masih mengantuk.


"Sama-sama sayang.."Jawab Aleeza yang juga tersenyum kepada Arsen.


Tak lama kemudian Nathan keluar degan melilitkan handuk sepinggang.


Ceklek..


"Kamu sudah bangun, cepat mandi sana." Ucap Nathan keada Arsen.


"Iya, ini aku juga mau mandi kok.." Jawab Arsen yang sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Ya sudah, mama tunggu dibawah ya sayang.."Ucap Aleeza.


"Iya mama.."


Aleeza pun segera turun setelah membangunkan anak-anak.


"Anak-anak sudah bangun Al..?"Tanya Albi.


"Sudah, bentar lagi juga akan turun."


"Ya sudah, aku kekantor dulu ya. Maaf tidak bisa antar anak-anak kesekolah."


"Tidak apa-apa, biar aku yang antar anak-anak nanti, kamu bisa berangkat kekantor."Ucap Aleeza.


"Iya, hati-hati.."Jawab kakek Rama.


Cup...


Dan tak lupa dia juga mencium kening Aleeza.


"Hati-hati ya kak...."


"Oh ya ini bekal untuk kakak.."


Kaif pun menerima bekal dari sang adik.


"Terima kasih sayang.."


Aleeza hanya membalas ucapan terima kasih dari sang kakak dengan senyuman.


Begitupula Albian yang juga berpamitan kepada Aleeza dan kakek Rama.


"Kakek Albi, berangkat kerja dulu ya.."


"Iya, hati-hati dijalan."


"Al, aku berangkat ya..."Ucap Albi dengan senyum diwajahnya.


"Iya, hati-hati. Ini aku juga udah nyiapin bekal untuk kamu."Ucap Aleeza sambil memberikan kotak bekal kepada Albi.


"Terima kasih sayang.."Ucap Albi tanpa sadar memanggil sayang kepada Aleeza.


Cup.....


Albi mencium kening Aleeza. Sontak mebuat kakek terkejut.


Dan di tangga sudah ada anak-anak dan ketiga kakak Aleeza.

__ADS_1


"Ekhhmmmm!!!" Kai hanya berdehem dengan keras.


Sehingga Aleeza, Albi, dan Kakek Rama menoleh kearah Kai.


"Masih pagi udah mesra-mesraan didepan anak kecil lagi." Ucap Kai menyindir Aleeza dan Albin


Albi merasa malu dengan sindiran Kai dan tanpa basa-basi Albi langsung berjalan keluar.


"Kakak, bicara apa sih..?"


"Habis, dia berani menciummu didepan ku lagi."


"Sudah-sudah kalian cepat sarapa..."Ucap kakek Rama yang berusaha mengalihkan perhatian Kai.


Nathan dan Arsen dudah duduk disamping om Kai.


Aleeza mengambilakan makanan untuk Arsen dan Nathan.


"Mama tinggal, liatin Nala dulu yang sayang..:


"Iya, mama..."Jawab Nathan sambil menyendok makanannya.


Nala masih tertidur, dan Aleeza tidak tega membangunkannya jadi dia memilih keluar kamar dan menuju keruang makan.


"Dimana Nala mama..?"Tanya Nathan.


"Nala masih tidur sayang.


"Sudah makannya sayang.?! Kalau sudah, ayo kita segera berangkat kesekolah."


"Biar kakak yang antar Nathan dan Arsen sayang."Ucap Kai.


"Apa tidak merepotkan kakak Kai..?"Tanya Aleeza


"Tidak kok Al, lagian satu arah dengan kantor kakak." Jawab Kai dengan santai.


"Ayo om, berangkat sekolah Nathan sudah selesai makan."


"Arsen juga sudah selesai om.."


"Iya, ayo kita berangkat sekarang.."Jawab Kai.


"Mama Nathan berangkat sekolah dulu ya.."


"Iya sayang..."


Cup..


Cup...


Aleeza mencium kening Nathan dan juga kening Arsen.


Setelah berpamitan dengan keluarganya Nathan pun berangkat sekolah bersama Arsen dan diantar oleh Kai.



Kurang lebih tampilan Arsen dan Nathan seperti itu.


Tak..tak..tak..


"Mamaa....papa....dimana...?"Teriak Nala sambil menuruni anak tanggal.


"Uuh cicit cantik kakek udah bangun ya sayang.."Ucao kakek Rama sambil menggendong Nala.


"Opa, mama sama papa dimana? Kenapa saat Nala bangun mama dan papa tidak ada disamping Nala."Tanya Nala sambil mengucek-ngucek matanya.


"Papa kekantor sayang, kalau mama ada ditaman belakang. Lagi nyiram bunga."Jawab sang opa sambil mengelus surai sang cucu.


"Ooh, tapi papa akan pulang kesini kan opa..? Nala mau bobok sama papa dan mama lagi. Kayak teman-teman Nala yang lain."Ucap Nala


"Kasihan Nala, dia sangat ingin memiliki papa. Dan dia juga butuh kasih sayang seorang papa. Apa aku harus bicara dengan Aleeza dan Albian..?"Batin Kakek Rama.


"Iya sayang, sudah jangan sedih begitu..."Ucap kakek Rama.

__ADS_1


"Iya, Nala gak sedih kok kek." Jawab Nala.


Kakek Rama memeluk Nala dan mengekus punggung sang cicit itu.


__ADS_2