PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
9.Buket Bunga


__ADS_3

"Lebih baik aku ke aparteman Albian saja lah, sepertinya dimarah lagi."Ucap Aleeza.


Aleeza pun pergi ke aparteman Albian, sebelum itu dia pergi kesupermarket untuk membeli beberapa bahan makanan. Setelah selesai berbelanja Al langsung pergi ke aparteman Albian.


Karena Albian marah kepadanya jadi Aleeza ingin memasak makan malam sebagai tanda permintaan maafnya kepada Albi.


Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore. Selesai memasak Aleeza membersihkan dirinya dan menunggu kedatangan Albian.


Namaun Albian tak kunjung datang kini waktu telah menunjukan pukul 20.00 malam. Membuat Aleeza kecewa kepada Albian. Aleeza sudah mengirim pesan kepadanya namun tidak kunjung ada balasan dari Albian. Bahkan menelfon Albi namun tidak ada jawaban dari Albi.


Akhirnya Aleeza pun pergi dari aparteman Albian.


"Mgapin juga gw harus nangis cowok itu, gak guna."Ucap Aleeza.


"Kemana lagi kakak Kai? Kok beelum kelihatan mobilnya."Gerutu Aleeza.


Tiin..Tinn..Tin


"Ayo cepat masuk Al." Ucap Kai dari dalam mobil.


"Iya sebentar, kali kak."Ucap Al dengan kesal.


"Antar aku ke Aparteman." Ucap Al dengan ketus.


"Gak pulang kerumah??" Tanya Kai.


"Enggak ..!!"ucap Al dengan singkat.


"Kenapa wajahmu ditekuk begitu? Lagi berantem lagi sama Albi?"Tanya Kai.


"Lagi capek, pengen tidur."Jawab Al ketus.


Kai mengacak-acak rambut Al.


"udah nanti juga sabar sendiri Albi. dia memang begitu mudah ambekan." Ucap sang Kakak.


"Dari mana kakak tau, kalau Albi sedang marah?"


"Dari Status WA.nya Johan"


"Oh..."


"Terima kasih ya kakak udah anterin Al." Ucap Al.


Cup sebuah kecupan mendarat dipipi Kai.


"Iya sama-sama sayang."Ucap Kai dengan lembut.


Aleeza pun masuk kedalam apartemannya dan dia merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Perlahan-lahan pun matanya mulai terpejam karena lelahnya hari ini .


...****************...


Sedangkan di tempat yang lain di aparteman Albian.


Waktu pukul 22.00 malam. Albian baru saja pulang, setibanya disana tatapan mata Albian tertuju ke meja makan. Dia pun berjalan kearah meja makan. Albi melihat beberapa hidangan makan malam kesukaannya .


"Siapa yang nyiapin ini semua ya?" Ucap Albi.


Tiba-tiba ada sebuh kertas yang terjatuh dari meja makannya, Albi pun mengambilnya.


Ada sebuh pesan di kertas itu.

__ADS_1


"Maaf soal yang tadi pagi. Sebagai permintan maafku, aku sudah memasakanmu beberapa hidangan. Semoga kamu suka, kalau tidak enak maaf ya. Aku baru belajar, jangan lupa dimakan. Aku sudah susah-susah masak. Jadi wajib dimakan. Aleeza"


Albi yang membaca surat itu hanya bisa tersenyum. Hatinya juga sangat bahagia karena Aleeza masih peduli dengannya.


"Jadi ini masakan Al, berarti Al tadi kesini dong?Kenapa tidak menungguku pulang?"Ucap Albian.


Saat Albi ingin menelfon Aleeza, ternyata ponselnya kehabisan batrai. Albi pun segerah mengisi daya ponselnya.


"Ya sudah lah, aku mandi dulu saja."Ucap Albian.


Selesai mandi Albian pun menghidupkan kembali ponselnya dan banyak sekali pesan dan telpon yang masuk.


"Ya ampun, Al mengirimku pesan tadi, memintaku untuk pulang cepat. Dan dia juga menelfonku beberapa kali. Sialll!! pasti Al marah deh. Kenapa tadi aku gak mengecek ponselku sih? mana tadi ada meeting lagi." Ucap Albian


"Aku telpon Al saja lah."


Albi pun mengunbungin Aleeza namun tidak ada jawaban dari Aleeza.


"tuh kan, tidak diangkat. Pasti Aleeza marah deh. Apa mungkin dia sudah tidur ya? Aku tanya Kai saja lah." Ucap Albian dengan rasa bersalah dan menyesal.


Dalam sambungan telpon.


"Ada apa?" Tanya Kai kepada Albian.


"Aleeza sudah tidur belum?" Tanyanya kepada Kai.


"Mana gw tau Bi, Kenapa gak lo hubungin Al saja?" Jawab Kai.


"Sudah, tadi tapi tidak diangkat." Ucap Albi.


"Mungkin saja dia marah sama lo, soalnya tadi dia minta jemput ke gw didekat aparteman lo atau memang sudah tidur tuh anak." Ucap Kai.


"Mangkanya Bi, jangan berantem terus lah. Bentar lagi juga mau nikah, kok tidak ada akur-akurnya sih."Ucap Kai kesal.


Tut....


Albi menatikan ponselnya secara sepihak.


"Sudahlah mending sekarang gw makan, terus tidur besok pagi-pagi telpon Al lagi." Ucap Albian.


Setelah itu Albi memakan masakan Al.


"Lumayan juga masakannya, masih bisa dimakan manusia lah." Ucap Albi sambil menyendok makanan dipiringnya.


Setelah makan malam, Albi pun segerah tidur karena besok harus bangun pagi.


...****************...


Keesokan harinya waktu menunjukan pukul 07.00 pagi. Albian bergegas menjemput Aleeza. Albi tidak tahu jika Aleeza tinggal di Apartemannya. Albi malah menjempunya di kediaman Ardana.


Ting..tong..m


Pelayan membukakan pintu.


"Maaf tuan, sedang mencari siapa ya tuan?" Tanya pelayan itu dengan sopan.


"Saya mencari Aleeza, Aleezanya ada?" Tanya Albi kepada pelayan itu, namun tiba-tiba Kai muncul dari belakang pelayan perempuan itu.


"Aleeza tidak disini." Ucap Kai kepada Albian.


Membuat Albi kebingungan.

__ADS_1


"Terus Al ada dimana? jika tidak disini?"Tanya Albi.


"Ya ampun!!! Bi, lo ini calon suaminya. Masa tidak tau dimana calon istri lo berada? Ciihh!!" Kata Kai membuang muka.


"Kalau gw tau, buat apa gw kesini Kai? Jangan mulai deh, ini masih pagi."kata Albi dengan tatapan malas kepada Kai.


"Aleeza pulang ke apartemannya dan ini sudah pukul 7 lebih. Bisa jadi sekarang dia sudah ada di kampusnya."Ucap Kai dengan jelas.


"Dia tinggal di aparteman? Sendirian?" Tanya Albi.


"Iyaa lah sendirian, sebelum sama lo juga dia sudah tinggal di aparteman." Jawab Kai.


"Gw minta alamatnya." Ucap Albi.


"Hmm!! Cek deh ponsel lo, sudah gw kirim. Mangkanya lain kali jangan ribut-ribut terus lah."Ucap Kai.


"Iya kakak ipar, gw berangkat dulu saja ya bye." Ucap Albi sambil melambaikan tangannya.


...****************...


Sesampainya dikantor.


"Johan pesankan buket bunga mawar dan juga cokelat terus kirim ke kampus Aleeza sekarang juga." Perintah Albi kepada Johan.


"Baik tuan." Ucap Johan dengan hormat.


Dan di kampus Aleeza, semua mahasiswa penasaran. Siapa yang mengirim buket bungan dan coklat untuk Aleeza?


"Wah Al dapat buket sama coklat tuh pasti dari pacarnya."


"Apa dari sugar dady ya?"


" Apa dari penggemarnya ya?"Ucap para mahasiswa disana banyak sekali asumsinsi mahasiswa kepada Aleeza. Telinga Aleeza sampek penuh.



"Ini dari siapa sih?" Ucap Aleeza dengan bingung


tak lama kemudia ponselnya berdering.


Dalam sambungan telpon.


"Gimana dengan hadia yang aku kirim? Apa kamu suka?" Tanya Albi.


"Jadi kamu yang ngirim ini" Tanya balik Al .


"Iya, aku minta maaf kemaren aku tidak pegang ponsel. Terus ponselku mati karena ada meeting jadi tidak sempat aku charge ponselku." Jelasnya Albi kepada Al.


"Oh..iya aku suka, terima kasih. Tapi lain kali, jangan di krim ke kampus ya."Kata Aleeza.


"Kenapa??" Tanya Albi curiga.


"Aku gak suka, jadi bahan gosip di kampus Bi." Ucap Al.


"Hmm!!" Jawab Albi singkat.


"Marah lagi?? Please, jangan ambekan terus Bi. aku suka kamu nagsih aku hadiah, tapi jangan di kampus juga Bi." Ucap Al.


"Iya gak lagi, tapi nanti aku mau jemput kamu dan kamu jangan menolak ku." Ucap Albi dengan penuh penegasan.


"Baiklah, aku ada kelas sekarang. Aku tutup telponnya ya.. " Ucap Al.

__ADS_1


"Iya " Ucap Albi.


Tut.


__ADS_2