
Suasana kantor yang tadinya sepi kini pada heboh bergosip.
"Siapa ya perempuan tadi itu..? Aku benar-benar bersyukur tau tidak, kedatangannya menyelamatkan nyawa kita dari amukan Tuan Albian."Ucap boby. Salah satu karyawan Albi.
"Benar ucapanmu, permpuan itu bisa meredamkan amara tuan Albian. Kalau tidak ada perempuan tadi, aku yakin kita semua akan dimakan mentah-mentah sama tuan Albi."Ucap Iza.
"Ekkhhmmmm!! Sepertinya kalian ingin berlembur malam ini ya.."Ucap Johan sambil tersenyum dingin.
"Tidak Tuan, maafkan kami..."
"Cepat kembali bekerja. Jangan gosipin C.E.O kalian sendiri."
"Baik tuan.."
Merka pun segera kembali keruangan masing-masing.
Sedangkan diruangan Albian.
"Kenapa kamu bisa bersama Alvis...?"Tanya Albi.
"Tadi aku bertemu dengannya dibawah.."Jawab Aleeza.
Alvis sudah kembali keruangannya..
"Ada apa Al..? Tidak biasanya kamu datang kemari."Tanya Albi penasaran.
"Aku, ingin membicarakan hubungan kita.."Ucap Aleeza yang sedari tadi gugup.
"Hubungan kita....?"
"Hmmmm, Kita tidak mungkin seperti ini terus Bi, aku tidak bisa memikirkan diriku sendiri. Aku harus memikirkan anak-anakku. Meraka membutuhkan kamu, apalagi Nathan dia yang paling membutuhkanmu..."Jelas Aleeza yang tak berani menatap wajah Albian.
"Apa kamu ingin memulai hubungan kita dari awal lagi bersama anak-anak kita..?"Tanya Albi sambil menggengam tangan Aleeza.
Aleeza hanya mengangguk pelan.
Albian tidak percaya dengan jawaban Aleeza, jika Aleeza sungguh ingin memulai lagi dengannya.
"Kau serius kan Al...? Kamu mau memberiku kesempatan lagi..?"Tanya Albi yang menahan tangis.
"Iya, aku akan mencoba kembali menjalain hubungan denganmu.."Jawab Aleeza yang berusha memberanikan diri menatap Albian.
Dari senangnya Albian pun memeluk tubuh Aleeza.
"Terima kasih sayang, aku senang sekali kamu mau menerimaku lagi. Mari kita pulang kerumah kita ya..."Ucap Albian yang sudah tidak bisa menahan airmatanya.
"Iya...Aku akan ikut kembali denganmu..."
"Semoga keputusan aku tidak salah, memberi kesempatan kepadanya lagi."Batin Aleeza.
Aleeza dan Albi memutuskan untuk kembali bersama, Mereka bersama demi Twins, memberikan keluarga yang utuh.
"Nanti pulang kemansion Kyle bersama aku dan anak-anak ya sayang.."Ucap Albi sambil mengelus wajah Aleeza.
__ADS_1
Lagi-lagi Aleeza hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku merindukanmu sayang, kau tau 5 tahun aku menduda tanpa belaian perempuan."Ucap Albi berbisik ketelinga Aleeza.
Wajah Aleezapun memerah seketika.
Seolah-oleh Aleeza mengerti apa yang dimaksut Albian.
"Itu salah mu sendiri bukankah aku sudah memberimu kesempatan untuk bercerai, kenapa malah tidak kau ambil..?"Ucap Aleeza ketus.
"Kau tau aku mencintaimu, mana mau jika aku harus bercerai dengan mu. Kau tidak tahu 5 tahun aku seperti orang gila. Tubuhku benar-benar mati, aku membenci semua wanita yang menyentuhku. Bahkan sentuahan, godaan mereka tidak mapum membuat ku bergairah. Adiku tidur pulas dengan wanita - wanita ****** itu. "Jelas Albi sedikit kesal dengan ucapan Aleeza.
Bluuss..
Wajah Aleeza semakin memerah..
"Jadi 5 tahun dia tidak berhubungan badan dong.."Batin Aleeza.
"Berarti Adikmu sudah gak berguna...."Celetuk Aleeza yang mencoba menggoda Albian.
"Tak berguna kau bilang, apa kau ingin mengetesnya apa adikku berguna atau tidak sayang..?"Deep Voice.
Aleeza langsung berdiri dari duduknya.
"Karena urusan ku sudah selesai, jadi aku pulang dulu. Bye..."Ucap Aleeza yang melangkah keluar dari ruangan Albian.
Albian hanya terkekeh melihat wajah malu Aleeza.
"Bisa-bisanya dia menggodaku, dasar tidak tahu malu."Ucap Aleeza kesal dengan tingkah Albian.
"Tapi kenapa jantung ku berdebar begini. Huuuuff......"Menghela Napas..
"Ya amun, aku harus segera kebandara. Aku lupa menjemput Lani dia pasti akan ngomel-ngomel nih.."Gerutu Aleeza yang segera bergegas melajukan mobilnya menuju bandara.
Sedangkan dibandara.
"Heyy!! Kau...!!"Teriak Lani kesal kepada seseorang laki-laki yang telah menyenggolnya sampai terjatuh.
Laki-laki tampan itu, mengabaikab Lani. Dia tidak meminta maaf ataupun berbasa-basi.
Laki-laki yang super dingin itu tidak mengeluarkan kata-kata apapun. Dia hanya memberi wajah datarnya dan tatapan tidak suka.
"Kau sudah membuatku terjatuh, tidak seharusnya kau pergi begitu saja. Dimana sopan santunmu terhadap wanita...?"Ucap Lani kesal.
"Apa kau sudah selesai berbicaranya...?"Tanya pria tersebut dengan tatapan acuh.
"Sudahhh!!"Jawab Lani kesal. Dengan melipat tangannya didadanya.
Dan laki itu langsung pergi saat Lani mengatakan sudah.
Membuat Lani kesal setengah mati.
"Dasar kau laki-laki kaku, bodoh, gila, kau takkan laku. Aku yakin mau tidak akan punya istri. Jika pun punya dia sungguh wanita yang sial punya suami seperti mu...." Teriak Lani.
__ADS_1
Sontak membauta perhatian orang-oranga yang berada dibandara tertuju kepadanya.
"Apa yanga kalian lihat....?"Ucap Lani kesal kepada semua orang.
Tak lama kemuadian.
Tak..tak...tak...
"Lani....Lani......"Teriak Aleeza dari kejauhan.
Lani yang merasa namanya dipanggil oleh seseorang yang tidak terdengar asing ditelinganya langsung menoleh kesal suara tersebut.
"Aleezaaa......"Teriaknya sambil berlari dan memeluk Aleeza.
"Sumpah gw kangen banget sama kamu sayangku...."Ucap Lani.
"Aku juga kangen banget, gimana kamu akan tetap disini kan...?"Tanya Aleeza.
"Ayo kita cari makan dulu, setelah itu baru aku ceritain semuannya..."Ucap Lani sambil menarik tangan Aleeza.
Merekapun pergi kesebuah restoran untuk saling bercerita. Lani juga bercerita akan pertemuannya dengan seorang lelaki yang membuatnya kesal dibandara tadi..
"Hahaha.....Awas nanti dia jadi jodohmu loh Lan .."Ucap Aleeza sambil mengaduk-aduk minumannya.
"Uwwekkk!! Amit-amit deh punya jodoh macam begitu Al, Pasti hidup gw berasa dineraka."
"Kita kan tidak tahu jodoh kita siapa Lan, Jadi jangan terlalu membenci seseorang. Kan kamu sendiri yang bilang seperti itu ke aku."
"Iya sih, sudalah jangan bahas itu lagi, Hubunganmu dengan Albian gimana...?"Tanya Lani sambil memakan makanannya.
"Aku mutusin untuk kembali kepadanya.."Jawab Aleeza.
"Uuukkhhh....ukkhh, Seriuss nih ....?!"Ucap Lani yang tak percaya dengan keputusan sahabatnya itu. Sampai-sampai dia tersedak oleh makanannya sendiri.
"Pelan..pelan dong Lan, sampai tersedak begini..."Ucap Aleeza sambil menepuk-nepuk punggung Lani.
"Mau gimana lagi Lan, Nala sangat lengket dengan papanya. Aku tidak mungkin misahin Nala dengan papanya. Apa lagi Nathan sangat jelas jika dia membutuhkan Albi."Jelas Aleeza.
"Ehmmm!! Kamu benar Al, Kamu tidak bisa egois dengan dirimu sendiri. Karena kamu sudah memiliki Twins apa lagi mereka berhak mendapatkan kasih sayang Albian.
"Hmm, Iya. Oh ya Lan pekerjaanmu bagaimana? Kamu tidak mungkin kan mondar- mandir kesana kesini.. ?"Tanya Aleeza.
"Tidak!!Aku sudah menyelesaikan kontrakku dan aku sudah pindah kesini dan mentandatangi kontrak dengan A.N Entertaimen. Perusahan entertaiman teebesar disini."Jelas Lani.
"Apa!! A.N Entertaimen....?"Betapa terkejutnya Aleeza mendengar itu dari sahabatnya itu.
Bukan tanpa alasan dia terkejut begitu, karena A.N Entertaimen adalah perusahan Kaif yang dikelolah oleh Kai saat ini.
"Kenapa kamu terkejut begitu..?"Tanya Lani.
"Ti..dak, aku senang kamu bisa bekerja diperusahan terbesar. Gajimu juga akan besar kan.Heheh.."Ucap Aleeza yang berusaha menutupi rasa shocknya.
Lani sampai sekrang tidak tau jika Aleeza adalah putri keluarga Ardana. Lani hanya tau jika Aleeza sudah tidak punya orang tua.
__ADS_1