
"Tentu saja aku akan pergi bekerja, " jawab Tasya enteng.
"Aku akan mengantarmu, " ucap Mike santai seraya menyeruput kopi hitamnya. Tasya merasa ingin menolak tapi, perintah Mike tidak bisa di tolak. Tasya pun pasrah dan menunggu duduk di tangga pintu masuk. Tasya melihat jam di ponselnya yang hampir jam delapan. Tasya mulai panik karena ia tidak pernah terlambat sekali pun datang ke kantor.
Tak lama kemudian Mike datang dan langsung pergi ke perusahaan. Sesampainya di parkiran bawah tanah.
Untunglah memarkirkan mobilnya di parkiran khusus. Batin Tasya lega. Parkiran bawah tanah merupakan parkiran khusus dari pangkat menejer desainer sampai paling atas yaitu president perusahaan.
"Aku pergi duluan. Terima kasih sudah mengantar, " ucap Tasya berterima kasih sambil berlari terburu - buru dan masuk ke lift. Sedangkan Mike hanya memperhatikan kebiasaan terburu - burunya Tasya.
"Jadi itu istrimu yah?" tanya seorang wanita dengan pakaian kerja ber pin perusahaan Ganendra. Mike hanya mengabaikannya dan pergi menuju lift dan naik ke lantai paling atas. Di mana tempat kantornya berada.
Beberapa menit sebelum jam makan siang. Manager departemen desain memanggil Tasya ke ruangannya. Semua karyawan mulai membicarakannya lagi. Dan sekarang pembicaraannya tentang "Tasya tidur dengan para petinggi". Semua orang berpikir begitu tapi, tidak dengan teman setia Tasya yang tak lain Dina.
Saat Tasya di panggil ke ruangan manager. Tasya sempat gugup karena baru pertama kali inilah Tasya bertatap muka langsung dengan manager. Herannya Tasya bukan di perintahkan datang ke ruang menager. Akan tetapi, Tasya di panggil ke kantor manager umum tempat Riski berada.
Di ruangan tersebut ia mendapati Riski dan manager desain Leona Khan. Leona Khan adalah nama manager desain. Ia di kenal sebagai ratu desain dalam dunia desain.
"Tasya ini adalah manager bagian desain. Leona Khan. " ucap Riski mengenalkan. Saat Tasya melihat secara langsung dengan matanya. Dia tau kalau perbedaan antara kalangan atas dan kalangan rendah sungguh sangat jauh. Bagaikan langit dan bumi.
"Perkenalkan saya... " kata - kata Tasya yang terpotong.
"Tasya Riani! Aku ingin kamu menjadi asisten pribadiku. " sahut Leona mengajukan. Leona juga sangat terkenal dengan sifat tergesa - gesanya. Walau pun begitu Leona tidak pernah salah dalam pilihannya. Itulah sanga ratu desain.
"Hah?" heran Tasya dan terkejut karena penaikan jabatan yang tiba - tiba.
__ADS_1
***
Hari sudah mulai gelap. Perlahan - lahan para karyawan kembali ke rumahnya masing - masing. Sedangkan Tasya masih berdiam diri sendirian di departemen desain. Ia masih belum percaya kalau ia di tawarkan menjadi asisten pribadi manager. Karena bagaimana mungkin seorang karyawan desain biasa tanpa jabatan khusus tiba - tiba menjadi asisten manajer khusus desain.
Kalau aku menerima tawaran itu semua orang akan berkata yang tidak - tidak.... Tunggu! Kenapa aku menjadi memikirkan itu? Aku sudah biasa menjadi bahan gosip. Batin Tasya lalu sengaja membenturkan kepalanya ke meja kerjanya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa belum pulang?" tanya Mike tiba - tiba muncul di hadapan Tasya. Tasya terkejut karena Mike datang tiba - tiba. Bahkan Tasya tidak mendengar suara langkah kaki Mike.
"Aku akan segera pulang, " sahut Tasya seraya membereskan semua barang - barangnya.
"Bos.. apa kamar yang kemarin itu kamarmu?" tambah Tasya menanyakan kejadian tadi pagi.
"Sekarang kita adalah suami istri. Jadi memang wajar kan kalau sekamar? Dan lagi apa kamu bisa memanggilku dengan nama? Sangat tidak nyaman jika istri sendiri memanggilku bos, " jelas Mike seraya membawakan tas kerja milik Tasya.
Tasya dan Mike pun pulang bersama di malam itu. Dan Tasya juga akan membiasakan diri untuk memanggil nama Mike secara langsung.
Mike mendapati Tasya sedang memasak sesuatu di dapur. Mike menatap punggung langsingnya Tasya sembari duduk di kursi meja makan.
"Di mana bi Inah? Kenapa kamu masak sendiri?" tanya Mike ingin tau sembari menopang dagu di lengannya.
"Bi Inah sudah tidur. Sungkan kalau membangunkan bi Inah hanya untuk menyuruhnya memasak, " balas Tasya masih fokus memasak. Tak lama kemudian Tasya selesai memasak dan menaruh sepiring omelet di hadapan Mike.
Mike tanpa ragu langsung memakannya. Dan tak di ragukan lagi rasanya sangat berbeda dengan masakan lainnya. Masakan Tasya terasa lebih hangat dan berperasaan. Seakan - akan Tasya menaruh bumbu rasa cinta dalam masakannya.
Kenapa rasa masakannya terasa sangat tidak asing. Seakan - akan aku pernah memakannya di suatu tempat. Tapi, aku baru pertama kali melihat Tasya. Batin Mike sembari menghuapkan suapan yang ke dua.
__ADS_1
Mike terus menatap Tasya yang sedang memainkan ponselnya. Mike merasa seperti pernah bertemu dengan Tasya. Memang mereka bertemu pertama kali saat mengajukan pernikahan. Tapi, Mike merasa sudah bertemu lebih lama.
Setelah selesai makan malam Mike melihat Tasya tak memakan apa pun selain meminum jus jeruk.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Mike setelah selesai makan.
"Hm? Aku tidak akan memakan makanan berat lebih dari jam sembilan malam, " balas Tasya seraya melepaskan celemeknya dan menaruh piring bekas Mike makan.
Setelah selesai Tasya dan Mike naik ke lantai atas. Sebelum tidur Tasya membersihkan mukanya terlebih dahulu. Karena itulah Tasya selalu tampak cantik walau pun penampilannya terlalu polos. Setelah selesai membersihkan mukanya menggunakan pembersih muka. Tasya memasang chip di komputer dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
"Kenapa kamu masih belum tidur? Ini sudah lebih dari jam sebelas, " tanya Mike kepada Tasya seraya berjalan menghampiri Tasya.
"Aku masih ada sedikit pekerjaan. Kamu tidurlah duluan, " balas Tasya masih fokus pada pekerjaannya. Mike pun dengan sengaja membantu Tasya menyelesaikan pekerjaannya.
***
Keesokan harinya Tasya bangun lebih lambat dari biasanya. Karena semalam Tasya bergadang menyelesaikan pekerjaannya. Dan selesai jam dua malam. Begitu juga dengan Mike. Jam sudah menunjukkan ke jam 07 : 30. Perlahan lahan Tasya membuka matanya yang masih terasa berat. Tasya berusaha bangun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi dengan setengah tidur setengah sadar.
Saat Tasya membuka pintu kamar mandi Tasya langsung tersadar dan mendapati Mike sedang mandi tanpa sehelai baju pun. Tasya tak sengaja melihat *** milik Mike. Mike menarik tangan Tasya, Tasya pun ikut kebasahan terkena air shower. Tasya merasakan ada sesuatu benda menonjol menempel di tubuhnya. Ia berusaha menjauh tapi, Mike memeluk Tasya terlalu erat.
"Kamu sudah menghidupkan api di dalam tubuhku. Maka kamu juga yang harus memadamkannya, " ucap Mike berbisik di telinga Tasya. Tiba - tiba Mike mencium bibir kecil Tasya. Tasya pun langsung melepaskan dirinya dari pelukan Mike.
Tasya langsung berlari keluar kamar mandi dan tersipu malu sambil memegang bibirnya yang di kecup Mike tadi.
Peran figuran (David Sugianto)
__ADS_1