PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
68. Kejutan Untuk Lani


__ADS_3


Albian melihat Album foto twins yang ada di Nakas kamar Twins.


Saat ini Twins tengah tertidur pulas, Albian terus memandangi twins dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan.


Ceklek


Terdengar pintu kamar twins yang terbuka, dan sepontan Albian menolehkan pandangannya ke arah pintu.


"Aleeza....."


Aleeza berjalan mendekati Albian yang duduk ditepi ranjang sambil memegang Album foto ditangannya.


"Aku cari diruang kerja, tidak tahunya kamu malah ada disini.." Ucap Aleeza sambil tersenyum hangat kepada Albian.


"Aku merindukan anak-anak, jadi aku melihat mereka. Melihat mereka yang tumbuh besar tanpa sosok ayah disampingnya, membuatku sulit bernafas Al. Seberapa menderitanya kalian tidak bisa aku membayangkannya. Karena kesalahan dan kebodohanku, aku membuat kalian menderita salam bertahun-tahun."


Aleeza pun memeluk Albian, yang dia rasa jika Albian sekarang sangat sedih dan menyesali kesalahan masalalunya.


"Sudah jangan di ungkit terus, itu akan hanya mengingatkan anak-anak pada masa kelam mereka, sekarang anak-anak ada bersamamu, kamu bisa menebusnya dengan kasih sayang tulusmu Bi, Tolong jangan ungkit lagi, aku ingin kita menatap masa depan kita bersama anak-anak."


Dan tak terasa baju depan Aleeza tersa basah, Albian tanpa sadar meneteskan air matanya.


Aleeza pun semakin erat memeluk Albian.


"Kita tidur ya, kamu pasti lelah.."Ucap Aleeza seraya mengelus punggung Albian.


"Hmm, ya ..." Jawab Albian dengan senyum yang menggembang dibibirnya.


Dikamar Albian dan Aleeza.


"Aleeza.."


"Ada apa.." Jawab Aleeza yang sedari tadi memeluk Albian.


"Mau pergi bulan madu sekali lagi dengaku tidak..? Sekalian buatin adik untuk twins."


Wajah Aleeza langsung memerah seketika mendengar ucapan Albian. Aleeza malu sendiri dengan tingkah sang suami


Cup..cup..


Albian mengecup leher jenjang Aleeza. Dan tangannya mengelus perut rata Aleeza.


"Aku akan buat adik twins segera hadir didalam sini.." Tangan Albi masih mengelus lembut perut rata Aleeza.


"Albian.." Aleeza pun menyingkirkan tangan Albian dari perutnya.


"Kenapa sayang..? Kamu tidak mau kita punya anak lagi..?"


"Bukan begitu Bi, Bagaimana dengan Arsen..?"


"Dia pasti akan mengerti Al, Aku dan mamanya memang tidak ada hubungan apapun, Dan Arsen bukan anak kandungku Al.."

__ADS_1


Aleeza terkejut dengan ucapan Albian.


"Apa maksutmu Bi..? Kenapa Arsen bukan anak kamu..?" Tanya Aleeza yang tampak bingung.


"Ya, Selia hamil dengan laki-laki lain. Dia menipuku dan keluargaku, Tapi aku sudah sangat menyayangi Arsen Al, aku tidak akan melepaskan Arsen. Selama ini aku yang membesarkannya, aku tidak peduli Arsen anak siapa. Selama ada aku, dia tetap putra ku cucu keluarga Kyle. Kamu tidak masalah kan jika Arsen menjadi anak kita..?"


Aleeza pun membalikan tubuhnya menghadap sang suami.


"Iya, aku tidak keberatan dengan hadirnya Arsen, Aku malah merasa kasihan dengan dia Bi. Sudah tidak mendapatkan masih sayang dari ibunya begitu pula denga ayahnya."


"Terima kasih sayang, kamu sudah mau menerima Arsen, sudah mau menyayanginnya juga. Terima kasih banyak.." Albian memeluk Aleeza.


Aleeza pun juga memeluk Albian,


"Kita sudah punya 3 anak. Untuk apa lagi kita punya anak lagi Bi..?"


"Kenapa..? Mau punya seberapa banyak pun hartaku takkan habis sayang. Lagian Nala menginginkan adik, apa salahnya kita nambah 1 lagi."


"Jika nanti kembar lagi bagaimana..?"


"Ya tidak apa-apa sayang. Kenapa jika kembar lagi..? Aku tidak masalah. Aku akan membantumu merawat anak-anak kita. Aku janji tidak akan mengulang masa kelam itu lagi."


Cup..


Sebuah kecupan mendarat dikening Aleeza.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, kini Aleeza dan Albian telah tertidur pulas.


...****************...


"Aku mau kau menikah denganku." Ucap Kaif dengan wajah datarnya.


"Kau salah minum obat..? Atau kepalamu sudah terbentur tembok..? Apa kau kesurupan..?" Tanya Lani yang bingung dengan ucapan Kaif.


"Jawab saja iya dan harus iya, karena aku tidak menerima penolakan." Ucap Kaif dengan tegas.


"Mana ada begitu, kau bukan bertanya jika begitu Kaif, tapi kau memaksaku tau.." Ucap Lani kesal.


"Memang iya, aku hanya memberitahumu saja. Dan kamu tidak boleh menolakku, apa lagi kabur dariku. Jangan harap."


"YAAKK..!! Kau keterlaluan tau, kenapa harus aku..? Bukannya kau tidak menyukaiku..? Bukannya kau membeciku..? Bu-"


CUP..


Ucapan Lani terpotong seketika Kaif mendaratkan kecupannya dibibir Lani. Sontak membuat Lani terkejut dan membulatkan mata.


"Aku suka kamu. Sudah puas.." Ucap Kaif dengan kaku dan dia langsung pergi begitu saja.


Lani pun hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata dengan perasaan yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa aku sedang mimpi ya..?" Lani mengira ini mimpi dan mencubit pahanya sendiri.


Aaaarrgghh....

__ADS_1


"Ini sakit, berarti ini bukan mimpi dong. Tapi mana ada oranh ngelamar kayak dia, gak romantis sama sekali, dia lebih kelihatan seperti orang yang sedang menagih hutang." Ucap Lani.


"Jika aku menikah dengannya, bukankah aku masuk kesarang harimau. Akan seperti apa hari-hariku. Sekarang aja begini, apalagi jika menikah..? Sungguh aku tidak bisa membayagkanya." Lani benar-benar takut jika hidupnya akan lebih menderita lagi.


...****************...


Keesokan harinya


Lani benar-benar dibuat tidak bisa tidur oleh ucapan Kaif.


Dimeja makan Kaif memberikan sebuah katalog gaun pernikahan dari desainer terkenal.


"Pilihlah yang kamu suka."


Lani benar-benar tak habisa pikir apa yang sebenarnya Kaif pikirkan tentang pernikahan.


Lani pun melihat-lihat isi dari katalog itu.


"Bagus-bagus semua, jadi bingung mau yang mana."Batinnya.


"Jika tidak ada yang cocok, aku akan menyuruhnya untuk membuatkan desain yang baru." Ucap Kaif sambil mengoleskan selai dirotinya.


"Kaif, apa kamu serius ingin menikah denganku..?"Tanya Lani yang masih tak percaya dengan ajakan Kaif.


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Jadi kamu jangan khawatir, aku tidak akan menipu mu dengan sebuah pernikahan."


"Hmm..Matanya penuh dengan keyakinan, aku tidak melihat ada sebuah kebohongan dari tatapannya." Batinya.


"Masalah persiapan acaranya biar aku yang mengurusnya. Kamu hanya fokus sama gaun pengantin dan kesehanatnmu. Jangan sampai kamu jatuh sakit dihari H nanti."


"Memangnya kapan kita akan menikah..?" Tanya Lani.


"1 minggu lagi.", Jawab Kaif dengan santainya. Seperti tidak ada beban sama sekali.


"Apa..??! 1 minggu, jangan becanda Kaif. Ini pernikahan buka suting drama." Lani terkejut setengah mati mendengar jawaban Kaif.


"Kenapa..? Apa terlalu lama..?"Tanya Kaif.


"Bukan lama Kaif, tapi itu terlalu cepat. Menyiapkan pernikahan dalam 1 minggu, sungguh gila.."


"Tidak ada yang tidak bisa aku lakukan dan aku wujudkan jika aku sudah mau, maka tidak ada kata tidak mungkin semua bisa jadi mungkin. Jangankan 1 minggu, 1 haripun aku bisa nembuat pesta pernikahan yang mewah."


"Cih..!! Dasar sombong..!!" Lani kesal melihat ke angkuhan dan kesombongan Kaif.


"Sombong..!! Tapi memang mampu dan aku memang punya semua yang aku mau. Dari mana kamu bisa mengataiku sombomg..?"


"Dari wajahmu..!!" Jawab Lani yang kesal.


"Wajahku ..? Apa ada yang salah..?"


"Banyak..!! Sudahlah aku hari ini ada pemotretan. Lani langsung pergi setelah memakan rotinya."


Kaif yang melihat Lani kesal hanya bisa tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2