PERNIKAHAN TERSEMBUNYI

PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
7. Manja


__ADS_3


Mansion keluarga Ardana.


Setelah 1 minggu acara pertunangan Aleeza, ke3 kakaknya pun telah kembali kenegara B. Dengan rutinitas masing-masing.


Hanya Kai yang masih belum kembali bekerja, dan masih tinggal bersama sang kakek dan Aleeza.


"Aleeza, kakak anterin kamu kuliah ya." Ucap Kai pada sang adik.


"Tidak usah lah kak, lagian aku terbiasa sendiri." Jawab Aleeza dengan santai.


"Pokoknya kakak anterin kamu kuliah. Titik tidak ada penolakan." Ucap Kai tegasnya kai kepada sang adik.


"Yah....Terserah kakak sajalah." Jawab Al dengan ketus.


"Maksa banget sih nih orang"Gumam Aleeza.


...****************...


Akhirnya Kai pun mengantar sang adik kuliah, sesampai dikampus Kai turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Aleeza. Padahal Al sudah melarang sang kakak keluar dari mobil tapi sang kakak keras kepala pakek banget.


Alhasil pagi itu pun dihebohkan dengan Aleeza yang diantar cowok tampan dengan mobil mewah jadilah bahan gosip dikampus dan itu membuat Al malu sekaligus kesal.


"Kak, kan udah Al bilang gak usah turun." Gerutnya Al kepada Kai


"Gak usah didengar lah Al, nanti kalau mulut mereka capek berhenti sendiri." Jawab sang kakak dengan santai.


"Ya sudah, Al masuk dulu ya kak." Ucap Al.


Dia pun melangkah kan kakinya dengan mengehentak-hentakan kelantai itu membuat Kai tersenyum.


"Al ada yang ketinggalan."Teriak sang kakak


"Apa lagi sih nih orang?" Batinya Aleeza "Apaan?" Tanya Aleeza yang juga berteriak dengan kesal.


Kai pun menunjuk pipinya dengan telunjuknyak


Aleeza hanya rolling Eyes yang petanda dia sedang malas.


Aleeza pun menghampiri sang kakak lalu.


Cuup .. Cup ...


Sebuah kecupan mendarat di kedua pipi Kai.


"Belajar yang rajin, jangan mikirin Albian terus."Ledek sang kakak.


"Uummb!! Udah sana minggat." Ucap Al dengan kesal.


Di dalam kelas.


Anak-anak membicarakan Al yang diantar seseorang laki-laki tampan dan menaiki mobil mewah tak hanya itu Al juga memberi kecupan dipipi laki-laki itu. Banyak yang menyayangkannya karena putri kampus mereka ternyata sudah punya pacar.


Banyak yang mengagumi Aleeza ada pula yang tak suka padanya karena selalu menjadi pusat perhatian. merasaka jika Aleeza hanya mencari muka saja.


Hari-hari Aleeza berjalan seperti biasanya tak ada yang istimewa. Dia pun bisa mengtasi gosip-gosip di kampus yang beredar setiap hari untuknya.


Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 sore. Ini waktu Aleeza pulang. Seharin ini Albian tidak menghubunginya sama sekali, karena Albian marah dengan Aleeza. Yang lebih memilih tinggal bersama sang kakek dari pada dirinya.


Sedangkan Albian seharian ini kerjaanya hanya marah-marah kepada bawahannya, salah sedikit dia sudah naik pitam. Membuat johan kewalahan dengan sikap atasannya.


...****************...


"Tuan belum makan siang, Ayo!! Kita makan dulu ya tuan, nanti tuan bisa sakit." Bujuk Johan kepada Albian.


"Aku tidak lapar aku lagi kesal pekerjaan mudah begini tidak ada yang becuus." Ucap Albian sambil memijit pelipisnya.


"Tuan, kita bisa kerjakan setelah makan gimana tuan?" Tanya Johan dengan lembut.


"Johan jangan memaksa ku lebih baik kamu kerjakan semua berkas ini dari pada ceramah di depanku." Ucap Albi kesal sambil menatap tajam Johan.


"Baiik tuan.." Jawab johan patuh, yang mulai takut dengan tuannya ia pun kembali kedalam ruangannya dengan setumpuk berkas.


Sedangkan Aleeza tengah asyik berbelanja di mall bersama sahabnya Lani, karena dia tak ingin pusing-pusing memikirkan Albian yang tak ada kabar seharian ini.


"Kemana sih kamu Al? Seharian bukan ngabarin aku, tanya kabarku apa lah gitu? Kenapa malah gak ada kabar sama sekali?" Ucap Albian kesal sambil menatap layar ponselnya. Dia menanti kabar dari Aleeza, begitupun sebaliknya Aleeza juga menanti kabar dari Albi. Gengsi keduanya luar biasa besar.


Saat Albi hendak berdiri, tiba-tiba tubuhnya hilang keseimbangan dan kepalanya terasa sangat pusing.

__ADS_1


Johan yang melihat tuannya hampir terjatuh pun segerah bergegas menghampiri Albi.


"Tuan, anda baik-baik saja?" Tanya Johan dengan raut wajah cemas.


"Aku tidak apa-apa, cuma pusing saja." Jawab Albi, Samabil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Tuan makan dulu, saya akan beli makanan untuk tuan."Ucap Johan dengan nada sedikit tegas.


"Aku tidak lapar, Johan tolong bawa aku duduk disofa. Aku ingin menyandarkan kepala dulu, setelah itu pasti akan membaik." Ucap Albi dengan lemas.


"Kenapan tuan keras kepala sekali sih?" Ucap Johan dengan kesal.


"Tinggalkan aku johan!!! Aku tambah pusing mendengar ocehanmu itu." Ucap Albi sambil memijiit pelipisnya.


Di dalam ruang Johan menelpon Aleeza, karena sudah tidak tau. Apa lagi yang harus dia perbuat. Untuk membujuk tuannya membuat dia naik pitam, jadi langka terkhir hanya Aleeza.


...****************...


Dalam Telpon.


"Hallo ....Nona Aleeza, ini saya Johan. Nona..." Ucap Johan dengar suara lembut dan sopan.


"Iya, Johan ada apa?" Tanya Aleeza.


"Nona, tolong saya Nona. " Ucap Johan dengan suara memelas.


"Tolong apa Johan?"Tanya Al yang tampak bingung.


"Tuan muda, dari pagi sampai sekarang tidak makan apapun Nona. Dia melewatkan makan siangnya, apa lagi seharian ini dia marah-marah terus kepada para kariawannya." Jelas Johan dengan suara lesunya.


"Terus aku harus apa? Bukanya tuan mudamu memang seperti itu? Kerjaannya marah-marah. aku rasa dia pusing gara-gara kebanyakan marah-marah deh, Johan ." Jawab Aleeza santai.


"Ayolah Nona, bujuk tuan untuk makan, wajahnya sudah pucat kayak mayat hidup Non. Aku tau sifat tuan memang buruk, tapi hatinya tidak seburuk itu Nona." Ucap Johan memelesa.


"Bukan hanya sifatnya aja yang buruk, tapi.. tampilannya benar-benar lebih buruk dari sifatnya. Baiklah aku akan membantumu membujuk siberandal itu". Jawab Aleeza.


"Terima kasih Nona, terserah nona saja mau berkomentar apapun tentang tuan. Yang penting nona mau membujuk tuan Albi." Ucap Johan dengan senyum semringah.


"Sebentar lagi aku kentornya. Sekarng aku beli makanan dulu untuknya ." Ucap Aleeza.


"Sekali lagi, terima kasih Nona." Ucap Johan dengan senang.


Tut.


Aleeza pun memutuskan teloponnya.


"Siapa yang telpon Al?" Tanya Lani.


"Johan Lan, gw pamit pergi dulu ya Lan." Ucap Aleeza.


"Mau kemana?"Tanya Lani lagi kepada Aleeza.


"Ada urusan sama anak Buaya. Gak apa -apa ya Lan? Lain kali aku traktir makan di lestoran mahal." Ucap Aleeza membujuk Lani agar tidak marah.


"Baik lah....Tapi janji ya?" Ucap Lani.


"Iya, byee Lani" Ucap Aleeza. sambil melangkah pergi dan melembaikan tangannya.


...****************...


Aleeza pun segerah pergi dari mall, dia pergi kesebuah lestoran mewah untuk membeli makan. Setalah itu Aleeza pegi ke kantor Albian.


Sesampai disana di mengirim pesan kepada Johan


Isi pesan


"Johan, aku sudah ada di bawah nih."


"Maaf, Nona sedang mencari mencari siapa?" Tanya seorang repsionis kepada Aleeza.


" Saya ingin menemui Albian.."jawab Aleeza dengan santai.


"Tuan muda Albian?" Tanya lagi kariawan wanita itu.


"Iya...." Jawab Aleeza singkat.


"Apa Nona sudah membuat janji dengan Tuan Albi?"Tanya lagi reseosionis wanta itu.


"Tidak...!!" Jawab Aleeza dengan singakat.

__ADS_1


"Nona tidak bisa bertemu tuan Albi, jika tidak membuat janji terlebih dahulu dengan tuan Albian Nona"terangnya Resepsionis tersebut itu kepada Aleeza.


"Oh jadi tidak bisa ketemu ya.. Yasudah saya pul-"Ucapa Al pada Resepsionis wanita itu dengan senyum manis dibibir tetapi belum selesai bicara Johan pun datang.


"Nona maaf, saya membuat Nona menunggu lama." Ucap Johan sambil membungkuk hormat kepada Aleeza dan menatap tajam resepsionis itu.


"Mari saya antar Nona keruangan tuan." Ucap Johan lembut.


"Dan kamu bisa ke HRD sekarang juga meminta gajimu."ucap Johan penuh tekanan kepada Resepsionis itu.


"Appa tidak apa-apa? Aku tidak ada janji sama dia."Tanya Aleeza.


"Nona jangan becanda. Nona calon Nyonya Kyle, mana ada harus ada janji dulu?"Ucap Johan.


"Aku salah apa? Kenapa aku di pecat sama tuan Johan? Apa aku sudah menyingung orang yang salah? Siapa gadis itu"Gumamnya dengan suara bergetar.


Johan mengantar Aleeza keruangan Albian.


"Sialahkan nona masuk kedalam." Ucap Johan.


"Iya, terima kasih ya Johan." Jawab Al.


Tok..Tokk..Tok.


Tidak ada jawab dari Albian. Aleeza bingung harus apa.


"kenapa tidak ada suara sahutan Albi dari dalam ya"Ucap Aleeza.


Akhirnya Aleeza masuk kedalam ruangana Albian.


Cekleekkk membuka pintu perlahan-lahan.


"Albian...."Aleeza memanggil Albi, lalu menaruh makananya di meja.


"Albiiannnn....bangunn!!!" Teriak Aleeza ditelinga Albi.


Albian terkejut dan menarik kasar tangan Aleeza. Menjatuhkan tubuh Aleeza kesofa. Sehingga kini tubuh Aleeza berada dibawah tubuh Albian.


"Aleeza!! Ngapain kamu disini?" Tanya Albian yang terkejut dengan keberadaan Aleeza diruangannya.


"Menyingkirlah dari atas tubuhku, akamu berat sekali." Ucapa Aleeza sambil mendorong badan Albian.


Albian pun segera bangun dan duduk bersandar disofa.


"Makanlah dulu, ini aku udah beli makanan untukmu." Ucap Aleeza.


"Tidak mau...!!"Menyadrkan kepalanya di bahu Aleeza.


"Makan Bi, katanya kamu gak makan dari tadi. Ini ak sudah baik hati membelikanmu makanan mahal begini. Jadi harus dimakan.." Ucap Al dengan suara yang tegas.


"Siapa yang bilang kekamu jika aku tidak makana? Pasti Johan, yang mengadu kepadamu. Iya kan Al??" Tanya Albi sambil memejamkan matanya.


"Jangan banyak tanya, duduk saja yang baik dan makan makananmu?" Ucap Al yang mulai sedikit kesal dengan Albi.


"Ehmm!! Suapin aku ..."Pinta Albian yang suaranya sedikt manja.


"Ogah!! Makan sendiri, kamu bukan bayi dan juga tanganmu baik-baik saja." Jawab Al kesal.


"Suapiinnnn!!! Al, jangan jadi istri durhakaa.." Ucap Albi yang memaksa dengan nada manjanya..


"Masih calon ya.. "Ucap Al dengan sinis.


"Aaaaaa!! Ayo suapin aku. Aaaaa.."Ucap Albi sambil mengangak.


"Ciihh!!! Dasar manja.." Ucap Al.


Akhirnya, Aleeza menyuapi Albian sampai makanannya pun habis tak tersisa.


"Terima kasih Aleeza,"Ucap Albi sambil tersenyum lebar.


"Hmmm!" Jawab Aleeza jutek.



.



Lani Amalia

__ADS_1


Sahabat baik Aleeza di negara A yang selalu membantu Al dan Menemani Al kemana saja. Lani paling suka diteraktir makan di restoran mewah. Lani juga sosok yang mandiri dia tidak kuliah tapi dia memilih bekerja disebuah perusahan kecil. Tak hanya baik hati, dia juga apa adanya. Itulah yang membuat Al menyukainya. Lani tidak pernah perhitungan terhadap temannya .


__ADS_2