
Hujan pun mulai reda, hanya tersisa tintik - rintik saja. Cuaca malam ini manjadi lebih dingin dari malam - malam biasanya.
Didalam Kamar Albian kini tinggalah dia dan Aleeza berdua saja, karena twins dan Arsen menginap dikeluarga Ardana.
"Albi..."Panggil Aleeza dengan suara kecil.
"Ada apa sayang..?"Ucap Albian sambil meminum teh buatan Aleeza.
"Apa kamu tidak berniat untuk menghilangkan bekas cambuka ditubuhmu itu..?"Tanya Aleeza sambil menatap mata Albian.
"Kenapa..?Apa aku terlihat jelek ya dengan bekas luka ini...? Tubuhku jadi seram ya Al."Tanya Albian dan membalas tatap mata Aleeza.
"Bukan begitu Bi, kamu tersinggung ya dengan pertanyaanku..?"Ucap Aleeza yang merasa tifak enak dengan Albian.
"Tidak...!! Aku hanya sekedar bertanya saja sayang. Kamu baperan banget sih Al.."Ucap Albian sambil mengacak - acak rambut Aleeza dengan senyum manis dibibirnya.
"Isshh...Kamu nih, bukan baperan wajahmu yang membuatku serbasalah tau."Ucap Aleeza dengan melipat tangan didadanya.
Albian yang melihat tinggah Aleeza membuatnya terkekeh.
"Iya..Iya..,Maaf jika wajahku membuatmu serbasalah."Ucap Albian sambil mengelus lembut kepala Aleeza.
Dan tiba - tiba lampu kamar Albian mati dan seketika kamarpun menjadi gelap gulita.
"Aaaaaaaahhh....."Terika Aleeza ketakutan dan seketika memeluk Albian.
Tubuh Aleeza bergetar hebar dari ketakutannya dia akan gelap.
"Aleeza, kamu masih saja takut gelap ya. Sampai gemeteran begini."Ucap Albian. Dia pun memeluk Aleeza.
"Gimana ini Bi, aku takut...hikks...hikks.."Ucap Aleeza yang semakin mengencangkan pelukannya.
"Astaga..!! Sayang kau ini sudah menjadi ibu dari 2 anak loh, Jika twins melihat kau begini mereka pasti menertawanmu. Dan ini hanya mati lampu Aleeza, jangan takut ya..!! Kan ada aku disini. Tenanglah.."Ucap Albian yang berusaha menenangkan sang istri. Dan Albian pun megelus pundak Aleeza.
"Albi....Jangan mengejekku.!!Aku tidak suka gelap."Ucap Aleeza dengan suara manja.
"Hmm..Aku tidak mengejekmu. Ya sudah, tunggu aku disini biar aku cek kebawah kenapa bisa mati lampu..?"Ucap Albian dan dia ingin beranjak dari duduknya. Namun Aleeza menariknya kembali.
"Kenapa lagi..?"Tanya Albian yang kembali duduk.
"Jangan tinggalin aku sendiri, aku takut.."Ucap Aleeza dengan mata yang berkaca - kaca.
"Haiiis....Kau ingin ikut kebawah..?"Tanya Albian.
Aleeza hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Terus...?"Tanya Albi kembali.
"Tetap disini dan jangan kemana - mana Bi."Jawab Aleeza.
"Huuufh....."Albian hanya bisa menghela nafas. Dengan sifat Aleeza yang tidak berubah.
"Baiklah, aku tidak kemana - mana. Kita tidur saja ya."Ucap Albian.
Aleeza hanya menganggukan kepala dengan tangan terus menggandeng tangan Albian.
"Ya sudah, ayo kita tidur."Ucap Albian sambil berjalan menuju ranjangnya. Aleeza hanya mengikuti Albian sambil terus berpegangan tangan.
"Ini pertama kalinya Aleeza mau tidur bersama denganku, tanpa protes dan tanpa penolakan. Aku harus berterima kasih kepada orang yang sudah mematikan listrik malam ini, kalau perlu akan kuberi hadiah. Karena malam ini Aleeza mau tidur denganku lagi."Batin Albian.
Albian sangat senang malam ini sedari tadi dia terus tersenyum. Untuk mati lampu jadi Aleeza tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Dan kini mereka tengah tidur bersama berselimut tebal dan Aleeza memeluk Albia tanpa ingin melepaskannya. Albian terus mengelus punggung Aleeza sampai akhirnya Aleeza dan Albian pun tertidur.
...****************...
Keesokan harinya, pukul 05.00 pagi.
Aleeza bangun lebih dulu. Dia mengerjap - ngerjapkan matanya. Dia terkejut melihat Albian mendekapnya.
"Jangan bilang kita begini dari semalam."Batin Aleeza. Wajahnya mulai memerah dan ada perasaan yang dia rasakan dan sulit untuk dia artikan saat ini.
Aleeza berusa bangun, dia berusa menyingkirkan tangan Albian yang memeluk tubuhnya dengan pelan-pelan dan hati - hati. Dia takut membangun Albian, tapi usahanya gagal justru Albian menariknya kedalam pelukannya lagi.
"Jangan kemana - mana sayang, tetaplah seperti ini."Ucap Albian dengan mata yang masih terpejam.
"Dia udah bangun kah..? Tapi kenapa matanya masih terpejam..? Atau dia sedang mengigau..?"Batin Aleeza.
"Bi..Ini sudah pagi, aku harus membantu mama nyiapin sarapan. Dan aku harus segera bangun."Ucap Aleeza dengan suara pelan.
"Hmmm, 5 menit lagi Al. Tidak tapi 10 menit lagi, aku benar - benar masih mengantuk."Jawab Albian dengan posisi yang masih sama.
Aleeza hanya diam pasrah dipeluk Albian.
Dan tak lama kemudian Aleeza tertidur kembali didekapan Albian.
Tepat pukul 06.00 pagi Albian bangun dari tidurnya. Dia membenarkan selimut ditubuh Aleeza. Albian menatap Alezaa dengan senyum manis diwajahnya.
CUP
Albi mengecup kening Aleeza.
Setelah melayangkan sebuah kecupan dikening Aleeza, Albian pun segera pergi kekamar mandi.
Di dalam kamar mandi Albian menatap bekas Luka ditubuhnya.
Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi dan pergi keruang ganti. Aleeza masih nyenyak dengan tidurnya. Albian tidak tega untuk membangunkannya.
Tak..tak..tak
"Selamat pagi semua.."Ucap Albian dengan wajah yang berseri.
"Pagi sayang ..."Jawab mama Abel.
"Dimana Aleeza Bi..?"Tanya kakek Robin.
Albian langsung duduk disamping sang kakek.
"Aleeza masih tidur kek.."Jawab Albian sambil mengambil roti dan mengoleskan selai ke rotinya.
"Kenapa tidak dibangkun sayang..?"Tanya mama Abel.
"Albian tidak tega ma, semalam Aleeza nangis gara-gara mati lampu."Jawab Albian sambil memakan rotinya.
"Ehmm, nangis gara-gara mati lampu..?"Tanya mama Abel.
"Hmmm, dia punya trauma sama gelap."Jawab Albian sambil melihat jam ditangannya.
"Ya sudah, Albian berangkat kekantor dulu ya ma, kek."Ucap Albian sambil dan meminum air putih yang sudah ada dimeja makan.
"Hmmm.."Kakek Robin hanya berdeham saja.
"Iya sayang hati-hati dijalan."Ucap Mama Abel.
__ADS_1
"Hmm, jangan bangunin Aleeza ya ma. Biar dia bangun sendiri saja."Ucap Albian sebelum berangkat kekantor.
"Iya, mama gak akan bangunin kok."Jawab mama Abel.
Albian pun pergi kekantor tanpa berpamitan kepada Aleeza.
...****************...
Pukul 08.30 pagi
"Uughhh...."Tubuh Aleeza menggeliat. Dan perlahan - lahan membuka matanya namu nyawanya masih belum terkumpul penuh.
"Albi..."Panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Dimana Albian..? Kok tidak ada."Ucap Aleeza dan langsung melihat jam dilayar ponselnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat jam diponselnya. Aleeza langsung membulatkan mata dan pergi kekamar mandi.
"Iish...Albi biasa banget deh, kalau dia udah bangun dulu pasti gak bangunin aku. Bikin aku malu saja. Masa bangun jam segini, mantu macam apa aku ini. Aaaaaarggg!!"Aleeza kesal dengan Albian. Dia ngedumel sambil menyikat giginya. Lalu mencuci muka dan tak lupa mandi.
Selesai dengan ritual paginya dia segera turun kebawah menemui sang mama.
Tak..tak..tak..
Mama Abel langsung melihat kearah tangga.
"Sudah bangun sayang..."Ucap mama Abel dengan senyum manisnya.
"Ehmmm, iya mama. Maaf ya ma, Aleeza gak bantuin mama nyiapin sarapan."Ucap Aleeza dengan raut wajah penuh penyesalan dan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa Al. Lagian pagi tadi mama tidak masak kok, cuma sarapan roti saja."Ucap mama Abel.
"Ohh...."Jawab Aleeza dengan senyum canggung diwajahnya.
"Kamu sarapan dulu gih.."Ucap mama Abel.
"Hmm iya ma.."Jawab Aleeza dan pergi membuat sarapan untuk dirinya sendiri yang berupa roti panggang.
Tak lama kemudian dia membawanya keruang makan.
Mama abel datang dan menghampiri Aleeza dia duduk disamping Aleeza. Sedangkan Aleeza sedang menikmati roti bakarnya.
"Aleeza..."Panggil mama Abel.
"Ada apa ma..?"Jawab Aleeza.
"Mama boleh tanya sesuatu sama kamu gak..?"Tanya mama Abel.
"Boleh ma, mama mau tanya apa..?"Jawab Aleeza tersenyum ramah.
"Kamu takut gelapa ya Al..? Kalau mama boleh tau kenapa kamu bisa takut dengan gelap..?"Tanya mama Abel.
"Hmm, iya ma. Karena pengalaman buruk. Dari mana mama tau Aleeza takut gelap..?"Jawab Aleeza.
"Dari Albian tadi pagi. Pengalaman buruk masa kecilkah Al..?"Tanya mama Abel yang sangat penasaran.
"Hmm, bukan ma. Waktu Aleeza kuliah."Jawab Aleeza yang enggan menceritakan penyebabnya dia takut gelap.
"Apa..!! Saat kuliah..?"Ucap mama Abel yang terkejut dengan jawaban Aleeza.
"Apa aku ceritaan saja kemama ya.? Ceritaan saja lah."Batin Aleeza.
"Iya ma..Waktu Aleeza pulang malam dan dikepung sama laki-laki gila, terus laki-laki itu membawa Aleeza ke gang sepi dan..dan..hampir memperkosa Aleeza ma. Tapi untungnya Albian datang dan nolongin Aleeza. "Jelasa Aleeza yang berusa menguatkan dirinya sendir dan menghilangkan keraguannya dengan suara yang sedikit terbatah-batah dan dia berusaha tersenyum seolah-olah sudah melupakan kejadian malam itu.
__ADS_1
Mama Abel sangat terkejut mendengar cerita Aleeza, dia tidak percaya jika Aleeza hampir menjadi korban pelecehan seksual.