
Mansion Keluarga Kyle
Tanpa disengaja dan tanpa direncanakan, dua keluarga besar itu berkumpul dikediaman Kyle. Keluarga Ardan berkunjung kekeluarga Kyle, tanpa memberitahu Robin terlebih dahulu. Disaat itu juga Albian tengah berada di Mansion Utama keluarga Kyle.
"Rama kenapa tidak memberitahuku jika kamu ingin datang kemari"Ucap Kakek Robin.
Namun raut wajah kekecewaan Rama tidak bisa ditutupi meskipun di berusaha berdamai dengan hatinya, tapi masih ada rasa marah, kecewa dan kesal terhadam Albian.
"Ada apa dengan rama? raut wajahnya sedari tadi membuat aku bertanya-tanya, apa ada masalah yang ingin rama sampaikan kepadaku"Batin Kakem Ronin.
"Mari kita ngombrol sambil duduk dulu"Ucap Robin ramah.
"Pelayan tolong siapkan minum dan beberapa cemilan dan juga tolong segera siapakan makan siang untuk kami"Pinta kakek robin
Kake rama yang datang di dampingi olek Kai dan Ken. Sedangkan Kakek robin bersama Mamanya Albi, Alvis , sedangkan ayah albi masih ada dinas di luar Kota, Albi masih dalam perjalanan menuju Manision Kyle.
Dan tanpa basa basi Kai membuka pembicaran terlebiu dahulu.
"Kakek Robin, Aleeza pergi dari Aparteman Albi dan kami tidak tau dimana keberadaan Aleeza sekarang"Ucap Kai menundukan kepalanya memahan amarahnya.
"Tunggu, Ada apa sebenarnya? Pergi kemana? dan kenapa Aleeza pergi?"Ucap Mama Albi bingung.
Keluarga Kyle sontak kebingungan apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tanggal Albi, yang mereka anggap semua baik-baik saja dan sekarang ...
tak..tak..tak..
"Selamat datang tuan Muda" Ucap para pelayan seraya membungkuk memberi hormat
Albi mengabaikannya dan terus berjalan masuk kedalam mansion. Dengan wajah yang penuh luka.
Sempai ruang keluarga, Albian terkejut dengan kedatangan Kakek Rama, Kai dan Ken. Albian mematung. Johan juga terkejut dengan kedatang keluarga Aleeza.
"Albian!!! wajahmu kenapa sayang? mama obatin ya"ucap sang Mama lembut.
"Aku tidak apa-apa mama"
__ADS_1
"Kakek Rama.."Lirih
Kakek rama membuang muka dia tidak sanggup melihat wajah Albi.
"Albi duduk lah sini, kebetulaan kamu datang, bi."Ucap Kakek Robin lembut.
Albi pun duduk didekat sang kakek dan Johan duduk disebelah Albi.
"Apa yang terjadi bi? Apa benar Aleeza pergi, bi?"Tanya sang kakek.
"Kakek, Albi minta maaf kek, Albi tidak bisa menjaga Aleeza dengan baik Albi- hikksss..hikks..., Albi sudah Nyakiti Aleeza. Tapi Albi Sangat mencintai Aleeza, Albi tidak tau harus berbuat apa lagi? Dia pergi tanpa bica ra dengan Albi, "Ucap Albi terseduh-seduh Air matanya terus mengalir membasahi pipi.
Albian pun menceritakan semua apa yang terjadi dengan rumah tangganya tanpa ada yang dia tutup-tupi dari cerita masalah waktu bulan madu sampai yang terjadi masalah Selia. Albi mengakui kebodohannya di dedapan keluarganya dan keluarga Aleeza.
Sontak itu membuat Robin meradang, Kai dan ken tangannya benar-benar sudah gatal ingin memghajar Albi.
Rama yang mendengar cerita Albian membuat hatinya hancur berkeping-keping karena dia memaksa Aleeza menikahi Albi demi persahabatan dan mengingat pengorbanan Keluarga Albi kepada Alm. Sang Anak . Dia dengan berat hati menjodohkan cucu perempuan kesayangannya dengan Albian, yang dia yakini Albi adalah sosok laki-laki yang bisa membuat cucunya bahagia. Namun apa yang dia terima saat ini adalah kehancurah kehidupan Aleeza.
"Kakek, Albi minta maaf kek, Kakek boleh hukum Albian tapi Albian tidak mau bercerai dengan Aleeza. Albi tidak mau pisah dengan dia. Hukum albi tidak apa-apa Albi akan terima kek."Ucap Albi kepada Kakek Robin.
Robin masih tertegun dengan apa yang telah Aleeza Alami. Dua tidak tau harus berkata apa kepada lelaki yang tengah bersimpuh dibawah kakinya ini.
"Kenapa Perempuan itu masih mengusik putraku, bahkan menghancurkan hidup putraku untuk kedua kalinya, Dan kau Albi kenapa masih peduli dengan setan itu."batin Sang Mama, hatinya hancur sehancur-hancurnya melihat putranya yang sangat kacau dan kehilangan menatu yang dia sangat sayangi.
"Alvis bawakan cambuk kemari"Ucap Johan dengan suara yang bergetar.
Alvis terkejut sang kakek mengeluarkan cambuk itu lagi, tapi dia tau kesalahan saudaranya sudah keterlaluan.Alvis pun mengambil cambuk dan memberikannya kepada sang kakek.
"Ini kek .."
Robin pun mengambil cambuk yang diberikan Alvis.
"Albi, kau tau kesalahanmu sudah fatal, meskipun aku mencambukmu sampai kau mati, kau tidak akan bisa menebusnya Albian kyle."Ucap robin tegas
Cttaasssss.....Ctttaaasss..Ctaaaaaassss
Sang mama hanya bisa menangis melihat putranya dicambuk didepan keluarga Ardana.
__ADS_1
"Hiikkkkss..hikkssss, Alvis...."lirih sang mama
Alvis pun memeluk sang mama.
"Jangan lihat mah, Albi memang salah ma, mama tenang ada Alvis disini. Alvis akan membantu Albi mencari Aleeza sampai Aleeza ketemu kembali ke keluarga Kyle.
Sedangkan Kakek Rama, Ken dan Kai yang melihat sedikit ngeri. Karena Robin mencambuk cucunya dengan begitu keras terlihat jelas wajah kekecewannya dan amarah dimata Robin..
Rama memalingkan wajahnya ada perasaan tidak tega dihatinya melihat Albian yang sudah lemas. Sedangkan Ken dan Kai masih terus menatap tajam Albi tanpa ada rasa iba sedikit pun dihatinya.
Melihat sang putra yang sudah terkulai lemas membuatnya sangat khawatir.
"Ayah, Sudah yah Albi sudah lemas Yah, Aku mohon cukup jangan cambuk lagi"Ucap Mama Albi memohon kepada sang Ayah.
Namun Robin tidak menggubris ucapan sang anak dia terus mencambuk Albian. Sampai Albi tidak sadarkan diri.Johan tidak tege melihat Albi. Alvis merasa iba dengan Albi.
"Cukup Robin, dia cucumu. Apa kamu ingin membunuhnya? Alvis bawa Albi kerumah sakit obati luka-lukanya" Ucap kakek Rama.
Ken dan Kai hanya melihat tanpa ada rasa ingin membantunya.
Robin hanya diam melihat sang cucu yang sudah tidak sadarkan diri.
"Bawa dia Alvis , aku tak ingin melihatnya "Ucap Robin dengan suara beratnya. Meski hatinya sakit karena mencambuk Albian untuk yang pertama kali setelah dia tumbuh dewasa. Terakhir Albian mendapatkan cambukan saat dia masih duduk dibangku SMA, Saat itu Albian sempat tidak sadarkan diri 3 hari. Sekarang Albian lebih parah hukumannya dari pada sebelumnya.
"Aku minta maaf rama, aku gagal mendidik cucuku, aku tidak tau bagaimana untuk menghadapimu rama, maaf saja tidak akan cukup untuk menebus kesalahan Albi."Ucap Rama lirih.
"Sudahlah Robin, Aleeza tidak memintamu untuk membunuhnya, Ambil ini, menyodorka surat kepada Robin.
"Apa ini?"
"Surat yang ditulis Aleeza untukku, Robin".
Robinpun membaca surat itu.
"Dia anak yang baik Rama, dia tidak pantas untuk Albi, Aku setuju dengan keputusan dia menceraikan Cucuku. Aku sangat malu denganmu aku tidak tau harus bersikap bagaimana dengan gadis seperti Aleeza?hmm...
aku akan bantu kamu mencarinya.
__ADS_1
"Tidak perlu mencarinya, Kemauan dia ingin pergi dan bersantai dia tidak ingin aku mencarinya Robin. Dan masalah dia menceraikan Albian aku pasrahkan kepadanya Robin. Aku hanya mau cucuku bahagia itu saja mauku, Dia cucu perempuanku satu-satunya."ucap Rama lirih .