Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Tidak Akan Menyakiti Nirmala


__ADS_3

Liam mengira bahwa Oliver selalu tulus dan mempercayainya, tapi dia tidak menyangka...


Liam tiba-tiba mencibir, "Aku tidak memberi tahu Kakak bahwa hari itu aku sedang ada urusan kerja, jadi sudah jelas kenapa Kakak bisa tahu!"


Jika bukan karena Nirmala menceritakan semua ini, dia tidak akan tahu bahwa ternyata Oliver diam-diam mewaspadainya.


Tidak hanya itu, dia khawatir Oliver tahu dengan jelas semua yang dia lakukan.


Jadi, siapa yang mengkhianatinya?


Apakah asistennya, Lukas?!


Tidak, tidak mungkin!


Lukas tidak tahu tentang kerja samanya dengan Yanti, tapi...


Jika Lukas adalah mata-mata dari Oliver, tidak sulit baginya untuk memeriksanya.


Memikirkan hal ini, entah kenapa hatinya merasa jengkel.


Dia bahkan belum secara resmi mencari perhitungan dengan Oliver, tapi Oliver malah yang memulai duluan.


Awalnya, dia membuat alasan ini agar Nirmala menjauhi Yanti, tapi dia tidak menyangka bisa memperoleh rahasia tentang Oliver dari mulut Nirmala.


“Kali ini, kamu seharusnya sudah percaya padaku, kan?!” kata Liam dengan senyum masam.


Mendengar apa yang dikatakan Liam, Nirmala menjatuhkan dirinya ke pelukan Liam dan berkata dengan yakin, "Aku percaya padamu dengan semua yang kamu katakan. Aku hanya tidak ingin kalian berdua saling mencurigai!"


"Nirmala, bukan karena kami bersaudara saling mencurigai, tapi karena kami dilahirkan di keluarga seperti itu dan kami juga tidak berdaya," kata Liam tak berdaya.

__ADS_1


"Apakah kakak benar-benar begitu takut padamu?" lanjut Nirmala.


"Nirmala, tidak peduli apa yang terjadi kelak. Kamu harus berpihak padaku, ya? Aku tidak percaya pada siapa pun di dunia ini. Aku hanya percaya padamu. Jadi, aku harap Nirmala kamu juga percaya padaku." kata Liam dengan makna tersirat sambil memeluk Nirmala.


Nirmala mengangguk dalam pelukan Liam dan menjawab dengan sangat serius: "Ya, dalam hidup ini, aku hanya akan mempercayaimu."


"Nirmala, dengarkan aku. Yanti adalah wanita Kakak, menjauhlah darinya. Kelak, tidak peduli apa yang dia katakan, jangan percaya. Hati kita harus selalu bersama!" kata Liam dengan suasana hati buruk.


Nirmala mengangguk lagi, masuk ke pelukan Liam, membenamkan wajah di dadanya dan menjawab dengan lembut, "Ya!"


Hanya……


Apa yang ada di benaknya adalah jika Yanti wanita Oliver, apakah Safira tahu tentang itu?


Sebenarnya, untuk seorang pria sekaya dan setampan Oliver, banyak wanita berbondong-bondong ingin ikut dengannya, jadi sangat wajar dia pria playboy.


Nirmala ingat dengan jelas bahwa ketika dia muncul di depan Oliver sebagai "Suzzana", dia seharusnya tidak tahu identitasnya!


Selain itu, Oliver juga tergila-gila pada "Suzzana". Karena itu, sangat wajar kalau Yanti juga wanitanya.


Jalan ini dipilih oleh Safira sendiri.


Nirmala tiba-tiba merasa beruntung karena dia tidak menyimpan liontin giok Oliver, jika tidak, yang harus khawatir saat ini adalah dirinya.


Untungnya, setelah itu dia menemukan Liam yang begitu baik terhadapnya.


Nirmala dengan senang hati tenggelam dalam kelembutan Liam dan berharap kelembutan ini bisa menjadi tempat yang aman untuk hidupnya.


"Kamu mandi dulu, aku masih ada urusan lain, jadi harus keluar dulu." bujuk Liam.

__ADS_1


Nirmala keluar dari pelukan Liam dan mengangguk patuh.


Tepat ketika Nirmala pergi mandi, Liam berjalan keluar sambil mengangkat ponsel dan memanggil Yanti keluar.


Di cafe lantai dasar hotel, Liam duduk dengan kaki bersilang sambil memegang ponsel di tangannya. Dia memandang Yanti yang duduk di seberangnya dengan acuh tak acuh dan berkata, "Yanti, kelak kita hanya punya hubungan kerja saja."


“Liam, apa maksudmu?” Yanti tercengan dan menarik napas dalam-dalam.


Liam sedikit mengernyit, "Aku pernah bilang, aku tidak ingin Nirmala tahu keberadaanmu. Dan hari ini, apa yang telah kamu lakukan?"


"Aku..." Yanti ragu-ragu, berhenti sejenak dan kemudian menjelaskan, "Liam, kamu tidak mungkin bisa menyembunyikan keberadaanku dari Nirmala selamanya. Daripada menyembunyikannya, bukankah lebih baik membiarkanku hidup rukun dengannya?"


"Hidup rukun?!" Liam tiba-tiba mencibir, "Apakah Ibuku dan Ibu Kakakku pernah hidup rukun?"


“Liam, aku mencintaimu, percayalah padaku. Aku tidak akan menyakiti Nirmala!” kata Yanti tegas.


Liam tidak setuju, dia bangkit dan ingin pergi.


Yanti terpaksa mengancam tanpa ragu-ragu, "Jika kamu ingin putus denganku, apakah kelak kamu tidak takut aku tidak bekerja sama denganmu lagi?"


“Jika kamu tidak mau, kurasa kakakmu pasti mau.” Liam menatap Yanti dengan yakin.


Yanti tercengang dan tiba-tiba sadar.


Ternyata rencana mereka telah diketahuinya!


Karena tidak bisa memakai cara keras, Yanti terpaksa mamakai cara lembut.


Yanti berdiri dan menjelaskan dengan cemas: "Liam, aku salah, aku tidak ingin kita hanya punya hubungan kerja, biarkan aku terus..."

__ADS_1


__ADS_2