
Nirmala tahu dirinya tidak sepintar Hendra, jadi dia tidak perlu menggunakan cara yang sulit untuk mendapatkan bukti. Dia hanya perlu mengambil sedikit obat dari Klub Cinta lalu membius Hendra, mendapatkan bukti saat dia dalam keadaan setengah sadar, lalu menyerahkannya pada polisi.
“Kenapa tidak berbicara?” tanya Fernando dengan penuh makna tersirat.
Nirmala kembali sadar, lalu menolak dengan tegas, “Aku tidak dekat dengan Tuan Wilson!”
“Oh, kalau begitu, kita tidak bisa melakukan transaksi ini!” Fernando merasa disayangkan.
Nirmala berusaha untuk melakukan negosiasi sekali lagi, dia berkata dengan wajah serius, “Kamu boleh meminta syarat lain padaku!”
“Syaratku hanya satu ini, kalau kamu tidak menerimanya, kamu boleh pergi sekarang!” Fernando mengangkat bahunya.
Nirmala tak berdaya, dan setelah ragu-ragu, dia akhirnya menyetujui permintaan Fernando.
Keduanya pun melakukan kesepakatan, Fernando tertawa penuh kemenangan, sedangkan Nirmala membawa tasnya, lalu bangkit dan pergi.
Kesepakatan mereka adalah asalkan Nirmala mampu menghentikan polisi menutup Klub Cinta, maka Fernando akan memberikan obatnya.
Setelah meninggalkan Klub Cinta, Nirmala berpikir sejenak, lalu berjalan ke sebuah pondok telepon, memasukkan uang logam dan menelepon Oliver.
Setelah melakukan panggilan kelima, Oliver baru menjawab panggilannya.
Tidak menunggu Oliver berbicara, Nirmala langsung berkata, “Halo Tuan Wilson, aku Suzzana.”
__ADS_1
Oliver yang mendengar suara ini sedikit terkejut, jelas ini adalah suara Nirmala, kenapa dia menggunakan nama “Suzzana” untuk menelepon dia?
Oh ya, Nirmala masih tidak tahu bahwa dia telah mengetahui identitas Suzzana yang sebenarnya, jadi sekarang dia tidak akan membocorkan hal ini, dia ingin melihat apa yang ingin Nirmala lakukan.
“Ada apa mencariku?” Oliver berpura-pura berkata dingin dan bersikap angkuh.
Nirmala mengangkat alisnya, dia sama sekali tidak sadar bahwa Oliver telah mengetahui identitasnya.
“Mengenai masalah Klub Cinta yang akan segera ditutup, apakah Tuan Wilson bisa membantu?” tanya Nirmala dengan suara rendah.
Oliver duduk di kantor direkturnya, menjawab telepon sambil berpikir.
Karena pulang ke Surabaya selama beberapa hari, pekerjaannya menjadi terbengkalai dan sekarang dia harus sibuk dan lembur untuk mengurus dokumen.
Nirmala tidak menjawab untuk waktu yang lama, dan hanya menjawab dengan tak berdaya, “Kelihatannya Tuan Wilson tidak ingin membantu, kalau begitu permisi dulu karena telah mengganggumu.”
“Kamu harus memberikan imbalan kalau ingin meminta bantuanku, setelah membantumu, apa yang bisa kudapatkan?” Oliver menjawab dengan tenang.
Apa yang ingin dia lakukan?
Nirmala tidak mengerti apa yang diinginkan Oliver, tapi setelah berpikir dengan seksama, dia pun mengerti. Oliver tidak kekurangan apa pun, dia hanya seorang penyanyi di klub malam, apa yang bisa dia berikan kepadanya?
Satu-satunya yang bisa dia berikan adalah tidur dengannya.
__ADS_1
Safira dan Yanti adalah wanita Oliver, apakah Oliver masih kekurangan wanita?
Begitu Nirmala terpikir Oliver begitu berhasrat padanya setiap saat mereka bertemu, dia pun merasa takut.
Nirmala telah banyak salah saham terhadap Oliver, tapi Oliver sama sekali tidak menyadarinya, bahkan kalau Oliver menyadarinya, dia juga tidak akan peduli karena dia tahu Nirmala sudah bukan miliknya.
“Tuan Wilson, anggap saja aku berhutang budi padamu, bolehkah kamu membantuku?” Nirmala berusaha menghindari topik tersebut.
Oliver sengaja menggodanya, “Aku seorang pebisnis, seorang pebisnis tidak akan membiarkan pelanggannya berhutang budi padanya.”
“Tuan Wilson, aku hanya seorang penyanyi di klub malam! Tidak ada yang bisa kuberikan padamu. Aku meneleponmu hari ini hanya ingin mencoba saja, mungkin kamu bisa membantuku, tapi kelihatannya aku terlalu percaya diri!” kata Nirmala sambil mengernyit.
Oliver menjawab dengan dingin, “Tentu saja ada yang bisa kamu berikan padaku, malam ini tidak ada wanita yang menemaniku. Kamu datang ke kantorku di gedung Pamungkas, puaskan aku malam ini, maka aku akan membantumu.”
Eh? Oliver sudah pulang ke Bandung? Tapi, pria ini benar-benar ...
Nirmala semakin marah begitu mendengar perkataan Oliver, tapi kenapa dia harus marah? Bukankah sekarang dia sedang meminta bantuannya.
Nirmala mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan hatinya, lalu berkata, “Bukankah Tuan Wilson hanya ingin ada wanita yang menemanimu, tidak masalah! Silakan Tuan Wilson tunggu di kantor malam ini!”
Selesai berkata, Nirmala langsung menutup telepon.
Butuh ditemani wanita, bukan?
__ADS_1