
Mereka berdua jarang berbicara dan hanya bertemu saat akhir pekan. Kenapa dia harus menyukai dirinya? Alangkah baiknya kalau dia tidak menyukai dirinya ... setidaknya saat ini dia masih bisa hidup dengan baik.
“Plak,” Nirmala menutup album foto, mengeluarkan kertas tempel dan meninggalkan nomor ponselnya pada ayahnya Daniel.
“Ini nomor ponselku, saat Daniel dikebumikan, Paman boleh meneleponku. Aku pasti akan membawa gadis itu untuk bertemu dengan Daniel untuk terakhir kalinya!” kata Nirmala dengan suasana hati berat.
Ayahnya Daniel mengambil kertas bertuliskan nomor ponsel sambil menghapus air mata di pipinya, lalu mengantar Nirmala keluar.
Nirmala membawa pergi album foto tersebut.
Bagaimana rasanya diam-diam mencintai seseorang, dia dapat merasakan segala kepedihan melalui album foto ini. Dia juga mengerti seberapa dalamnya perasaan cinta Daniel terhadap dirinya.
Daniel begitu menyukainya, saat kematian, orang yang ada di benaknya hanya ada Nirmala seorang, dia bahkan tidak peduli dengan siapa yang mencelakainya.
Dia menggunakan napas terakhirnya untuk menghargai saat-saat berduaan bersama Nirmala. Cinta yang begitu dalam ini membuat Nirmala terbeban, lebih-lebih memberi dorongan kepada Nirmala untuk membawa pelakunya ke pengadilan.
__ADS_1
Nirmala bersumpah pasti akan menangkap Hendra. Nirmala berkata bahwa dia akan pulang ke Bandung, Oliver khawatir pada Nirmala dan ikut pulang bersamanya. Sedangkan Safira ditinggal seorang diri di kediaman Pamungkas.
Setelah pulang ke rumah, Nirmala menelepon Liam, tapi Liam malah memberitahunya bahwa dia masih berada di perjalanan kerja di luar kota.
Nirmala tahu Liam sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi, dia tidak ribut-ribut dengan Liam dan bersedia dengan tenang menunggunya pulang.
Waktu panggilan tidak sampai lima menit. Setelah menutup panggilan, Nirmala menatap layar ponsel dan tertawa getir.
Liam setiap kali pasti berjanji akan menemaninya setelah menyelesaikan kesibukannya, tapi setelah itu, Liam hanya menemaninya sebentar lalu mulai sibuk dengan pekerjaannya lagi.
Nirmala kadang kala merasa bahwa dirinya yang menyebabkan Liam merasa terbeban karena Liam pasti ingin memberinya kehidupan yang lebih baik. Sebenarnya, Nirmala ingin memberi tahu Liam bahwa dirinya juga bisa bekerja dan menghasilkan uang, tapi Liam tidak memperbolehkan dia untuk bekerja di luar.
Nirmala langsung mencari Fernando, dan Fernando pada saat ini juga sedang stres gara-gara Klub Cinta harus ditutup dan dibenahi untuk sementara waktu. Awalnya Fernando tidak ingin menghiraukan Nirmala, tapi setelah bertemu Nirmala, dia teringat pada seseorang. Oleh karena itu, sikapnya terhadap Nirmala berubah total.
“Oh, Suzzana! Kamu pasti masih berhubungan dengan Tuan Wilson, bukan?” Fernando menyuruh pelayan lain untuk membuatkan minuman untuk Nirmala lalu meminta Nirmala untuk duduk di sofa dan berbincang.
__ADS_1
Setelah duduk, Nirmala langsung mengungkapkan maksud kedatangannya pada hari ini tanpa banyak basa-basi, “Aku ingin mengambil sedikit ‘obat’ di tempatmu, aku tahu kamu pasti punya!”
Tidak semua wanita di Klub Cinta rela menjual diri, tapi banyak pelanggan yang diam-diam membius dan menjual wanita-wanita itu. Dan juga, tidak semua kakak pembimbing sebaik Merry, sepenuh hati melindungi gadis-gadisnya.
Nirmala tidak lama bekerja di Klub Cinta, tapi dia juga mengetahui hal-hal kotor seperti ini.
Begitu Merry pergi, Bos Kesepuluh langsung memberhentikannya dari Klub Cinta, dan ini mungkin adalah salah satu alasannya.
Bos Kesepuluh takut dia diatur untuk mengikuti kakak pembimbing lainnya dan dicelakai oleh mereka.
Begitu melihat Nirmala menginginkan obat semacam itu, Fernando mengambil kesempatan untuk melakukan transaksi dengan Nirmala.
“Kalau kamu bisa membantuku untuk menghentikan polisi menutup bisnis Klub Cinta, aku akan memberikan obatnya!” Fernando berkata dengan semangat.
Nirmala mengerutkan kening, Fernando ingin dia memanfaatkan hubungannya dengan Tuan Wilson untuk menyelesaikan masalah ini, dan Tuan Wilson yang dimaksud tentu saja adalah Oliver.
__ADS_1
Nirmala tidak ingin meminta bantuan pada Oliver, lebih tepatnya, dia tidak ingin berjumpa dengan Oliver. Cara yang digunakan Oliver dalam mengurus kasus Daniel telah membuat dia kecewa. Hasil pemeriksaan polisi tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Hendra yang mengatakan bahwa dia yang mencari preman untuk memukul Daniel, tapi hasilnya .... Kejadian ini telah menjadi simpul di hati Nirmala.
Hendra lumayan pintar karena mampu melepaskan diri dari tindak kejahatan yang telah dilakukannya.