
“Kak, kamu benar-benar tidak tahu malu!”
Nirmala tidak dapat menahan diri lalu memarahinya.
Oliver langsung tersadar dari mimpi indahnya, ‘Efek obatnya sudah hilang!’
“Katakan, apakah kamu melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya padaku tadi malam?” Nirmala berkacak pinggang dengan satu tangan, tangan lainnya mengangkat gelas kaca, dan bertanya pada Oliver.
Oliver mengelap air di wajahnya, mengangkat tangan dan berkata, “Aku bersumpah, semalam aku tidak melakukan apa pun.”
“Kalau begitu, bantu aku memberikan pelajaran kepada Bos Klub Cinta itu!” kata Nirmala dengan marah.
Oliver mengangkat alisnya dan menyeringai, “Baik, aku akan melakukan apa pun yang kamu inginkan, tapi sepertinya kamu harus meletakkan gelas kaca di tanganmu terlebih dulu, bukan? Jangan sampai tidak hati-hati dan melukai orang!”
“Tidak!” Nirmala benar-benar marah besar.
Dia merasa diri sendiri terlalu sial, tidak hanya diganggu Hendra, Fernando, bahkan Oliver juga mengganggunya!
“Kalau begitu, aku pergi ganti baju dulu.” Oliver tersenyum dengan paksa, lalu bangkit dari kursi secara perlahan.
Ternyata Nirmala yang biasanya pendiam juga ada saatnya marah ...
Melihat Oliver pergi ganti baju, Nirmala hanya bisa meletakkan gelas di tangannya dan mengangkat sayur yang telah dia masak.
Sambil melihat masakan yang ada di piring, Nirmala tiba-tiba muncul pikiran untuk mengerjai Oliver, dia menambahkan saus cabe dalam jumlah banyak di atas masakan tersebut.
__ADS_1
Nirmala telah menyajikan masakannya di atas meja ketika Oliver selesai berganti pakaian.
“Kak, ayo makan siang!” Nirmala tersenyum.
Oliver sedikit terkejut dengan sikap Nirmala yang agak aneh. Barusan Nirmala masih marah besar, kenapa saat ini dia sudah tersenyum padanya?
Oliver duduk di kursi sambil menatap Nirmala dengan wajah kebingungan.
Nirmala mengambilkan sendok untuk Oliver, wajahnya tersenyum cerah.
Oliver mengambil sendok dari tangan Nirmala dengan perasaan curiga, dia merasa ada sesuatu yang aneh, tapi tidak tahu di mana.
Nirmala mengambilkan sayur untuk Oliver, lalu mendesak, “Kak, ayo segera dicicipi!”
“Baik!” Oliver mengangguk lalu langsung menyantap sayur yang diberikan Nirmala.
Oliver kepedasan hingga daun telinganya memerah, lidahnya juga kesakitan, tapi dia tetap harus menelannya.
Nirmala juga mengambil sayur dan memakannya dengan santai, tapi bagian sayur yang dia makan itu tidak ditambah saus cabe.
Melihat Nirmala tidak memiliki reaksi apa pun saat memakan sayur tersebut, Oliver langsung menyadari bahwa ada masalah pada masakan tersebut.
“Kak, makan yang banyak!” kata Nirmala sambil tersenyum.
Oliver tersenyum penuh pengertian, mengambil sayur di bagian yang diambil Nirmala. Ternyata benar, sebagian pedas dan sebagian tidak pedas.
__ADS_1
Melihat Oliver menyadari trik yang dimainkannya, Nirmala pun merasa bosan, dan senyumannya pun perlahan menghilang.
Oliver merasa penuh kemenangan, ternyata Nirmala masih memiliki niat untuk marah.
Selesai makan, sayuran yang dihabiskan hanya setengah karena setengah lainnya terlalu pedas dan tidak bisa dimakan.
Oliver mengambil tisu dan membersihkan bibirnya, dia melihat ekspresi wajah Nirmala terlihat tidak senang, dia lalu berkata, “Katakan saja, kamu ingin bagaimana memberi pelajaran pada Fernando!”
“Kak, kamu mengenal Fernando?” Nirmala terkejut.
Oliver menjawab dengan dingin, “Tidak terlalu kenal, aku hanya tahu orang yang bertanggung jawab di Klub Cinta adalah seorang pria bernama Fernando saja.”
Awalnya, Nirmala ingin Klub Cinta tutup sepenuhnya, tapi setelah memikirkan bahwa kalau Klub Cinta ditutup, maka ada banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Jadi, akhirnya dia memutuskan untuk memberi pelajaran pada Fernando seorang saja.
“Baiklah, beri dia pelajaran seperti bagaimana caranya dia menjebakku!” Nirmala menyeringai.
Oliver tentu akan melakukan apa yang diinginkan Nirmala. Waktu pulang kerja di perusahaan kebetulan adalah waktu masuk kerja di Klub Cinta. Oliver membawa segerombolan orang menemani Nirmala ke Klub Cinta.
Melihat situasi ini, Fernando tahu mereka datang untuk mencari dirinya, dia segera tahu diri dan mengambil satu kotak obat yang diinginkan Nirmala.
“Nirmala, aku telah menepati janjiku, ini kuberikan padamu.” Fernando memberikan sekotak obat ke tangan Nirmala.
Nirmala mengeluarkan satu butir obat darinya dan memberikan kepada Fernando, “Makan ini!”
“Tidak perlu, aku tidak makan obat ini!” Fernando tersenyum, tatapannya tertuju pada Oliver.
__ADS_1
Oliver duduk dengan kaki bersilang dan bersandar dengan malas di sofa, tangannya menopang pada pipinya dan terus menatap Fernando.