Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Berteman


__ADS_3

Sanny melirik Nirmala sekilas, lalu menjawab, "Kehidupan pernikahanmu mungkin tidak akan berjalan dengan baik di masa depan!"


“Tapi tidak ada orang yang punya kehidupan pernikahan yang sempurna!” Nirmala tersenyum dengan penuh pengertian.


Sanny segera menyimpan kartunya, lalu membalas perkataan Nirmala dengan ekspresi acuh tak acuh, "Hal semacam ini akan menjadi kenyataan jika kamu mempercayainya, begitu juga sebaliknya. Baguslah jika kamu tidak percaya!"


Namun, di detik berikutnya, Sanny mengubah ekspresinya, entah dari mana dia mengeluarkan gelang tangan berwarna merah dan meletakkannya di depan Nirmala.


Nirmala melihat gelang tangan yang memiliki pola yang rumit dan indah itu, kemudian bertanya, "Gelang tangan ini sangat indah, kamu beli di mana?"


“Aku merajutnya sendiri dan telah didoakan! Ini khusus untuk menghilangkan nasib buruk. Karena pernikahanmu tidak berjalan dengan baik, apa kamu ingin beli 1 untuk menghilangkan nasib buruk dalam pernikahanmu?" Sanny menyipitkan mata dan bertanya dengan acuh tak acuh.


Sebenarnya, dia yang merajut sendiri gelang penyelamatnya itu, tetapi dia merasa bahwa gelang yang dirajutnya itu tidak berkelas dan takut penyelamatnya itu tidak menyukainya, jadi dia berbohong padanya bahwa gelang itu dirajut oleh seorang pengrajin terkenal.


Nirmala mengambil gelang itu dan langsung mengenakan di tangan kirinya, lalu bertanya: "Berapa?"


“Begini saja, kamu traktir aku makan dan aku akan memberi gelang ini secara gratis padamu!” Sanny tersenyum tipis.


Nirmala tidak bisa menahan tawa dan berkata, "Demi gelang cantik ini, aku akan mentraktirmu makan kali ini."


“Kamu gampang banget dibohongi?” Sanny mengerucutkan bibirnya dan berkata sambil bercanda.


Setelah mengenakan gelang, Nirmala mengangkat tangannya dan menunjukkannya kepada Sanny dengan senyuman cerah, "Demi gelangmu yang cantik ini, aku rela dibohongi!"


Sebenarnya, Nirmala juga tidak tahu mengapa dia begitu suka dengan gadis ini.


 Sedangkan, saat Sanny bertemu dengan Nirmala, dia telah mencium aroma harum yang ringan dari tubuh Nirmala, dan aroma ini sangat mirip dengan aroma gelang dari rambut sang penyelamatnya itu.


"Kita temenan yuk, namaku Sanny, tahun ini usiaku 17 tahun 6 bulan!" Sanny kemudian memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya kepada Nirmala.


Nirmala memandangi tangan Sanny, lalu memegangnya tanpa ragu-ragu, dan berkata sambil tersenyum, "Halo, aku Nirmala, umjrku 1 tahun lebih tua darimu!"

__ADS_1


“Apa gadis-gadis desa seperti kalian selalu menikah di usia muda?” Sanny bertanya dengan acuh tak acuh.


Nirmala tidak keberatan Sanny menyebut dirinya sebagai "gadis desa", karena dia tidak merasa bahwa orang yang berasal dari desa lebih rendah dari orang lain, dan dia juga tidak merasa bahwa Sanny merendahkannya.


Karakter Sanny memang lugas dan periang, tapi dia tidak memiliki niat jahat.


Nirmala sangat rendah hati, dia menjawab dengan senyum lega, "Bisa dikatakan begitu! Tapi belum tentu, itu ditentukan oleh faktor pribadi."


“Saat kamu tidak punya uang, apa kamu akan menyusahkan diri sendiri untuk dijadikan wanita simpanan oleh pria tampan dan kaya?” Sanny tiba-tiba bertanya dengan sedih.


Nirmala tertegun sejenak, dia menatap wajah kekanak-kanakan Sanny yang sedikit tembem, dan menjawab dengan lugas, "Tidak!"


Dia memang memiliki pengalaman terdesak dan membutuhkan uang. Namun, pada saat itu, dia memilih untuk kencan buta, kemudian menikah dan menggunakan mas kawin untuk membayar utang orang tuanya.


Itu adalah cara paling ekstrim yang dia gunakan. Namun, jika pada saat itu ada pria yang sudah menikah, kaya dan tampan ingin menjadikannya sebagai wanita simpanan, dia akan menolaknya tanpa ragu-ragu.


Mungkin, setiap orang memiliki pendekatan, konsep, dan latar belakang yang berbeda dalam menghadapi masalah yang sama.


Saat itu, dia hanya punya satu pilihan, dan hanya punya satu jalan pintas itu saja.


Ayah kandungnya dan istri sah dari ayah kandungnya yang memaksanya menempu jalan buntu ini.


“Jika pada saat itu Ibumu sedang sakit kritis dan membutuhkan uang untuk menyelamatkan nyawa. Ditambah, pada saat itu hanya ada seorang pria yang akan memberimu begitu banyak uang sekaligus, apa kamu masih akan menolaknya?” Sanny bertanya dengan memaksa, ada cahaya redup yang tak terkatakan di matanya, seolah sedang menceritakan kepedihan di hatinya.


Nirmala terkejut, dia menatap mata Sanny, sikapnya tidak lagi setegas sebelumnya, "Aku, aku tidak tahu...tapi...aku pikir...seharusnya bisa didiskusikan...bisa meminjam dari pria itu, belum tentu harus menjadi wanita simpanan..."


Sanny sedikit melebarkan matanya, dan setelah tatapan mereka saling bertemu, dia mencibir, "Heh, jika bisa didiskusikan, pria itu tidak akan mengajukan permintaan seperti itu."


Nirmala menurunkan pandnagannya dan terdiam sejenak.


“Kita harus sering kontak kedepannya, oke?” Gaya bicara Sanny berubah, tiba-tiba tidak kelihatan begitu sedih lagi.

__ADS_1


Nirmala kembali menatap Sanny, lalu tersenyum dan mengangguk.


Akhirnya mereka berdua saling bertukaran nomor telepon.


Setelah makan siang, Nirmala menemani Sanny untuk duduk sebentar di restoran, baru kemudian mengantar Sanny kembali ke sekolah.


Sebelum pergi, Sanny berkata kepada Nirmala dengan wajah serius, "Kamu orang pertama yang mau berteman denganku, dan aku akan menghargaimu!"


“Yah, aku akan menghargaimu juga.” Nirmala melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Sanny juga tersenyum, dia menggendong tas sekolahnya berbalik dan berlari ke gerbang sekolah.


Nirmala memperhatikan Sanny berjalan ke sekolah, dan pada saat yang sama dia merasa bahwa Sekolah Santa ini benar-benar jauh lebih besar daripada SMA-nya di Montong.


Setiap orang memiliki kehidupannya sendiri, tetapi dia tidak akan menjadi terpuruk karena bernasib buruk.


Dia juga pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi dia tidak menyerah begitu saja.


Di Gedung Royal Mars.


Di kantor manajer utama, Liam merasa sangat tidak senang ketika mengetahui bahwa Kakaknya telah menyerahkan proyek 1 miliar kepada Pamannya.


Sebelumnya, jika ada proyek miliaran, perusahaan pusat akan membiarkan manajer utama anak perusahaan membawa timnya untuk mengikuti tender, dan pemenang tender yang memenuhi syarat yang akan bertanggung jawab untuk proyek itu.


Namun, mengapa Kakaknya yang masih belum resmi menduduki jabatannya itu sudah langsung memberikan proyek tersebut kepada Pamannya?


Liam merasa tidak puas, tetapi dia tidak punya tempat untuk melampiaskan amarahnya, jadi dia hanya bisa mengeluh secara diam-diam di dalam hatinya.


Dia tidak tahu apakah dirinya punya ilusi, dia selalu merasa bahwa sejak Kakaknya pensiun dari militer dan masuk ke dunia bisnis, di saat-saat serah terima jabatan, kekuasaan dari anak perusahaan Grup Pamungkas diambil kembali sedikit demi sedikit oleh Kakaknya.


Grup Pamungkas memiliki tiga anak perusahaan utama: Grand Mars, Royal Mars, dan Buana Mars, yang bertanggung jawab untuk Grup Pamungkas atas berbagai bidang di dunia bisnis.

__ADS_1


Manajer utama dari tiga anak perusahaan utama mirip dengan gubernur dari setiap provinsi, masing-masing memegang hak atas anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya.


__ADS_2