Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Ramalan Kartu Tarot


__ADS_3

Anak wanita ****** memang hina!


Yanti melambaikan tangannya dan pergi.


Sanny berbalik dan berlari ke sebuah gang, dia bersandar di dinding yang tertutup lumut dengan hidung yang masam, dan air mata yang mengalir.


Siapa yang menyebabkan dia menjadi seperti ini? Ibunya Yanti!


Pada awal tahun ini, Ibunya tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan dibawa ke rumah sakit, dan membutuhkan uang hampir 800 juta untuk operasi.


Dia pergi ke rumah keluarga Panjaitan untuk meminjam uang, dan berlutut selama sehari di villa rumah mereka. Lututnya kesakitan hingga mati rasa. Tetapi ibunya Yanti tidak mau meminjamkan uang kepadanya, bahkan ibunya juga mengambil kesempatan ini untuk memukulnya dengan kemoceng.


Ibunya Yanti dapat memukulnya dengan kejam dan melampiaskan kemarahan yang telah ditahan di hatinya selama bertahun-tahun, tapi bagaimana dengannya?


Ibunya menjadi wanita simpanan Ayahnya, itu memang kesalahan Ibunya, tapi apakah dirinya bersalah?


Dengan menanggung nama buruk "anak wanita simpanan", selama ini hatinya telah hancur berkeping-keping.


Tidak ada yang akan bersimpati padanya, karena di mata orang lain, dia tidak layak mendapat simpati.


Semua kesalahan ini disebabkan oleh Ibunya.


Satu kalimat yang paling sering didengar Sanny adalah "kamu memang layak mendapatkan perlakuan buruk ini".


Ya!


Dia memang layak mendapatkan ini...


Nasibnya buruk!


Memang layak mengikuti jejak ibunya...


Ibunya tidak hanya ingin menjadi wanita simpanan Ayahnya saja, tapi dia juga ingin menjadi istri sah, tetapi nasibnya berakhir dengan tragis.


Sedangkan dia hanya ingin menjadi wanita simpanan saja, dia tidak ingin dijadikan istri, dia ingin pergi secepat mungkin, dan berharap bisa memiliki masa depan yang baik.


Pria itu memberinya 4 miliar sekaligus untuk dijadikan pacar simpanan selama 5 tahun, dan dia hanya perlu meluangkan waktunya 1 hari di setiap akhir pekan.


Sebelum dia berusia 18 tahun, pria itu berjanji untuk tidak menyentuhnya, selain berciuman, dia tidak akan melakukan hal yang berlebihan terhadapnya.

__ADS_1


Setelah perjanjian 5 tahun itu berakhir, dia akan bebas.


5 tahun kemudian, 5 tahun kemudian... Dia baru berusia 22 tahun, bukankah dia masih muda?


Hanya saja nama buruk karena dijadikan pacar simpanan oleh orang lain tidak akan bisa dibersihkan seumur hidup...


Sanny berjongkok di tanah sambil melipat tangannya, jarinya memegang erat lengannya hingga memerah, dan bibirnya sedikit bergetar. Dia menangis dan sengaja membuat dirinya mati rasa.


Dalam pandangannya yang kabur karena air mata, sebuah tangan putih ramping tiba-tiba muncul di hadapannya dengan memegang sehelai tisu.


Sanny terkejut, dia mengangkat kepalanya dan pandangannya mengikuti tangan indah itu dengan perlahan.


Nirmala tersenyum dan bertanya dengan lembut, "Apa kamu mengalami kesulitan? Perlu kubantu?"


Namun, Sanny tidak menghargainya, dan malah menegur dengan tidak ramah, "Aku anak dari wanita simpanan, sebaiknya kamu menjauh dariku! Jangan sampai ketularan sial dariku dan menyebabkan pernikahanmu di masa depan hancur gara-gara wanita simpanan!"


"??" Nirmala bingung.


Sanny hampir tertawa ketika melihat wajah Nirmala yang kebingungan.


Dia tahu bahwa Nirmala berbaik hati, jadi dia pun mengambil tisu dari tangannya untuk menyeka air mata di wajahnya dan berkata dengan lemah, "Terima kasih."


Nirmala tersenyum lega, "Sama-sama!"


Nirmala juga menatap Sanny, melihat dia masih mengenakan seragam sekolah, dia memperkirakan bahwa dia baru berusia sekitar 17 tahunan.


“Apa kamu dari desa?” Setelah melihat Nirmala, Sanny bertanya tanpa basa-basi.


Pakaian wanita ini sungguh jelek, tetapi dia memiliki bentuk tubuh yang bagus, ramping, jadi pakai baju apapun juga akan kelihatan cantik.


Nirmala menatap Sanny dan tersenyum pahit, "Lupakan saja!"


Kampung halamannya di Montong memang miskin dan terpencil, tapi memiliki pemandangan alam yang indah.


Sanny melanjutkan, "Suasana hatiku sedang buruk hari ini, aku ingin mencari seseorang untuk menemaniku makan siang. Kamu sedang beruntung hari ini! Aku akan mentraktirmu makan buffet!"


Baru saja pulang sekolah siang ini, dia langsung bertemu dengan Kakak jahatnya yang mengatakan kata-kata pedas yang menusuk hatinya.


Melihat gadis ini tidak memiliki niat jahat, ditambah lagi Liam kebetulan tidak pulang makan siang ini, jadi Nirmala pun tidak berencana untuk pulang dan memasak, dia mending ikut gadis ini makan bersama di restoran.

__ADS_1


“Kalau bayar sendiri-sendiri, aku akan menemanimu.” Nirmala berkata dengan tersenyum, dia tidak ingin berhutang budi pada orang lain.


Sanny tentu saja tahu apa yang dipikirkan Nirmala, jadi dia pun mengangguk dan berkata, "Oke! Kalau begitu kita bayar sendiri-sendiri saja!"


Sesampainya mereka di restoran buffet, Sanny mengambil satu meja penuh hidangan, Nirmala tersenyum dan bertanya, "Emang kamu bisa habisin semuanya?"


“Kamu pernah merasa terpuruk dan pasrah tidak?” Sanny mengambil tiram, lalu mengeluarkan dagingnya dengan sendok dan memasukkannya ke mulutnya, kemudian berkata sambil mengunyahnya.


Nirmala menggelengkan kepalanya.


Sanny mengerutkan bibirnya, dia menelan makanan di mulutnya, kemudian berkata, "Ibuku adalah seorang wanita simpanan, dan aku tidak diterima oleh orang lain sejak dilahirkan. Tidak hanya itu, aku juga tumbuh dewasa di bawah cacian orang lain. Setiap kali suasana hatiku sedang buruk, entah punya uang atau tidak, aku akan datang untuk makan buffet!"


Jadi, apakah ini alasan seseorang untuk hidup terpuruk?


Jika ini alasannya, bukankah dirinya harus bersedih dan hidup dalam keterpurukan selamanya?!


“Itu tergantung pada sikap apa yang kamu gunakan untuk menjalani hidupmu, hidup dalam keterpurukan tidak bagus untuk kesehatanmu.” Nirmala menghibur.


Sanny tiba-tiba teringat sesuatu, kemudian bertanya, "Kamu sudah nikah?"


“Yah, aku sudah menikah, tetapi belum mengadakan pesta pernikahan.” Nirmala tersenyum manis, entah kenapa, setiap kali dia memikirkan Liam, di dalam hatinya selalu terasa manis.


Sanny memandangi senyum manis di wajah Nirmala yang seolah diolesi madu, dia meletakkan tangan kirinya di pipinya sendiri, dan tersenyum lugas, "Kalau begitu, kamu ditakdirkan untuk tidak bahagia dalam pernikahanmu karena bertemu denganku!"


“Kenapa?” Nirmala menatap Sanny dengan bingung.


Sanny dengan blak-blakan menjawab, "Sejak kecil aku adalah pembawa sial dalam urusan pernikahan. Dimanapun Ibuku membawaku, suami dari istri tetangga tempat tinggalku pasti akan berselingkuh.”


“Kamu kan tidak tinggal di sebelah rumahku.” Nirmala tidak bisa menahan tawa.


Sambil menggigit sendok, Sanny meletakkan tangannya di belakang punggungnya, dan mencari sesuatu di dalam tas sekolahnya.


Ketika dia meletakkan tangannya kembali di atas meja makan, ada satu set kartu tarot di tangannya.


Sanny mengocok kartu secara acak, dan membuat Nirmala berseru kaget, "Kamu sungguh hebat!"


“Ini baru permulaan, yang lebih hebat ada di belakang!” Setelah mengocok kartu, Sanny menyerahkan kartu Tarot kepada Nirmala, “Ambil tiga kartu secara acak! Aku akan membantumu meramal kehidupan pernikahanmu.”


Nirmala terlihat penasaran. Setelah menggosok tangannya, Nirmala mengambil secara acak tiga kartu tarot dari tumpukan kartu Tarot di tangan Sanny dan meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


Setelah membalikkan tiga kartu yang ditarik Nirmala satu per satu, Sanny tidak bisa menahan diri untuk tidak menggelengkan kepalanya.


Nirmala mengerutkan kening dan bertanya dengan cemas, "Apa ada yang salah?"


__ADS_2