
“Bertemu denganku untuk terakhir kali? Kenapa?” tanya Hendra dengan bingung.
Nirmala mengatupkan bibirnya dan berkata, “Karena kamu adalah pria yang aku sukai selama ini.”
“Ini adalah kata-kata yang ingin kamu katakan?” Hendra memicingkan mata dan bertanya dengan curiga.
Nirmala menggelengkan kepala, mengangkat tangan dan menggosok matanya, berpura-pura menangis sambil berkata, “Kamu pasti mengetahui masalah keluargaku dari orang tuaku. Orang tuaku berhutang, kakakku dipenjara, keluargaku tidak memiliki uang, jadi aku ingin menjual diri. Tapi keperawananku masih utuh, aku tidak ingin memberikan keperawananku kepada pria yang tidak kukenal, aku ingin memberikannya padamu. Setelah itu, aku akan menyimpan perasaan ini di lubuk hatiku yang terdalam.”
“Nirmala, kamu .... ” Hendra berhenti berkata dan tiba-tiba mengernyit.
Hendra sangat yakin kalau biasanya Nirmala sangat polos, tapi ... apa yang terjadi padanya setelah malam itu?
Pihak kampus memblokir semua informasi, bahkan di internet pun tidak diberitakan. Selain itu, kenapa Nirmala masih baik-baik saja, apakah dia tidak diinterogasi oleh polisi?
Segala macam keraguan bergejolak di hati Hendra.
“Hendra, apakah kamu tidak bersedia?” Nirmala mengangkat matanya, dia menatap Hendra dengan penuh pengharapan. Sebenarnya, di hatinya penuh dengan kebencian terhadap Hendra.
“Huh! Nirmala, trik apa yang ingin kamu mainkan?” Hendra tiba-tiba berwaspada.
Nirmala menatap Hendra dengan wajah bingung, bertanya dengan ekspresi wajah tak bersalah, “Hendra, ada apa denganmu?”
__ADS_1
Sebenarnya, Nirmala juga ragu pada saat ini. Dia tidak tahu apakah Hendra akan percaya padanya atau tidak, perkataan yang telah dia susun telah menyimpang dari alurnya.
Ternyata benar, rencana selalu tidak bisa mengikuti perubahan.
Hendra menatap wajah Nirmala yang polos dan teringat akan masa lalu mereka saat SMA. Mereka duduk sebangku sejak SMA kelas satu hingga kelas tiga. Di saat itu, beban belajarnya sangat berat, Nirmala selalu mendukung dan membuatkan sarapan pagi untuknya.
Melihat pikiran Hendra sedang melayang, Nirmala segera memeluk Hendra agar dia tidak mencurigainya, lalu memohon, “Hendra, kabulkan harapanku ini, ya.”
Hendra akhirnya masuk jebakan, dia memeluk Nirmala sambil menyeringai.
Mereka berdua sama-sama bertaruh, tapi tidak tahu siapa yang akan memenangkan pertaruhan ini!
Daerah kampus adalah wilayahnya, Hendra membawa Nirmala ke sebuah wisma terdekat. Dia dan Nirmala hanyalah mahasiswa, jadi dia hanya bisa memilih tempat murah seperti ini.
Karena Hendra membuat Daniel dikeluarkan dari kampus, maka Nirmala juga ingin membuat Hendra merasakan bagaimana rasanya dikeluarkan dari kampus.
Begitu masuk ke kamar, Hendra sudah tidak sabaran dan ingin membuka baju.
Nirmala berpura-pura malu dan berkata, “Kita pesan makanan dulu, demi menunggumu, hari ini aku masih belum makan siang ....”
“Baik!” Hendra menyeringai, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana untuk memesan makanan.
__ADS_1
“Aku ingin makan masakan pedas!” Nirmala menambahkan, “Ingat pesan air minum.”
Hendra sedikit buru-buru, dan mendengarkan apa yang diminta oleh Nirmala.
“Bagaimana kalau aku mandi dulu.” kata Nirmala dengan malu-malu.
Hendra mengangguk.
Nirmala mengambil tasnya dan masuk ke kamar mandi. Dia akan keluar dari kamar mandi setelah pesanan tiba.
Hendra tidak merasa aneh kalau seorang wanita harus mandi selama setengah jam karena Rosa juga begitu.
Nirmala memakai handuk mandi, dengan rambut basah yang terurai sampai leher, dia berjalan keluar dari kamar mandi dengan kaki telanjang.
Ketika Hendra akan mengambil sendok dan mulai makan, Nirmala berkata sambil tersenyum malu, “Ayo pergi cuci tangan! Akan ada banyak kuman kalau tidak cuci tangan dulu.”
Kalimat ini adalah perkataan yang sering diucapkan Nirmala saat mereka makan bersama di kantin dulunya.
Nirmala segera mengeluarkan jarum suntik dari tasnya, lalu menyuntikkan obat ke dalam salah satu botol air mineral.
Selesai mencuci tangan, Hendra melihat Nirmala sudah mulai makan, jadi dia juga mulai memakan bagiannya.
__ADS_1
Di saat Hendra kepedasan, Nirmala mengambil salah satu botol air mineral dan meminumnya.