Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Demi Kebaikannya


__ADS_3

Nirmala marah besar dan berteriak, “Pelakunya adalah Hendra, polisi masih belum menangkapnya, kenapa kamu bilang padaku kalau kasus ini sudah ditutup?”


“Polisi sudah memeriksa Hendra, tapi dia punya bukti tidak ada di tempat kejadian!” jawab Oliver dengan dingin.


Nirmala bersikeras, “Dia membayar pembunuh! Sama sekali tidak perlu bukti bahwa dia tidak berada di tempat kejadian!”


Polisi sudah memeriksa Hendra, tidak ada bukti bahwa dia membeli pembunuh. Malahan kamu, Nirmala, tenangkan diri dan jangan ikut campur urusan ini!” Oliver berkata dengan tegas.


Laporan pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa penyebab kematian Daniel bukan karena pukulan tangan maupun kaki, tapi disebabkan oleh benda keras berbentuk tongkat.


Benda itu sudah ditemukan di tempat kejadian, yaitu besi penutup pintu atap gedung yang berukuran setengah meter. Di atas besi itu hanya terdapat sidik jari Nirmala.


Dokter forensik membedah korban dan mengidentifikasi melalui segi kekuatan pukulan bahwa pukulan fatal terakhir yang menyebabkan kematian korban dinilai dilakukan oleh seorang wanita. Tinggi dan berat badan wanita itu sama dengan Nirmala, ditambah dengan korban tidak ingin melepaskan tangan Nirmala saat kematian, jadi ...


Hal yang dapat dilakukan Oliver hanya menutupi masalah ini. Jelas bahwa Nirmala dijebak oleh pelaku sebenarnya.


Jika ada seseorang bersembunyi di atap gedung dan menunggu Nirmala naik ke atas, Nirmala pasti harus membuka pintu dan memegang besi tersebut. Itulah kenapa ada bekas sidik jari Nirmala di atas besi tersebut. Dan Nirmala sendiri mengatakan bahwa Hendra adalah pelakunya, tapi polisi tidak menemukan bukti apa pun. Untuk saat ini, semua bukti yang didapatkan polisi tertuju pada Nirmala, baik sidik jari, maupun hasil pemeriksaan forensik. Satu-satunya hal yang belum diketahui adalah motif pembunuhan ini.

__ADS_1


Oliver mengetahui semua ini, tapi dia tidak boleh memberi tahu semuanya kepada Nirmala.


Sebenarnya, kasus ini masih belum ditutup. Karena ada Oliver yang melindungi Nirmala, maka polisi hanya bisa untuk terus mencari pelaku sebenarnya.


Oliver tidak ingin Nirmala terjerat oleh kasus ini, ditahan dan diinterogasi oleh polisi.


Semua ini demi kebaikannya, walaupun Nirmala mungkin saja salah paham padanya, dia tetap tidak boleh memberi tahu Nirmala.


Nirmala akhirnya mengerti, kasus ini ditutup dengan asal-asalan. Dia juga tidak ingin berdebat lagi dengan Oliver di sini.


Oliver segera bangkit dan menarik lengannya, lalu bertanya, “Kamu ingin pergi ke mana?”


“Aku masih bisa pergi ke mana lagi selain pulang ke Bandung!” Nirmala menjawab dengan dingin.


Oliver akhirnya melepas lengan Nirmala. Nirmala menetap di Surabaya hanya untuk menunggu hasil dari kasus Daniel. Karena hasilnya sudah keluar, sekarang dia sudah punya tujuan lain.


Karena polisi tidak memiliki bukti untuk menangkap Hendra, maka dia akan pergi untuk mencari bukti. Kematian Daniel pasti berkaitan dengan Hendra! Inilah firasat yang dirasakan Nirmala.

__ADS_1


Sebelum pulang ke Bandung, Nirmala membeli satu set seragam kerja, kaca mata, dan mengikat rambutnya lalu mencetak beberapa set kontrak, dia juga pergi menarik uang ke bank, dan menyamar sebagai agen asuransi lalu pergi ke rumah Daniel.


Orang yang membuka pintu dan menyambutnya adalah ayahnya Daniel, sedangkan ibunya Daniel jatuh sakit dan berbaring di ranjang karena terlalu sedih dengan kepergian Daniel.


Ayahnya Daniel membawa Nirmala ke ruang tamu, Nirmala juga melihat foto Daniel di atas rak televisi, dia tidak bisa menahan diri lalu menangis.


Nirmala merasa hidungnya terasa masam, matanya pun memerah lalu berkata dengan suara tercekat, “Paman, aku turut berbela sungkawa. Anakmu membeli premi di perusahaan kami sebelum dia meninggal. Perusahaan kami akan membayar tanggungan premi sesuai yang ada di kontrak. Tapi sebelum itu, aku ingin membuat rekaman dan mengetahui lebih lanjut tentang kejadian ini.”


“Baik, silakan tanyakan saja.” Ayahnya Daniel berkata sambil menghapus air mata.


Nirmala menarik napas dalam-dalam, menenangkan hatinya, lalu mulai bertanya, “Paman, apakah polisi sudah memberitahumu tentang kebenaran dari kasus Daniel?”


 “Polisi hanya mengatakan bahwa Daniel berhutang pada rentenir dan dipukul mati oleh preman.”


“Anakmu hanya seorang mahasiswa, kenapa dia harus meminjam uang ke rentenir?”


“Mengenai hal ini, aku juga merasa sangat kesal!” Ayahnya Daniel menghela napas.

__ADS_1


__ADS_2