Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Perasaan Terhadapnya


__ADS_3

Di Restoran Sushi.


Liam mengendarai mobil ke parkiran di halaman depan restoran, angin sepoi-sepoi bertiup, wangi bunga sakura terbawa ke seluruh halaman restoran.


Setelah Nirmala turun dari mobil, wangi semerbak bunga membuat hatinya terasa segar.


Liam ikut turun dari mobil, penampilan Nirmala langsung membuatnya terpana.


Nirmala mengangkat kepalanya untuk menikmati keindahan pohon sakura, tiba-tiba sekuntum bunga sakura jatuh di atas kepalanya. Wajahnya yang polos terlihat lebih cantik dari bunga sakura.


Nirmala melihat ke belakang dan menemukan bahwa Liam berdiri di samping mobil dan sedang terpana menatapnya, lalu Nirmala melompat ke arahnya, mengambil kelopak bunga sakura yang jatuh di pundaknya, merentangkan tangan dan meniupkannya ke wajah Liam yang tampan itu.


"Puuh...", Nirmala tersenyum cantik bagaikan bunga.


Liam kembali bereaksi dan tersenyum, dia mengulurkan tangannya dan memeluk Nirmala ke dalam pelukannya, memiringkan kepalanya dan dengan pelan mencium pipinya.


Nirmala terkejut, kedua pipinya langsung merona.


Liam memberinya cinta yang paling indah...


Sudut bibir Liam sedikit terangkat, meraih tangan Nirmala, menuntunnya berjalan di antara bunga sakura yang berjatuhan di tanah, dan berjalan menuju pintu restoran.


Begitu mereka berdua memasuki pintu, pelayan di depan pintu memberi mereka sepasang topeng, mengatakan bahwa akan ada kegiatan hari ini.


Nirmala sudah terbiasa memakai kacamata bertopeng ini, dan setelah menerima kacamata bertopeng dari pelayan, dia segera mengenakannya.


“Liam, gimana? Cantik tidak? Bisakah kamu mengenaliku?” Nirmala bertanya sambil tersenyum lebar.


Liam tidak bisa menahan diri untuk tidak menjawab, "Sayang, tentu saja aku bisa mengenalimu!"


Dia memakai topeng di depannya, bagaimana mungkin dia tidak mengenalinya?


Namun, jika dia tidak memakai di depannya, dia mungkin tidak bisa mengenalinya!


Apalagi, kacamata bertopeng semacam ini hanya menampakkan dua lubang mata dan satu lubang mulut, sangat sulit untuk mengenali itu siapa.

__ADS_1


Pelayan membawa mereka untuk melepas sepatu dan menuju ke meja persegi kecil di lobi dekat kolam kecil di halaman belakang. Masih banyak tamu di aula, dan kebanyakan dari mereka adalah pria dan wanita muda.


Nirmala duduk bersama Liam tepat di depan meja kecil. Dan di depan layar lebar, ada seorang wanita mengenakan kimono, dengan mikrofon di tangannya sedang memilih tamu wanita sambil tersenyum.


Ketika wanita itu mengarahkan jarinya ke Nirmala, dua pelayan segera datang dan mengundang Nirmala untuk pergi ke belakang layar.


Nirmala tanpa sadar menatap Liam, Liam tersenyum padanya dan mengangguk sebelum dia bangkit dan mengikuti kedua pelayan itu.


Beberapa saat kemudian, sederet wanita berbaju kimono merah muda memakai topeng berwarna perak, memiliki tinggi badan yang hampir sama, rambut mereka disanggul, berdiri satu demi satu dari belakang layar hingga ke depan layar.


Semua pria yang melihatnya tercengang.


"Hari ini adalah hari Tuan XXX melamar Nona XXX. Sekarang, kami akan memberikan pertanyaan sulit untuk Tuan XXX. Apakah Anda bisa menemukan Nona XXX yang Anda sukai di antara semua nona-nona ini?" Pembawa acara bertanya sambil tersenyum.


Pria dan wanita muda lainnya yang duduk di tatami di lobi bertepuk tangan dan bersorak.


Jangankan Tuan XXX, bahkan Liam yang duduk di depan juga tidak bisa membedakan yang mana Nirmala di antara sekian banyak wanita cantik berpakaian kimono yang memakai topeng itu.


"Jika Tuan XXX bisa langsung menebak dengan benar. Kami akan menggratiskan pesanan Tuan XXX, jika Tuan XXX salah menebak. Tuan XXX harus mentraktir salmon sashimi segar untuk setiap meja." kata pembawa acara dengan nada penuh semangat.


Ternyata Tuan XXX salah menebak, para penonton menertawakan tingkah lucunya karena salah menggandeng pasangannya.


Tuan XXX tidak berhasil menggandeng pasangannya, kemudian pembawa acara meminta pria yang hadir untuk menggandeng pasangan masing-masing untuk kembali ke tempat duduk.


Liam terpaksa bangun dari mejanya untuk menemukan Nirmala yang berdiri di depan layar.


Pria-pria lain yang ikut naik ke atas panggung bersamanya kebingungan dan menggaruk kepala mereka ketika melihat sederetan wanita bertopeng di depan mereka.


Setelah melihat wanita-wanita itu satu per satu, Liam pindah ke wanita yang berdiri di paling kiri, tanpa sepatah kata pun, dia langsung meraih tangan wanita itu dan membawanya ke mejanya.


Melihat Liam telah menggandeng pasangannya, pria lain juga tidak mau kalah, satu per satu menggandeng wanita di depan layar kembali ke meja masing-masing.


Setelah pembawa acara memberi perintah, para wanita pun melepas topeng mereka.


Para tamu tertawa terbahak-bahak dalam sekejap.

__ADS_1


Setelah Nirmala melepas topengnya, Liam membuat wajah hantu.


Kemudian Liam mengangkat tangannya dan membelai kepala Nirmala dengan penuh kasih, "Aku tahu itu pasti kamu!"


“Bagaimana kamu mengenaliku? Barusan, ketika aku pergi ke belakang panggung, pembawa acara memberitahu kami untuk tidak berbicara ataupun memberi isyarat!” Nirmala menatap mata Liam sambil dengan penasaran.


Liam menjawab dengan tersenyum, "Tentu saja dengan telepati!"


Dari sekian banyak pasangan, ada beberapa pria yang salah menggandeng pasangannya.


Semua orang tertawa ria di lobi, suasananya sangat meriah.


Sebenarnya, Liam sendiri juga tidak tahu bagaimana dia menemukan Nirmala. Singkatnya, setelah dia melihat semua wanita itu dengan teliti, wanita yang berdiri di paling kiri memberinya suatu perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Oleh karena itu, Liam menggandengnya.


Untung, pilihannya tepat!


Liam diam-diam menghela napas lega.


Sebenarnya, Nirmala juga merasa lega, dan tentu saja dia juga merasa bahagia.


Salmon sashimi gratis sudah ada di atas meja, Liam menaruh sepotong di mangkuk Nirmala.


Sebenarnya Nirmala tidak suka makan sashimi, tapi dia masih mengambil sashimi itu dengan senyum, mencelupkannya dengan wasabi, dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Meskipun rasanya tidak enak, tapi hatinya terasa manis.


Liam tidak menyadari bahwa Nirmala ternyata tidak menyukai makanan Jepang.


Nirmala menemukan bahwa dirinya bisa mengubah preferensinya demi Liam, dia bisa menahan diri, dan bisa melakukan sesuatu untuknya yang bahkan tidak bisa ia prediksi.


 Seharian ini, Nirmala merasa sangat bahagia ketika berduaan bersama Liam.


Setelah makan, Liam menemaninya berbelanja dan membawanya nonton film.


Nirmala awalnya berpikir Liam akan terus menemaninya di rumah setelah makan malam, tapi...

__ADS_1


__ADS_2