
Merry menarik Nirmala dan membawanya untuk duduk di pangkuan Oliver.
Oliver yang tiba-tiba melihat “Suzzana” langsung tenggelam dalam sebuah perasaan aneh yang ia rasakan sebelumnya.
Nirmala bangkit dengan panik, menundukkan kepalanya, dan segera menghindar darinya.
Semua orang melihat Tuan kaya itu meraih tangan "Suzzana", dan berhenti seketika, kemudian menarik kembali tangannya dengan enggan.
Nirmala diam-diam melirik "Wilson", dan kemudian dalam cahaya redup, dia terkejut ketika melihat wajahnya dengan jelas.
Ternyata dia adalah Wilson!?
Selama berhari-hari, dia tidak tahu bahwa dia adalah "Wilson" yang memberinya hadiah.
Namun, ketika Nirmala mengingat kembali bahwa dia menciumnya dengan paksa semalam, dia langsung memiliki kesan buruk padanya.
“Ayo bicara sesuatu Suzzana!” Merry mengedipkan mata pada Nirmala sambil tersenyum pada Oliver.
Nirmala melirik Merry, dan berkata dengan enggan, "Tuan Wilson...semua masalah yang terjadi pada malam ini adalah karena aku. Aku dengan tulus meminta maaf padamu. Aku harap kamu bisa memaafkan dan melepaskan kami.”
“Bagaimana caramu memberiku kompensasi?” Oliver sedikit menyipitkan matanya, menyembunyikan tatapan dinginnya, dan sedikit bercanda dengan bibir tipisnya.
Nirmala terdiam, suaranya tercekat di tenggorokan, tidak dapat berbicara sepatah kata pun.
Merry segera memerintahkan pelayan untuk membawa anggur yang dibuat sendiri dari "Klub Cinta", menuangkan segelas untuk Nirmala, dan memintanya untuk meminumnya sebagai tanda permintaan maaf pada Tuan Wilson.
Nirmala mengerutkan kening. Dia baru saja minum obat demam, sekarang malah menyuruhnya meminum anggur, bukankah ini sama dengan membunuhnya!?
“Suzzana, jangan diam saja! Cepat minum!” desak Fernando.
Nirmala memelototi Fernando dengan marah, dia terpaksa membawa gelas berisi anggur, berjalan ke depan Oliver, bersulang dan meminta maaf, "Tuan Wilson, tolong terima permintaan maafku!"
Setelah berbicara, Nirmala meneguk habis anggur di gelas tersebut.
Oliver mengangguk, dan Kennedy memerintahkan agar melepaskan semua pengawal Fernando.
Adapun Yanto, Oliver langsung meminta Kennedy untuk membawa dia dan teman-temannya ke kantor polisi.
__ADS_1
Sebelum dibawa pergi, Yanto menatap Nirmala dengan marah.
Nirmala bertemu tatapannya secara tidak sengaja dan mengerutkan kening dengan ekspresi tidak senang di wajahnya.
Masalah ini akhirnya terselesaikan.
Sekarang Yanto telah dibawa pergi, pengawal "Klub Cinta" juga telah dilepaskan.
Nirmala merasa tidak ada masalahnya lagi, ketika hendak pergi, dia tiba-tiba merasa pusing, bahkan merasa mual dan ingin muntah.
Dia terhuyung-huyung, kehilangan keseimbangan dan pingsan.
Oliver yang melihatnya segera mengulurkan tangannya untuk memeluknya.
Barusan, ketika dia duduk di pangkuannya, Oliver merasa badannya agak dingin, dan sekarang ketika memeluknya, dia merasa sekujur tubuhnya terasa panas.
Oliver merasa cemas dan langsung menggendongnya dari depan tanpa sepatah kata pun.
Merry khawatir terjadi sesuatu pada Nirmala dan dengan cepat melangkah maju untuk menghadang Oliver, kemudian berkata dengan mendesak, "Maaf, Tuan Wilson. Suzzana bukan wanita PL, meskipun Anda telah memberinya banyak hadiah, tapi tetap tidak boleh membawanya!"
"Kesamping kau!" Oliver menatapnya dengan dingin, berjalan menabrak bahu Merry dan membawa Nirmala pergi.
“Merry, jangan terlalu banyak ikut campur!” Fernando berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “Aku pikir Tuan Wilson ini memiliki latar belakang yang luar biasa! Kita hanya orang biasa, sama sekali tidak mampu memprovokasinya!”
“Aku tidak boleh membiarkan pria itu mengotori Suzzana! Aku telah berjanji pada Kakaknya untuk menjaga Suzzana dengan baik!” Merry berkata cemas.
Fernando membujuknya, “Apakah kamu tidak melihat aura Tuan Wilson? Bisakah kamu menghentikannya?”
Merry menghentakkan kakinya dan berkata dengan marah, “Bagaimanapun caranya aku tetap harus berusaha untuk menghentikannya!”
Dia berjanji pada Nicholas, jadi dia harus menepati janjinya!
Bahkan jika Nirmala bukan adik kandung Nicholas, tapi Nicholas selalu memperlakukan Nirmala sebagai adik kandungnya sendiri.
Merry melepaskan tangan Fernando dan buru-buru mengejarnya.
Nirmala yang pingsan berangsung-angsur sadarkan diri, ketika dia membuka mata dan melihat pria tersebut yang membawanya, dia segera meronta.
__ADS_1
Melihat Nirmala yang tiba-tiba meronta, Oliver terpaksa menurunkannya terlebih dahulu dan membiarkannya tetap bersandar di bahunya.
“Sudah bangun? Aku akan membawamu ke dokter sekarang!” Dia jarang berbicara dengannya dengan nada lembut.
Nirmala tidak menghargainya, "Terima kasih, aku akan pergi ke dokter sendiri."
Jika dia tidak memaksanya untuk meminta maaf, dia tidak akan meminum segelas anggur itu.
Tidak jauh di belakang, Merry mengejarnya dengan terengah-engah.
"Suzzana! Tuan Wilson! Kamu tidak boleh membawa Suzzana pergi!"
Di mata Merry, Wilson ini membawa Nirmala pergi karena dia jatuh cinta pada Nirmala dan ingin membawa Nirmala ke hotel bersamanya.
Dia tidak bisa membiarkan Nirmala dikotori pria itu!
Karena itu, dia harus membawa Nirmala kembali saat ini.
Saat Nirmala mendengar Merry memanggilnya, dia segera mencoba mendorong Oliver, tetapi badannya lemas, jadi dia tidak mampu mendorongnya.
"Kakak ipar--" Nirmala memanggil dengan suara lemas.
Merry melihat Nirmala sepertinya sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan pria itu, jadi dia pun mengambil inisiatif untuk menarik Nirmala kembali dari pelukannya.
“Tuan Wilson, tolong kembalilah. Aku akan menjaga Suzzana!” Merry menggigit bibirnya, mengerutkan alis, berusaha menyuruhnya pergi meninggalkan Nirmala.
Oliver menatap wajah Nirmala dan melihat matanya sedikit terkulai di bawah kacamata bertopengnya, dia tidak ingin melihatnya lebih lama, seolah dia mengerti sesuatu, kemudian berbalik dan pergi.
Anak buahnya juga mengikuti.
Merry menghela nafas lega.
Nirmala meraih tangan Merry dan berkata dengan lemas, "Kakak ipar, bawa aku ke rumah sakit! Ba...badanku terasa tidak enak..."
Merry merasa lega, ketika mendapati badan Nirmala sangat panas, dia pun buru-buru memapahnya berjalan ke mobilnya.
Malam itu, orang-orang dari keluarga Panjaitan kewalahan, karena tidak peduli bagaimanapun mereka bernegosiasi dengan pihak berwajib, Yanto dan teman-temannya tetap harus ditahan selama 15 hari.
__ADS_1
Ketika Yanti buru-buru ke pusat penahanan untuk menemui Yanto, dia menemukan ada memar di sudut mulutnya.
"Kak, belakangan ini, apa yang telah kamu lakukan di 'Klub Cinta'? Dan, siapa yang kamu provokasi? Mengapa kamu ditahan? Hal ini membuat Ayah dan Ibu cemas setengah mati!" Yanti terus mengeluh.