Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Oliver Membuatnya Merasa Sakit


__ADS_3

“Kak, kebetulan kamu datang, aku mempunyai bukti baru!” Nirmala mengabaikan perasaan Oliver, dia mengeluarkan ponselnya dan membuka video yang dia rekam.


Oliver sama sekali tidak memiliki suasana hati untuk melihat rekaman video tersebut, dia langsung menggenggam pergelangan tangan Nirmala lalu menarik ke arahnya.


Kepala Nirmala terbentur ke dada Oliver yang kokoh, ketika Nirmala mengangkat kepalanya, dia langsung menabrak tatapan mata Oliver yang dingin.


Nirmala tiba-tiba meninggalkan kota Bandung, pengawal yang mengikutinya tadi malam mengatakan bahwa Nirmala telah kembali ke apartemen Royal, keesokan harinya dia mengira Nirmala akan masuk kerja, tapi dia malah diam-diam kembali ke Surabaya.


Nirmala tidak tahu kenapa Oliver begitu marah, dia merasa Oliver tidak memiliki alasan untuk marah padanya.


Nirmala sama sekali tidak tahu bahwa Oliver mengkhawatirkannya!


Karena marah, Oliver menggenggam tangan Nirmala dengan erat.


“Sakit, Kak! Lepaskan tanganku!” Nirmala mengerutkan kening dan mengerucutkan bibirnya, ingin melepaskan diri dari tangan Oliver.


Oliver tidak berkata sepatah kata pun, menarik Nirmala ke mobilnya secara paksa.


Nirmala terduduk ke kursi, tangannya sakit. Setelah sibuk seharian, hasilnya Hendra tetap baik-baik saja, hatinya merasa kesal, akhirnya air matanya pun tak tertahankan.


Dia hampir tidak tidur tadi malam, hari ini masih harus sibuk seharian. Setelah bersusah payah menjebak Hendra, berharap Hendra bisa dikeluarkan dari kampus, tapi hasilnya tidak terjadi apa pun pada Hendra. Sekarang dia merasa diri sendiri seperti orang bodoh, semua yang dia lakukan sia-sia.


Oliver merasa hatinya terasa sakit ketika melihat Nirmala menangis. Kenapa hatinya selalu ikut merasa sakit setiap kali melihat Nirmala sedih?


Nirmala tidak menghiraukan Oliver dan terus menangis.

__ADS_1


Oliver mengernyit, ekspresi wajahnya menjadi kaku, dia mengeluarkan sepotong sapu tangan bersih dari saku celana, lalu membantu menghapus air mata di pipi Nirmala, dan berkata dengan lembut, “Tadi semua itu salahku, aku bersikap terlalu galak padamu, maaf telah membuat tanganmu sakit.”


Nirmala melirik Oliver sekilas, memiringkan wajahnya untuk menyingkirkan tangan Oliver, dia tidak ingin Oliver menyentuh dirinya. Namun, air matanya tetap tak tertahankan dan terus membasahi pipinya.


Beberapa hari ini, sejak kematian Daniel, dia menjadi sering menangis.


Sebenarnya, itu karena hatinya merasa kesal dan frustasi.


Dia sangat berharap Liam bisa menemaninya, tapi Liam selalu sibuk hingga mengabaikan perasaannya.


Nirmala selalu merasa bahwa diri sendiri adalah wanita yang tabah, tidak akan dikalahkan oleh kesulitan apa pun, tapi kali ini ...


Dia telah mencelakai seorang pria yang begitu mencintainya. Meskipun dia telah memberikan kompensasi dalam bentuk uang, hatinya gelisah karena dia selalu merasa bahwa Daniel mati tanpa suatu kejelasan.


Sekarang, hanya ketika Hendra dan Rosa dibawa ke pengadilan, hati nuraninya baru bisa merasa tenang.


“Katakan, kamu ingin memberi pelajaran pada siapa, aku akan membantumu!” kata Oliver dengan penuh makna tersirat.


Nirmala terkejut mendengar perkataan ini, lalu menoleh menatap Oliver.


Cahaya neon dari jendela mobil menyinari wajah Oliver yang tampan dan dingin, melembutkan ekspresinya yang dingin.


“Kenapa tidak berbicara?” tanya Oliver dengan suara rendah.


Nirmala kembali mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan video yang dia rekam pada Oliver, lalu berkata dengan tegas, “Rosa yang membunuh Daniel dengan dibantu Hendra, Hendra yang menulis langsung nama pembunuhnya!”

__ADS_1


“Rosa?” Oliver terkejut.


Nirmala menghapus air mata di pipinya, dan mengangguk kuat.


Oliver mengernyit, mengatup bibirnya, ekspresi wajahnya terlihat masam.


Keanehan pada diri Oliver membuat Nirmala merasa bahwa Oliver mengenal Rosa.


“Kak, bantu aku menangkap mereka berdua! Mereka akan berangkat ke luar negeri semester depan! Aku tidak ingin Daniel mati tanpa suatu kejelasan!” Nirmala memohon, “Kak, anggap saja aku memohon padamu.”


“Baik! Aku berjanji padamu!” Oliver menjawab sambil berpikir.


Nirmala akhirnya tersenyum.


“Apa hubungan antara kamu, Daniel, Hendra dan Rosa?” tanya Oliver.


Nirmala tidak menyangka Oliver akan bertanya tentang hal ini. Nirmala tidak tahu harus bagaimana menjawab dalam sesaat.


“Terserah kalau kamu tidak ingin menjawab!” lanjut Oliver.


Nirmala hanya menundukkan kepala dan tidak bersuara.


Sebenarnya, Oliver merasa perasaan Nirmala terhadap Daniel agak khusus, perasaan ini berbeda dengan perasaan cinta Nirmala terhadap Liam.


Apakah itu perasaan kasihan atau penyesalan? Dan mengenai Hendra dan Rosa, Nirmala sepertinya sangat membenci mereka berdua.

__ADS_1


Oliver berharap semua ini tidak sesuai dengan yang dia pikirkan.


Belakangan ini, masalah Nirmala benar-benar membuatnya merasa lelah. Nirmala adalah kelemahannya, hal ini tidak bisa disangkal.


__ADS_2