Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Melihat Kemesraan Mereka


__ADS_3

Bahkan selama tahun baru, uang angpao Oliver selalu empat atau lima kali lipat lebih banyak darinya.


Bahkan saat Oliver membagikan uangnya, bagi dia Oliver tidak lebih hanya bersimpati atau memberinya sedekah.


Di masa kecil, bahkan gadis-gadis kecil di rumah tetangga juga pandai menilai orang, yang mereka sanjung hanya Oliver seorang.


Bahkan ketika Oliver tidak menghiraukan mereka, mereka tetap bermuka tebal dan terus menyanjungnya.


Selain statusnya adalah anak haram, dia tidak pernah merasa dirinya kalah dari Oliver dari segi apa pun, tapi kenapa hati semua orang hanya ada Oliver?


Di sepanjang jalan, Nirmala dan Liam memiliki pemikiran masing-masing.


Sebenarnya, mereka berdua memiliki latar belakang yang buruk, tapi Nirmala tidak pernah merasa rendah diri karena latar belakangnya.


Mobil tiba di tempat parkir garasi bawah tanah hotel bintang lima di Surabaya. Setelah Liam turun dari mobil, dia membuka pintu untuk Nirmala dan langsung meraih tangannya.


Keduanya seperti pasangan yang sedang jatuh cinta, saling bergandengan dan memasuki lift.


Setelah lift tiba di lantai dasar, Liam dan Nirmala bertemu Oliver dan Safira yang juga ikut untuk menghadiri jamuan pesta ulang tahun ke-60 adiknya Kakek mereka.


Tatapan Oliver menjadi dingin begitu melihat Liam memegang erat tangan Nirmala dan keduanya tampak begitu mesra.

__ADS_1


Penampilan mesra mereka tiba-tiba membuatnya merasa sangat tidak senang, tapi dia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di  pikirannya.


Nirmala juga menemukan bahwa Safira selalu memegang lengan Oliver, tapi Oliver seperti patung prajurit, selalu meletakkan tangannya di kedua sisi celananya.


“Kak, Kakak Ipar.” panggil Liam dengan lembut.


Nirmala kembali sadar dan memanggil, "Kak, Kakak Ipar."


Melihat ini, Safira dengan sengaja menempelkan tubuhnya ke Oliver dan berpura-pura lembut, "Nirmala! Kok ada lingkaran hitam di bawah matamu, apa karena sudah lama tidak bertemu, Liam menyiksamu semalaman?"


“Kak Ipar benar-benar suka bercanda, bagaimana mungkin aku menyiksa Nirmala semalaman.” Liam tersenyum dengan paksa.


"..." Mendengar apa yang dikatakan Liam, Nirmala melirik Liam tanpa sadar dan segera menundukkan kepala dengan wajah merah. Sebenarnya, mereka hanya berpegangan tangan dan berpelukan, tidak lebih dari itu.


“Hal semacam ini, kakakmu lebih berpengalaman, semalam bisa tujuh kali, kan? Oliver!” Safira mengangkat alisnya dan menjabat lengan Oliver dengan malu-malu.


Oliver melirik Safira dengan tatapan dingin, Safira mengangkat matanya dan secara tidak sengaja bertemu tatapannya.


Tatapan matanya yang dingin dipenuhi dengan kebencian dan membuat Safira bergidik. Di detik berikutnya, Safira tahu diri dan segera menutup mulutnya.


Nirmala dan Liam tidak memperhatikan gerakan kecil mereka.

__ADS_1


Nirmala dipegang erat oleh Liam, seluruh tubuhnya hampir berada di dalam pelukannya.


Terlihat jelas bahwa mereka berdua benar-benar saling mencintai.


Namun, cinta mereka membuat hati Oliver berdarah.


Lift tiba di lantai tempat aula perjamuan berada.


Begitu pintu lift terbuka, sekelompok pria dan wanita berjas dan bersepatu kulit langsung berjalan ke arah Oliver dan Safira, menyapa dan menyambut mereka.


Liam memimpin Nirmala, berjalan melewati Oliver dan Safira, hampir tidak ada orang yang memperhatikan mereka berdua.


Bahkan tempat duduk mereka diatur paling jauh dari mimbar, yang paling dekat dengan pintu masuk dan paling pojok.


Liam pergi menyerahkan angpao terlebih dahulu, lalu duduk bersama Nirmala.


Sedangkan, Oliver dan Safira diundang ke meja terbaik di depan mimbar dan duduk satu meja bersama kakek dan ibunya yang sudah duluan tiba.


Safira dapat dikatakan berpakaian cantik hari ini, meskipun dia dan Nirmala memiliki wajah yang persis sama, Nirmala selalu muncul tanpa riasan, sedangkan Safira yang memakai riasan, tentu saja terlihat lebih cantik.


Setelah jamuan ulang tahun dimulai, para pramusaji yang terlihat cantik mulai mengantri untuk menyajikan hidangan.

__ADS_1


Hidangan yang disajikan kebanyakan hidangan barat yang porsinya kecil, Nirmala merasa tidak kenyang dan meneguk beberapa gelas jus sehingga harus pergi ke toilet selama perjamuan berlangsung.


Saat Nirmala baru saja keluar dari toilet dan berdiri di depan wastafel untuk mencuci tangannya, seorang gadis yang tampak baru berusia enam belas tahunan dengan rambut kuncir kuda dan gaun biru langit, tiba-tiba berkata kepadanya, "Kak Ipar, kamu terlihat jauh lebih cantik tanpa riasan! Kulitmu sungguh putih dan lembut! Bagaimana cara merawatnya? Oh ya, Kak, apakah kamu membawa pakaian lebih? Dalam sekejap mata, kamu sudah berganti pakaian dan membersihkan riasanmu!"


__ADS_2