Pria Yang Merenggut Mahkotaku

Pria Yang Merenggut Mahkotaku
Gaji 8 Juta


__ADS_3

“Cari waktu, ajak pacarmu keluar bersama agar Kakakmu dan aku bisa melihat apakah dia sesuai denganmu?” Merry berbicara layaknya orang tua yang mendidik anaknya.


Nirmala hanya bisa menjawab "hmmhmm" dengan acuh tak acuh.


Dilihat dari penampilannya, Liam terlahir di keluarga yang baik, Nirmala tidak berani menjalin hubungan dengannya!


Jika dipaksa terus, Nirmala memutuskan untuk "menyewa" pacar untuk menipu Kakak dan Kakak iparnya.


Melihat Nirmala pulang dengan selamat, Merry segera menelepon Nicholas yang sedang bekerja di perusahaan supaya dia bisa bekerja dengan tenang.


Melihat Merry yang santai di rumah pada siang hari, Nirmala bertanya dengan rasa ingin tahu: "Kak, apa pekerjaanmu?"


“Aku bekerja di departemen personalia F3X Club!” Merry menjawab dengan santai.


Nirmala tidak begitu memahami profesi ini dan hanya tersenyum.


Terus terang, pekerjaan Merry adalah mencari wanita cantik dari semua lapisan masyarakat untuk bekerja di F3X Club.


Misalnya Nirmala, dia cantik dan memiliki suara yang bagus, maka Merry akan memperkenalkannya untuk bernyanyi. Mengenai apakah dia akan melakukan layanan lain, itu sepenuhnya terserah pada kehendaknya sendiri.


F3X Club tidak pernah memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan, kecuali jika bertemu dengan tokoh besar.


Secara keseluruhan, semakin makmur sebuah kota, semakin rumit pekerjaan dan hubungan antar sesama manusianya. Kesulitan Merry tidak dapat dipahami oleh Nirmala.


“Kak, ini adalah berkah hidup Kakakku karena ada dirimu!” Nirmala berkata sambil tersenyum.


Di matanya, tidak peduli pekerjaan apa yang dilakukan Merry, Merry adalah wanita yang baik.


Merry tersenyum penuh pengertian, menyentuh kepala Nirmala, dan bertanya, "Kamu bisa masak?"


"Bisa!"


"Aku sudah lapar!"


"Kalau begitu aku akan segera memasak untukmu!"


Nirmala segera bergegas ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


Gadis ini sangat lucu! Merry menghela nafas, dia secara tidak sengaja melihat ada plester di pergelangan kaki Nirmala, dan bertanya dengan iba: "Apa kakimu masih sakit?"


“Sudah jauh lebih baik!” Nirmala mengambil panci penanak nasi dan kembali menatap Merry sambil tersenyum tipis.


Sejujurnya, Nirmala adalah gadis yang disukai Merry. Dia polos, rajin, dan suka membantu. Bukankah memiliki adik perempuan yang berperilaku baik dan bijaksana juga merupakan sebuah kebahagiaan?


Merry sangat puas dengan masakan yang dibuat oleh Nirmala, ketika dia mendengar bahwa Nirmala ingin menyewa rumah, dia langsung bersemangat: "Bagaimana kalau kita bertiga sewa rumah baru?”


“Menyewa bersama?” Nirmala mengedipkan matanya dengan pelan.


Merry mengangguk kemudian mengulurkan jarinya untuk menunjuk ke atas: "Bangunan ini disebut Apartemen Royal Mars, awalnya digunakan sebagai tempat tinggal karyawan Grup Pamungkas. Namun, semua karyawan Grup Pamungkas sudah kaya-kaya dan mampu membeli rumah sendiri, jadi mereka tidak perlu tinggal di apartemen ini lagi. Oleh karena itu, apartemen ini disewakan."


"Lalu?"


"Apartemen ini memiliki tujuh belas lantai. Lantai pertama hingga kelima adalah tempat tinggal untuk karyawan single, lantai enam hingga sepuluh memiliki dua kamar tidur dan satu ruang tamu, lantai sebelas hingga lima belas memiliki tiga kamar tidur dan dua ruang tamu, dan lantai enam belas dan tujuh belas adalah penthouse."


"Um?"


"Kudengar ada satu rumah dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu di lantai atas yang kosong!"


"Maksud Kakak ipar, kita menyewa rumah dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu bersama-sama?"


Nirmala langsung setuju: "Oke, bagus!"


Ekspresi wajah Merry kelihatan gembira, hatinya sudah berbunga-bunga.


Jika dia tinggal bersama Nirmala, dia tidak perlu melakukan pekerjaan rumah, dan dapat makan masakan enak begitu pulang kerja. Bagus sekali!


Dalam pandangan Nirmala, tinggal sementara dengan Kakak dan Kakak iparnya akan membuatnya merasa lebih aman.


“Setelah kamu lulus, kamu tinggal dan bekerja di kota Bandung saja!” Merry melanjutkan.


Nirmala tersenyum dan mengangguk, dia juga berpikir bahwa kota Bandung adalah tempat yang bagus, tetapi dia tidak tahu berapa lama dia bisa tinggal di kota ini.


Urusan melihat dan pindah rumah diserahkan kepada Kakak dan Kakak iparnya.


Pada sore hari, Nirmala melapor ke departemen personalia Royal Mars milik Grup Pamungkas.

__ADS_1


Ketika berbicara tentang gaji selama magang, Nirmala tidak terlalu berharap.


Siapa sangka Kepala departemen personalia mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya, "Aku akan membayar sesuai keinginanmu!"


Nirmala tercengang ketika dia mendengar kata-kata itu.


"Um...Pak, apa Anda...tidak salah?"


Seharusnya tidak ada manajer perusahaan yang akan mengatakan hal-hal yang tidak realistis seperti itu kepada seorang pekerja magang yang baru saja datang melamar pekerjaan.


Sebenarnya, Kepala departemen personalia yang duduk di seberang Nirmala tidak ingin mengatakan perkataan seperti itu, tetapi dia harus mematuhi perintah yang diberikan oleh manajer utama.


Melihat gadis ini memiliki wajah yang cantik, suara yang manis, dan sopan kepada orang lain. Kepala departemen personalia menebak bahwa Nirmala adalah gadis yang sedang dikejar oleh manajer utama.


Jika Nirmala adalah pacar manajer utama, maka dia tidak perlu repot-repot memperkenalkan pekerjaan untuknya.


Karena itu, Kepala Personalia menebak bahwa manajer utama “sedang mengejar” gadis ini.


Melihat tatapan kusut Kepala Personalia terhadap dirinya, hati Nirmala juga ikut merasa kusut.


Karena, dalam menghadapi masalah seperti ini, Nirmala bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah Kepala Personalia ini sengaja menggunakan masalah ini untuk mengujinya?


Di sekolahnya, dia sering mendengar bahwa pewawancara suka mengajukan pertanyaan aneh untuk menilai apakah pelamar kerja memenuhi syarat untuk menempati posisi di perusahaan mereka.


Nirmala berpikir dalam hatinya, apakah gaji magang di sini sama dengan gaji saat dirinya magang di perusahaan dekorasi di kota Surabaya yang sebesar 4 juta?


Namun, biaya hidup di kota Bandung lebih tinggi daripada di kota Surabaya. Dengan gaji 4 juta sebulan, dia harus membayar uang sewa, biaya harian dan dia juga harus segera mengembalikan uang kepada Liam. Bebannya sungguh berat!


Hatinya jadi galau, Nirmala tidak tahu mau minta gaji seberapa besar.


Melihat Nirmala terdiam untuk waktu yang lama, Kepala Personalia tersenyum dan berkata: "Nona Nirmala, kamu tidak perlu sungkan, untuk masalah gaji, katakanlah sesuai keinginanmu!"


"Umm..." Nirmala mengulurkan delapan jarinya dengan perlahan.


“80 juta?!” Kepala Personalia terkejut.


Gadis kecil ini masih belum lulus kuliah, berani sekali dia meminta gaji sebesar itu, setidaknya pendidikan terendah karyawan yang bekerja di Grup Pamungkas adalah S1.

__ADS_1


Nirmala menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan menjelaskan dengan pelan: "Bukan 80 juta, tetapi 8...8 juta, boleh tidak?"


“Tidak masalah!” Kepala Personalia tersenyum dengan penuh pengertian, untung gadis ini tahu diri.


__ADS_2