
-o0o-
Siapa sangka sekarang sudah 5 tahun usia Larissa de Zaven Aquamarinia. Selain pandai berjalan ia juga fasih berbicara, memiliki hobi baru yaitu mengikuti saudara-saudara nya kemanapun mereka pergi.
Logan dinyatakan lulus akademi karna berhasil menjalani meeting pertama nya di Paris, dengan reward mendapatkan bintang 5 lulusan terbaik.
Bagaimana tidak ia berhasil menyelesaikan tugas hanya dalam kurun waktu sehari, normalnya siapapun akan berhasil dalam 2-3 minggu.
Sedangkan Xavier harus kembali ke akademi dan akan pulang hingga musim dingin selanjutnya.
Jenius bukan?
Musim semi kali ini seperti biasa Larrisa berjalan-jalan keliling taman yang tentunya ditemani oleh Irene. Baginya musim semi adalah musim favorit karna semua tumbuhan berwarna hijau dan angin bertiup damai.
Alasan lainnya adalah Risa bisa menghabiskan waktunya bermain di luar daripada harus terkurung di dalam istana bersama ayah dan ibunya yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.
Risa berhenti ketika mereka sampai di sungai kecil berair jernih. Saking jernihnya ia bisa melihat berbagai macam ikan berenang bebas.
“Irene ayo kita tangkap satu untuk kakak Logan”.
“Eh? T.tapi..aku tidak bisa berenang nona”.
“Hmm benar juga. Padahal ikan nya besar-besar pasti enak”. Gumam nya berbinar.
“Bagaimana kalau kita minta koki istana memasakan nya untukmu nona?”.
“Tidak apa-apa. Lebih baik kita lanjut jalan-jalan”. Jawab Risa cepat seraya kembali berjalan namun baru beberapa langkah ia melihat sesuatu yang berkilau di tepi sungai. Secepat mungkin ia berlari dan meraih benda tersebut.
__ADS_1
“Apa ini?”. Gumamnya kemudian mengambil batu biru safir dengan beberapa motif lingkaran emas. “Wahh cantik”.
“Nona sebaiknya memperlihatkan nya pada ayah karna tuan besar baru saja pulang dari kantor”.
Larissa mengangguk mantap sedetik kemudian berlari menuju mansion utama. Gadis kecil itu terus berlari tanpa memperdulikan jika para pengawal mengikutinya dari belakang.
“Papa.. Papa lihat apa yang Risa temukan”. Serunya menghentikan aksi diskusi Zaven di singasana nya.
Zaven terbelalak ketika melihat benda di genggaman putrinya, pria tersebut sontak melangkah mendekat dan menyamakan tingginya.
“Astaga Risa apa yang kau bawa ini nak? Boleh ayah melihatnya?”.
Risa menurut. “Cantik bukan, Risa menemukannya di tepi sungai”. Ucapnya bangga.
Zaven tersenyum kemudian memberikan batu tersebut pada putrinya.
“Benarkan, kalau gitu Risa akan menyimpannya”.
“Risa”. Panggil Logan.
“Ayo kita jalan-jalan”. Ucapnya yang dibalas anggukan mantap dan seketika Risa berhambur ke gendongan Logan.
Sebelum keluar Logan menatap Zaven yang hanya bisa mengangguk yang artinya hanya mereka berdua yang tau.
"Kak Logan ada apa dengan papa".
Logan berhenti berjalan lalu mendudukan Risa di rumput hijau.
__ADS_1
"Kenapa dengan papa?".
"Apa dia marah karna Risa mengambil batu ini?? Kenapa papa seperti itu".
Logan membuang nafas kasar lalu mengelus rambut emas adiknya sayang.
"Dahulu kakek memberikan harta berharga nya yang sudah di warisi secara turun-menurun. Benda itu berupa batu biru safir seperti yang Risa pegang saat ini, hanya saja terdapat motif burung merak berwarna hijau di dalamnya. Namun sejak Risa lahir dia tidak sengaja menghilangkannya".
"Jadi itu alasannya kenapa papa seperti itu?".
"Begitulah. Konon katanya batu tersebut memiliki kekuatan besar".
"Hebat~".
"Kata Alfred batu itu masih misterius kehebatannya, karna sejak pemiliknya berpindah tangan tak ada tanda-tanda cahaya atau keajaiban sedikitpun. Pada akhirnya papa menjadikannya kalung dan membawanya kemana-mana".
"Kenapa papa tidak menghubungi polisi?".
"Keberadaan batu itu merupakan kerahasiaan Aquamarinia. Tak ada yang boleh mengetahuinya kecuali orang dalam dan orang kepercayaan papa saja".
Risa mengangguk mengerti lalu mengalihkan pandangan ke kebun bunga di depan nya.
Wajah panik Zaven kembali terbayang di otaknya. Siapa yang bisa menduga ia akan berlari secepat itu bahkan tanpa dia sadari semua orang memandangnya aneh.
Seberapa pentingnya benda itu? Sampai-sampai membuat seorang Zaven kewalahan dan frustasi.
Kembali Risa memandang batu cantik di tangan nya bingung.
__ADS_1
Jauh di dalam hatinya Risa ingin sekali membantu menemukan batu tersebut, tapi dimana? Bahkan berkeliaran di mansion saja selalu di awasi oleh Steven, bagaimana caranya ia mencari benda tersebut.