
-o0o-
“Your Highness saya datang membawakan pesanan anda”. Seru Steven yang datang dengan kardus berukuran sedang di tangannya.
“Wah akhirnya terima kasih Stev”. Balas Risa riang sembari mengambil alih kardus tersebut.
Logan dan Xavier mulai penasaran sedikit demi sedikit mendekat mencoba mengintip.
“Tara~”.
“Pakaian renang?”. Logan mengeryit bingung.
“Of course. Karna kita sudah di sini rugi rasanya jika tidak berenang”. Balas Risa semangat kemudian berlari ke ruang ganti.
Tidak lama kemudian gadis cantik itu keluar dengan mengenakan pakaian renang yang tidak terlalu terbuka berwarna senada dengan iris matanya tidak lupa menyanggul rambut emas tersebut.
“Sejak kapan kalian ganti pakaian?”. Tanya Risa ketika mendapati ke tiga pria di depannya sudah berganti hanya mengenakan boxer selutut menampilkan tubuh besar nan kekar dengan enam kotak di bagian perut.
“Steven kau juga”.
“Seorang special knight selalu mengikuti kemana majikannya pergi”.
“Hahhh baiklah apa boleh buat, mari bersenang-senang”.
Menggunakan lift menuju lantai dasar dan berdiri tepat di tepi kapal. Merasakan percikan air laut yang lumayan dingin namun menyegarkan.
“Baiklah mari suit menentukan siapa yang dulu turun”.
“Ide bagus”. Balas Xavier sedangkan Logan dan Steven hanya mengangguk patuh.
__ADS_1
Keputusan akhir Logan manju pertama di ikuti oleh Steven, Risa dan terakhir Xavier.
“Baiklah aku mulai”. Ucap Logan membungkuk lalu terjun menghilang di dalam air laut di ikuti oleh Steven yang menyelam tanpa basa-basi.
“Wahh lihat mereka”. Gumam Risa kagum.
“Cepatlah nona kau lama sekali”. Kali ini Xavier mengeluarkan suaranya.
“Iya iya tidak sabaran sekali”.
Perlahan Risa membungkuk merasakan air kemudian..
Byurr
Tubuh mungil itu menyebur sempurna, setelah menyesuaikan diri ia berenang kebawah dan tertegun. Terdapat pemandangan indah dimana ribuan karang warna-warni lengkap dengan beraneka ragam ikan apalagi cahaya matahari menambah kesan sempurna.
Risa tersenyum mendapati kedua pria yang berada di dekat karang, perlahan ia berenang mendekati Steven yang sedang bermain dengan seekor ikan. Steven yang menyadari kehadiran Risa menariknya mendekati sarang ikan badut.
Tentu saja Risa berbinar melihat salah satu hewan kesukaanya karna mengingatkannya dengan serial animasi Finding Nemo. Kepalanya sontak menoleh ke sekeliling mencoba mencari ikan berwarna biru alih-alih si kecil Dory.
Namun yang ada ia melihat sosok Xavier yang berenang tidak menentu karna seekor gurita melilit lengannya.
Logan mencoba membantu namun gurita tersebut seolah-olah murka dan melilit kedua lengan pria tersebut. Risa menatap Steven yang ikut tercengang sedetik kemudian mereka tertawa geli.
Steven menunjuk mulutnya menandakan sudah saatnya mereka mengambil nafas, Risa mengangguk lalu berenang ke permukaan dengan Steven membantu menarik lengannya.
“Huwaa haaa”.
“Rekor baru kita sudah menahan nafas selama lebih dari 10 menit”.
__ADS_1
Risa tertawa senang karna sebelumnya ia hanya bisa bertahan selama 3 menit saja.
“Steven apa disini ada ikan paus?”.
“Paus?”.
“Ku dengar pernah sekali ada seekor paus biru menampakan diri di sini”.
“Hmm aku pernah mendengarnya dari cerita para nelayan kemarin tapi belum pernah melihatnya secara langsung”.
“Jika memang benar ia berada disini bukankah itu bagus? Aquamarinia memang penuh kejutan”.
“Jangan membahas yang tidak-tidak nona, kau membuatku takut mengingat saat ini kita berada di laut”.
“tenang saja, paus bukanlah pemakan manusia. Lain halnya dengan ikan hiu, hanya saja tidak ada ikan hiu di Laut Aquamarinia”.
“Kenapa kau sangat yakin?”.
“Nelayan adalah sumber informasi terpercaya, mereka sudah lama berkecimpung dengan laut”.
“Hmm masuk akal”.
“Ayo menyelam lagi, aku ingin menikmati liburan ini semaksimal mungkin”.
Oceh Risa sedetik kemudian mengambil nafas dalam dan menyelam.
Sejenak Steven terdiam menatap ke arah kapal dengan ekspresi aneh sebelum mengikuti Risa menghilang dalam air laut.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap ke arah mereka dengan kilatan yang menakutkan. Siapa saja yang menatap mata tersebut pasti akan merasakan hawa dingin menggerogoti tubuh, sangat mengancam dan berbahaya. Mata elang yang siap menerkam kapan saja dan merobek-robek korbannya dalam sekejap.
__ADS_1