
-o0o-
# 2 Bulan kemudian
Pagi ini acara pelantikan Larissa sebagai seorang ratu Aquamarinia telah melewati acara puncak, mulai sekarang Aquamarinia resmi dipimpin oleh Ratu Larrisa de Zaven Aquamarinia.
Mega Ishland. Sebutan dari gedung utama kerajaan, saat ini acara dilanjutkan dengan pawai besar-besaran. Ribuan masyarakat sudah berkumpul di sepanjang jalan yang akan di lalui nantinya. Saling mengibarkan bendera bersimbolkan ikan paus biru.
Terdapat 5 barisan pawai yaitu barisan pertama di isi dengan rombongan knight berkuda, selanjutnya di tempati oleh rombongan para penari bunga, barisan ketiga dan kelima merupakan rombongan para special knight berpakaian resmi berjumlah 20 orang dan mereka berada di depan dan belakang mobil hitam beratap terbuka.
Risa berada di barisan ke empat dimana dirinya menjadi titik fokus saat ini. Penampilan nya terlihat casual dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang di tata rapi ke dalam rok biru safir selutut senada dengan long blazer yang menggantung di pundak mungil Risa. Rambut emas di sanggul sebahagian meninggalkan beberapa bagian terurai bebas. Pada bagian dada kanan kemeja terdapat beberapa pin emas serta pin kerajaan yang diwarisi secara turun temurun.
Tangan mungil itu sibuk melambai pelan membalas sapaan masyarakat tidak lupa senyum manis terukir indah di wajahnya.
Acara berlangsung meriah bahkan ketika mereka kembali ke Mega Ishland.
Di malam harinya acara beralih pada pesta dansa sekaligus makan malam bersama. Hanya saja yang hadir hanyalah para anggota kerajaan, Presiden dan jajarannya, serta para awak media massa bertugas menangkap setiap momen penting.
Semua orang sontak berdiri menyambut kedatangan sang ratu yang baru saja memasuki ruangan.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Seru mereka kompak.
Risa membalas sapaan mereka kemudian meminta semua orang kembali duduk sedangkan dirinya mendudukan diri di ujung meja makan bertepatan dengan sosok Presiden berada di seberang.
“Mulai saat ini mohon kerja samanya dan jangan segan-segan memberitahuku jika membutuhkan sesuatu”.
Semua orang membalas dengan tundukkan kepala serta tangan menyentuh dada sebelah kiri.
Di sisi lain Logan dan Xavier memandang sang adik dengan hati campur aduk sama halnya dengan kedua orang tua mereka. Bukan hanya itu kini Zaven mamandang sayu putrinya, walaupun kini wajah itu terlihat dingin namun ia bisa mengetahui bahwa saat ini gadis kecilnya sangat menderita karena kelelahan.
Setelah acara makan malam selesai, Risa memutuskan beristirahat di ruangan santai bersama keluarganya.
“Astaga lihat ini sayang, putri kita terlihat 10 tahun lebih tua”. Seru Elene seraya menangkup wajah Risa.
“Bahkan dengan wajah seperti itu kau bisa berbaur dengan kawanan panda dengan mudah”.
Risa mendengus kesal mendengar ocehan Xavier.
__ADS_1
“Kalimatmu membuatku ingin mencakar wajah tampan mu yang berharga”.
“Ohoo sepertinya aku harus memanggil pawang panda segera”.
“Oh ya? Kalau begitu kita lihat siapa yang cepat”.
“Hey kau mau apa?”. Seketika Xavier bangkit ketika gadis di depannya mendekat dengan wajah menyeramkan.
“Jangan lari kau tuan muda Xavier, bersiaplah untuk tamat!”.
Alhasil dua insan tersebut berlarian mengelilingi ruangan dengan pertengkaran bak anak-anak. Saling melempar bahkan berguling-guling di atas karpet berbulu lembut.
Tidak ada yang berniat menghentikan pertengkaran tersebut karna bagi mereka hanya saat inilah seorang Larrisa bisa kembali ke pribadi yang sebenarnya. Larrisa yang manja dan ceria.
-o0o-
Ke-esokan harinya di Mega Ishland, Risa kembali menjalankan kewajibannya sebagai pemimpin Aquamarinia. Posisinya saat ini adalah duduk di singasana dengan map merah di tangan. Matanya bergerak membaca deretan tulisan dengan teliti sesekali Steven membantunya memahami beberapa kalimat.
Perlahan mata beririskan biru safir tersebut menatap ke depan dimana sosok gadis masih di posisinya berdiri tegap dengan wajah gugup.
“Coba jelaskan padaku kenapa kau mengajukan diri bekerja sebagai sekretarisku? Bukankah kau terlahir sebagai putri dari seorang Duke”.
“Oh ya? Sepertinya aku sering mendengar kata-kata itu sejak kemarin”.
“Bu, Bukan begitu. Sebenarnya saya sudah menganggumi Your Highness sejak acara pertunangan tuan muda Logan. Sejak saat itu saya bercita-cita menjadi sekretaris suatu saat nanti dan memutuskan untuk mengambil pendidikan di bidang hukum. Maafkan atas kelancangan saya Your Highness”. Balas gadis berambut coklat tersebut sembari membungkuk dengan jantung berdebar kencang.
“Sepertinya aku mendapatkan seorang penggemar rahasia, bukan begitu Steven?”.
“Yes, Your Highness”.
“M, Maafkan saya”.
“Lalu katakan kenapa aku harus menerimamu? Lady Sharon”.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, saya tidak bermaksud lancang ataupun menyombongkan diri. Tapi izinkan saya membantu dalam segala kesulitan, saya tulus melakukan ini tanpa ada maksud lain Your Highness”.
“Lalu apa yang akan terjadi jika kau gagal?”.
__ADS_1
“Saya siap menerima hukuman apapun”.
Risa mengangguk pelan kembali menatap kertas putih yang menampilkan CV lengkap dengan foto profil gadis tersebut.
“Lalu apa yang Duke Asisi katakan tentang keputusan mu ini hm? Setahuku Asisi membesarkan putrinya sebagai seorang professor yang bekerja di rumah sakit miliknya”.
“Dia menetujui keputusan saya dan meminta agar melakukan tugas dengan baik Your Highness”.
Risa menatap Sharon dalam diam, berperang dengan diri sendiri karna pengalaman nya dalam bersosialisasi selalu gagal dengan tidak menyenangkan.
Mengingatkan dirinya dengan sepupu menyebalkan yang selalu terobsesi dengan kehadiran pria tampan.
Lama ia berfikir sebelum mengeluarkan keputusan nya.
“Baiklah, kau bisa menjadi sekretarisku”. Kalimat Risa berhasil membuat Sharon berbinar.
“Tapi dengan syarat saat ini kau hanya bekerja dengan ku selama 3 bulan pertama, jika pekerjaanmu berjalan lancar maka kau bisa menjadi sekretaris tetap”.
“Terima kasih Your Highness. Saya akan bekerja keras mulai sekarang”.
“Aku hanya butuh bukti bukan wacana”.
“As you wish Your Highness”.
Tanpa perlu di perintah secara otomatis kepala pelayan meminta Sharon mengikutinya. Meninggalkan Risa yang masih setia di singasananya.
“Your Highness, nona Jasmin datang dan ingin bertemu dengan anda”. Seru salah satu special knight.
Sejenak Risa mengeryit bingung kemudian saling bertatapan dengan Steven.
“Biarkan dia masuk”.
Tak lama kemudian sosok gadis berpakaian resmi dengan berbagai macam antribut masuk lalu membungkuk sopan.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”.
“Lama tidak berjumpa putri Jasmin”.
__ADS_1
Risa tersenyum miring menatap gadis tersebut.