Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Bad Girl


__ADS_3

-o0o-


Ke-esokan hari nya semua orang kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Karna sebentar lagi musim dingin akan berakhir yang otomatis mereka akan kembali ke mansion utama.


Di lain sisi Elene, Irene dan Risa bermain bersama ruang keluarga. Mereka sibuk menyusun balok membentuk suatu bangunan walaupun pada akhirnya di hancurkan oleh lemparan Risa.


“Permisi tuan besar”. Alfred tiba-tiba datang. “Perusahaan dari timur datang berkunjung”.


“Baiklah”. Balas nya kemudian berlalu setelah menghadiahi kecupan di kening Risa.


“Astaga ini sudah waktunya makan siang. Sebentar nona aku akan kembali”. Ucap Irene berlari keluar sampai-sampai ia lupa untuk menutup pintu.


Kesempatan itu tak di sia-sia kan oleh Risa untuk merangkak keluar, salah kan Irene yang tidak menutup pintu dengan rapat.


Beruntung bagi nya karna tidak ada seseorang pun ketika dirinya melewati lorong. Sesekali ia merutuki tangan nya yang sakit karna terkena kerikil ataupun keramik yang tidak rata.


Tak lama kemudian Risa sampai di taman kecil mansion dimana ia pernah tidur siang bersama kedua kakak nya. Belum sempat Risa merangkak mendekat, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang yang sedang berbincang.


Entah reflek atau memang insting seorang bayi, Risa bersembunyi di dalam taman bunga mawar putih. Mengintip sedikit karna penasaran dengan sang empu suara.


Ternyata Esmeralda. Ia memandangi winter tree dengan ekspresi aneh, satu tangan nya menyentuh batang sedangkan kepala nya mendongak ke atas.


Risa menduga-duga apa yang tunangan Logan itu lakukan? Bukankah seharusnya ia ditemani oleh para pelayan?

__ADS_1


“Sedikit lagi”. Gumamnya membuat Risa berusaha menajamkan pendengaran nya.


“Sedikit lagi maka aku akan menikah dengan Logan, di saat itu juga aku akan berusaha menguasai Aquamarinia”.


‘Apa maksudnya?’. Batin Risa.


“Jika Aquamarinia menjadi milik ku tidak ada lagi yang bisa mengalahkan seorang Esmeralda”. Gumamnya dengan nada penuh penakanan, pandangan nya menggelap mampu menakuti siapa saja yang melihatnya.


Schok. Tentu saja, Risa tidak percaya jika gadis yang akan menjadi istri Logan memiliki maksud jahat pada keluarga nya.


Ia harus melakukan sesuatu, tidak ada yang bisa mengusik Aquamarinia bahkan seorang putri Esmeralda sedikitpun.


“Risa! Risa kau dimana?”. Itu Logan, si tampan itu sedang panik mencari Risa yang menghilang sedangkan sang empu nama masih setia di tempatnya.


“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Sapanya.


“Apa yang kau lakukan disini? Dimana pelayan-pelayanmu?”.


“A. Aku hanya jalan-jalan tuan muda”.


“Lain kali jangan pernah berkeliaran sendirian, mengerti?”. Ucap Logan masih dengan aksen datar.


“Baik”.

__ADS_1


Krek


Sial bagi Risa karna tidak sengaja mematahkan ranting kayu, Logan yang mendengar suara tersebut memandang curiga lalu mendekat.


Satu langkah kaki Logan senada dengan detak jantung Risa, memasang mental yang kuat bersiap untuk dimarahi. Logan terkejut ketika mendapati sosok Risa yang menelungkup di atas tanah.


Wajahnya belepotan tanah bahkan gaun nya sama mengenaskan dengan wsjahnya, namun semua itu masih terkesan imut dan menggemaskan.


“Anak nakal. Apa yang kau lakukan di sini hm? Aku mencarimu kemana-mana”. Bisik Logan membawa Risa ke gendongan nya.


"Tta…tata”. Oceh Risa sedetik kemudian memberikan dua kelopak bunga dengan kedua tangan mungil kotor nya.


Pandangan Logan melembut tak lupa mengambil kelopak bunga tersebut. Menggendong Risa dengan posisi tegap sehingga gadis kecil itu bisa melihat Esmeralda yang merengut kesal dengan dua tangan terkepal kuat.


Risa tersenyum jahil lalu memeluk leher Logan, ia senang melihat wajah kesal putri jahat tersebut karna bagi nya keluarga tak seorang pun yang bisa meremehkan keluarga Aquamarinia.


Sial bagi Risa karna sesampainya di kamar ia di marahi oleh Elene karna menghilang begitu saja, ia pun merasa bersalah pada Irene yang terisak karna mencemaskan diri nya.


Zaven yang bertugas menenangkan istrinya yang marah besar namun berakhir terisak karna terlampau cemas. Jika kalau bukan karna bujukan -lebih tepatnya makian nada datar- Logan maka bisa saja Irene berakhir dengan hukuman penjara.


Malam hari nya seperti biasa Risa menghabiskan waktunya bersama Logan dan Xavier. Kali ini ketiga kakak beradik itu akan tidur bersama. Mereka bermain di ranjang king size tersebut dengan berbagai macam mainan di atasnya.


Posisi Risa di tengah tidur di apit oleh kedua kakak nya. Irene dengan setia menemani mereka sampai lelah, sesekali membantu mengambilkan susu bantu untuk bayi mungil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2