
-o0o-
“Suatu kehormatan bagi saya bisa menghadap Your Highness”.
Risa tersenyum tipis namun matanya mengandung beribu makna. Mata elang itu menatap gadis di depannya dalam diam membuat semua orang yang berada disana merasakan hawa dingin menusuk hingga ke tulang.
“Ada tujuan apa putri Jasmin datang menemuiku”.
“Sebelumnya maafkan saya telah datang di saat anda sedang sibuk, hanya saja saya ingin mengajukan permohonan”. Pelan Jasmin menarik nafas kemudian menoleh ke depan.
“Saya….”.
“Jika isi permohonanmu berkaitan dengan Claude sebaiknya lupakan saja. Kau buang-buang waktu”.
“Tapi saya…”.
“Putri Jasmin bukankah kau ini seorang putri dari kerajaan Arab, mencari seorang pria bukanlah hal yang sulit bukan? Mengapa kau begitu terobsesi dengan tuangan orang lain?”.
Skak matt.
Jasmin terdiam namun sedetik kemudian wajahnya berubah, rahangnya mengeras dengan mata tajam. Hal tersebut membuat Risa tersenyum miring.
“Oho sepertinya kau mulai menjadi gadis liar hm? Sudah ku duga kau sama saja dengan Viona, bersenang-senanglah untuk saat ini nona tapi ingatlah jangan bermain api. Kau bisa terluka”.
“Kenapa anda begitu percaya diri jika Claude akan memilih mu, secara aku mengenalnya lebih baik darimu”. Risa tertawa kecil mendengar Jasmin berbicara dengan nada kasar.
“Nona Jasmin sepertinya kau sudah keterlaluan”. Tegas Steven mengeluarkan suara.
“Biarkan saja Stev, bukankah ini menarik”. Risa menghentikan langkah Steven dengan ayunan tangannya.
“Jasmin kau hanya perlu tau bahwa kepercayaan diriku melebihi keegoisanmu”.
“Oh ya bagaimana jika suatu saat nanti Claude dan aku menikah? Kau menyerah?”.
“Bahkan dalam mimpiku kau tak akan mendapatkan secuil kukunya”.
“Kita lihat saja nanti, siapa yang akan tertawa nantinya”.
“Challenge accepted”.
“Ingatlah Your Highness ini pertarungan antara dua wanita”.
“Jangan meremehkanku nona, gadis ini lebih baik dari yang kau fikirkan”.
“Cih baguslah kalua begitu. Saya permisi”. Kesalnya kemudian berbalik pergi.
Sekian kalinya Risa membuang nafas berat seraya mengurut kepalanya yang berdenyut.
“Your Highness anda seharusnya tidak melakukan ini”.
“Steven. Apa yang akan kau lakukan jika seseorang mengambil barang berharga milikmu?”.
“Mungkin aku akan melakukan hal yang sama hanya saja saat ini statusmu bukan lagi nona muda tapi seorang ratu”.
“Tenang saja. Ini tidak mempengaruhi pekerjaanku, kau hanya perlu diam dan melihat Stev”.
“Ku mohon untuk tetap pada batasnya Your Highness, berhentilah jika suatu saat anda lelah”.
__ADS_1
“Kenapa aku merasa kau cerewet seperti ibuku”.
“Bahkan aku bisa menjadi ayah mu jika perlu”. Kesal Steven dengan nada pelan dan hanya mereka berdua yang mendengarnya.
“Mom your so noisy”.
-o0o-
♫ Insomnia Song Lyric
*I never thought that i’d fall in love,love,love,love.
But it grew from a simple crush,crush,crush,crush.
Being without you girl,i was all messed up,up,up,up.
When you walked out,said that you’d had enough- nough- nough- nough.
*Been a fool,girl i know
Didn’t expect this is how things would go
Maybe in time,you’ll change your mind
Now looking back i wish i could rewind
**Because i can’t sleeping til you’re next to me
No i can’t live without you no more
Til this house feels like it did before
Feels like insomnia ah...ah..
Remember telling my boys that i’d never fall in love.. love.... love... love
You used to think i’d never find a girl i could trust... trust... trust.... trust
And then you walked into my life and it was all about us.. us... us... us
But now i’m sitting here thinking i messed the whole thing up.. up.... up... up
Ah i just can’t go to sleep
Cause it feels like i’ve fallen for you
It’s getting way too deep
And i know that it’s love because*..
Steven mematikan speaker yang suaranya memenuhi ruangan tersebut kemudian mengambil selimut dari tangan Irene. Kakinya melangkah mendekati meja kerja dimana seorang gadis tertidur pulas.
Waktu menunjukkan pukul 04.00 am dan Risa sudah berada di mejanya sedari sore selepas dari tugasnya keluar kota.
Pelan Steven menyelimuti tubuh mungil tersebut lalu menggendongnya ala bridal style. Membawanya ke kamar lalu membaringkanya ke ranjang berukuran king size. Menyelimuti hingga batas dada kemudian melangkah keluar.
“Kau terlihat lelah Stev”. Seru Irene yang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja”.
“Makan lah dulu baru setelah itu tidur, akan ku siapkan”.
“Terima kasih Irene seperti biasa kau baik sekali”.
“Jangan merayuku. Cepat jalan kau lamban”.
Steven terkekeh kemudian melangkahkan kaki menuju dapur dimana beberapa maid dan koki mulai bekerja. Steven mendudukan diri di salah satu bangku tepat di samping gadis cantik berpakaian maid.
“Biar ku tebak, apa kau begadang lagi tuan Stev”.
“Begitulah. Risa baru saja tertidur setelah menyelesaikan pekerjaannya”.
“Seperti biasa Your Highness selalu bekerja keras”. Kekehnya kembali melanjutkan sarapan-terlalu-paginya.
“Hai Flo aku tidak melihatmu tadi”. Sapa Irene datang membawakan sarapan Steven.
“Itulah aku, selalu luput dari pandangan semua orang”.
“Siapa suruh kau punya tubuh pendek”. Flo mendengus kesal sedetik kemudian memukul lengan Steven.
“Tuan Stev kau terlalu memujiku”.
“Bukankah seharusnya kau tersanjung? Kenapa memukulku”.
“Haha jangan membuatku tertawa tuan”.
Steven mulai memakan sarapannya sedangkan Irene berpamitan menuju kamarnya.
“Tuan Stev bolehkah aku bertanya?”.
“Katakan saja”.
“Hmm itu apa kau baik-baik saja?”.
“Apa maksudmu?”.
“Kau sudah bersama Your Higness sejak ia kecil, berbagai macam masalah kau hadapi demi melindunginya. Apa kau tidak lelah?”.
Sejenak Stev menghentikan kegiatannya kemudian menerawang jauh.
“Hmm Sejauh ini aku baik-baik saja. Bebanku tidak seberat yang kau fikirkan mengingat aku juga berteman baik dengan tuan muda Xavier, jadi rasanya aku lebih seperti menjaga seorang adik”.
“Oh ya? Pernahkah kau merasa kesulitan? Apalagi saat ini Your Highness terlibat masalah percintaan seperti ini”.
“Jika maksudmu aku bosan maka jawaban ku iya. Siapa yang tidak bosan menjaga seorang gadis bertahun-tahun lamanya. Hanya saja aku sudah terbiasa dengan sifat kekanakan dan kecerobohan nya. Karna tanpa siapapun sadari gadis kecil yang kini menjadi seorang ratu hanyalah manusia kecil yang kesepian. Walaupun ia terlahir kaya raya namun semua itu tidak cukup karna jauh dalam lubuk hatinya terdaoat lubang besar nan kosong”.
Steven tersenyum kecil kemudian menatap makanan nya sayu.
“Di depan umum ia terlihat sangat ceria namun saat sendiri air matalah yang menjadi teman baiknya. Bahkan masih ku ingat dengan jelas seorang gadis kecil yang memiliki sifat berbeda daripada anak kecil pada umumnya. Menarik bukan?”.
“Kenapa aku merasa kau sangat menyukainya”.
“Bernarkah?”.
“Kau membuat ku merinding tuan. Jangan bilang kau memang menyukai Your Highness Larrisa. Ingat usiamu dasar kakek-kakek tua”.
__ADS_1