
-o0o-
Ke-esokan paginya Larrisa memutuskan untuk bersantai sejenak di pemandian air panas, kebetulan bertempatan tidak jauh dari Mega Island.
Bersama Irene gadis ini berendam dalam damai sesekali canda tawa menghiasi kegiatan mereka.
“Hahh sudah sangat lama aku tidak berendam seperti ini”.
“Kata-kata yang cocok keluar dari mulut orang tua”. Kekeh Risa.
“Aku tidak menyangkalnya karna memang tidak lama lagi cucuku akan lahir”.
“Oh ya? Wahh memang gelar nenek sangat cocok untukmu”.
“Terima kasih kau baik sekali”. Balas Irene dengan nada sedikit kesal.
Tok….tok..
“Masuk”. Seru Risa sedetik kemudian seorang maid masuk dan langsung membungkuk.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, Your Highness anda kedatangan tamu”.
“Sekarang? Yang benar saja, aku baru saja menikmati liburan”. Geram Risa.
“Siapa yang bertamu di saat seperti ini”.
“T, Tuan Logan dan nona Esmeralda”.
Sejenak Risa terkejut kemudian tersenyum miring,
kepalanya perlahan menoleh ke samping dimana pemandian pria berada dan hanya berbatas dinding bambu.
“Steven!!”.
“Yes Your Highness”.
“Pergilah menemui tamu special kita selagi aku bersiap”.
“As you wish, Your Highness”.
Risa beralih menoleh ke depan dimana Irene berada.
“Irene aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku”.
Dua jam kemudian Risa telah selesai selesai mandi dan berangkat menuju gedung utama, perlahan kaki jenjangnya melangkah menuju ruang tamu Mega Island.
__ADS_1
Disana telah berkumpul semua orang termasuk orang tuanya, Logan, Esmeralda berserta keluarganya.
Mendudukan diri di singasana setelah menerima sapaan mereka.
“Ada apa semua orang berkumpul seperti ini?”. Tanya Risa to the point.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, Your Highness maafkan kelancangan kami menganggu istirahat anda. Kami kesini bermaksud untuk menanyakan kepastian pernikahan tuan muda Logan dan putri kami Esmeralda”.
Risa memutar bola mata malas mendengar penuturan pria paruh baya tersebut.
“Kami memohon izin untuk melangsungkan pernikahan”. Sambung wanita paruh baya yang berdiri di sisi putrinya.
“Sayang, kami tidak bisa berbuat apa-apa mengingat kau mengambil alih semua urusan keluarga kita. Semua terserah padamu nak”. Kali ini Zaven mengeluarkan suaranya.
Risa membuang nafas kasar kemudian bangkit dan melangkah mendekati Logan yang hanya dimana menatap dirinya.
“Tuan muda Logan, biarkan aku bertanya. Apa kau mau menikahi putri Esmeralda?”.
Logan masih tenang namun matanya menatap intens gadis di depannya.
“Aku sudah menyerahkan kebahagiaanku pada adik kesayanganku”.
Deg
“Jika seperti ini rasanya aku menjadi orang jahat yang menghambat kebahagian orang lain”.
“Bahkan tak sedikitpun ku merasa demikian, justru aku merasa bersyukur karna merasa di cintai dan di lindungi”.
“Tapi bukankah kau memiliki hak untuk berumah tangga? Marahlah padaku dan pintalah hakmu tuan muda Logan”.
“Apa aku harus melakukannya?”.
“Why not”.
Logan tersenyum kemudian tanganya terulur dan mendarat di rambut emas Risa. Bergerak mengelus sayang sedetik kemudian tersenyum lembut.
“Aku percaya padamu karna kau si manja yang ku sayangi”.
Runtuh sudah pertahanan Risa, air mata langsung jatuh membuat sungai kecil di pipi chubby-nya. Bibir mungil berlipstik pink itu membuat seutas senyuman lalu berhambur memeluk tubuh kekar Logan.
Elene ikut menangis haru melihat kedua buah hatinya mengakhiri perang dingin mereka.
Zaven sontak menatap sekolompok manusia yang hanya diam memperhatikan momen indha tersebut.
“I am sorry everyone. Sepertinya semua berakhir di sini”.
__ADS_1
“Ku mohon Zaven apa kau tidak bisa mempertimbangkanya lagi? Kita sudah berteman sejak lama”.
“Maafkan aku Ferdinand, aku yakin putrimu pasti mendapatkan suami yang baik di luar sana”.
Ferdinand membuang nafas pasrah kemudian mengangguk pelan.
“Baiklah. Aku mengerti, sepertinya keputusan kita dahulu memang kekanakan”. Kekehnya yang disambut tepukan pelan pada pundaknya.
“Terima kasih telah mengerti sobat”.
Kedua pria tersebut tersenyum lembut dan tak lama kemudian Ferdinand membawa keluarganya pulang.
Tanpa siapapun sadari Risa memandang aneh ekpresi marah Esmeralda sedetik sebelum bayangannya menghilang dibalik pintu.
“Hahhh sepertinya perjuanganku masih panjang”. Gumam Risa seraya melangkah pergi menuju ruang keluarga.
Xavier merangkul pundak Risa sedangkan Logan mengacak rambut emas itu gemas.
“Jangan lupakan kami selalu di sisimu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan Your Highness”.
“Thanks Mr. Xavier, anda baik sekali”. Balas Risa sedikit meledek.
“Tenang saja anak-anak, aku percaya dengan kekuatan putriku. Bukan begitu sayang”. Seru Elene yang di balas angguka mantap oleh Zaven.
“Putriku memiliki kekuatan yang sama dengan kedua kakaknya, jadi tenang saja. Tidak ada yang berani menganggu Ratu Aquamarinia”.
Risa terkekeh riang mendengar kalimat percaya diri ayahnya, bahkan saat ini Xavier ikut nimbrung menambahi perkataanya.
Alhasil dua pria kekakanakan itu langsung berlagak sombong dan melebih-lebihkan segalanya.
“Your Highness aku datang membawakan jadwal untuk besok”. Seru sebuah suara membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
Zaven mengeluarkan suaranya. “Bukankah kau putri Asisi?”.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, salam dari tuan besar Zaven”.
“Apa yang kau lakukan disini nak?”.
“Nona Sharon mengajukan diri bekerja sebagai sekretaris Your Highness dan sejauh ini ia bekerja dengan baik”. Jelas Steven.
“Bagus, bekerja lah dengan baik setidaknya Risa memiliki teman wanita di sisinya”.
“Suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja bersama untuk Kerajaan Aquamarinia”.
Risa mengambil alih map tersebut kemudian membaca setiap lembarnya sedangkan Steven hanya bisa terkekeh melihat majikannya memutar bola mata malas mendengar segala kalimat yang keluar dari bibir kedua orang tuanya.
__ADS_1