Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Gagal


__ADS_3

-o0o-


Acarapun di mulai, kali ini Irene mengambil alihku dari Esmeralda dan membawaku ke sisi ibu.


Saat ini sesi dimana kakak gantian mengenakan cincin pada gadis itu, tidak aku harus melakukan sesuatu.


Berfikir, Larissa ayo berfikir.


Sedetik kemudian sekelebat ide langsung mendatangiku. Benar itu cara satu-satunya.


Sekuat tenaga aku turun dari gendongan Irene dan berlari cepat. Menampar tangan itu menjadikan cincin tersebut jatuh entah kemana.


Semua orang mamandangku terkejut bahkan Logan terbelalak melihatku tidak percaya.


Astaga, dasar bodoh!!. Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan? Kenapa aku bisa seceroboh ini? Sial.


“Risa”. Gumam Logan masih dengan ekspresi yang sama.


Bisa ku lihat ayah dan ibu serta para tamu undangan masih dengan ekspresi terkejut setengah mati. Aku tidak bisa mundur lagi, semua sudah terlanjur terjadi.


Bertahan lah Larissa pertahankan kekuatanmu.


“Larrisa!!, kau sadar apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau…”. Ayah menahan nafas setelah membentak ku, ini pertama kalinya ia berbicara seperti itu padaku.


“Sayang tenanglah, kau menakutinya”. Bisik ibu namun ayah sudah terlanjur marah.


“Kak Logan tidak boleh menikah, Risa tidak mau kakak ipar”. Ucapku lagi-lagi mengejutkan mereka.


“Irene bawa Risa pergi dari sini, tunggu aku di ruang tamu”. Ucap ayah dengan nada penuh penekanan, Irene patuh kemudian mendekat namun aku menghindar cepat.


“Risa tidak akan pergi kemana-mana sebelum acara ini bubar. Kak Logan tidak boleh menikah dengan Esmeralda!!”.


“IRENE!!!”. Dengan cepat Irene menarik tanganku namun secepat mungkin ku tangkis.


Tidak sengaja pandanganku tertuju pada Esmeralda, gadis itu tersenyum penuh kemenangan, bahkan ketika mataku menatap satu keluarga yang berdiri di sisi ruangan juga berekspresi sama. Mereka keluarga kejam.


Alhasil aku berakhir di ruang tamu duduk diam dengan Irene yang mulai cemas.


Ayo berfikir Risa kau bahkan gagal menghentikan pertunangan mereka, hahh tubuh ini membatasiku bergerak bebas. Apa yang harus ku lakukan saat ini?


Brak!!


Pintu terbuka kasar menampilkan sosok ayah, ibu dan Logan. Mereka masuk dan mendudukan diri di sofa, aku hanya menunduk takut.


Ayah mengambil nafas kemudian mengeluarkan suaranya.


“Sayang, hari ini kamu nakal. Kau tau apa kesalahanmu nak?”. Ucapnya mencoba setenang mungkin.


Aku hanya mengangguk pelan tanpa bersuara.


“Risa, ceritakan pada papa kenapa putri papa bisa senakal ini hm?”. Walaupun papa duduk di seberang sana namun suaranya terasa dekat dan menusuk.


Aku menggeleng pelan. “Papa tidak akan percaya pada Risa”.

__ADS_1


“Kenapa? Papa percaya padamu nak”.


Ku beranikan diri mengangkat wajah menatap tepat di manik mata yang sama denganku tersebut.


“Papa lebih percaya kak Esmeralda daripada Risa”. Gumamku kemudian bangkit dan melangkah pergi tanpa memperdulikan panggilan ibu dan kak Logan.


Percuma saja aku menceritakan semuanya karna terlalu diluar logika. Tidak mungkin aku mengatakan jika aku adalah seorang siswi SMA yang mengalami reinkarnasi ke tubuh bayi seorang bangsawan.


Mereka pasti mengataiku orang gila dan menganggap semuanya hanyalah cerita anak kecil penuh imajinasi.


So, sounds useless right?


-o0o-


Ke-esokan harinya aku mulai menjalani les privat bersama kak Abelia. Mulai dari belajar menulis dan membaca, sesekali ia menceritakan tentang sejarah keluarga Aquamarinia.


Abelia ternyata seorang penasehat perusahaan kosmetik di Inggris. Itulah mengapa ia memiliki kejinusan hampir mendekati kak Logan.


Menurut cerita nya, Abelia terlahir dari keluarga sederhana yang bekerja sebagai petani anggur dan hasilnya akan di jual ke ibu kota. Ia berhasil menjadi seperti sekarang karna biaya dari beasiswa berprestasinya, melewati berbagai macam rintangan hidup sampai berhasil seperti sekarang ini.


“Wahh ternyata nona muda pintar sekali, kau bisa menguasai huruf dengan cepat”.


Aku menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.


“Kalau begitu kita akhiri kelas hari ini, apa nona punya pertanyaan?”.


“Hmm.. Bagaimana caranya menghentikan pernikahan?”.


“Eh? M.. Maksud nona?”.


“Memangnya nona tau dari mana jika perempuan itu jahat?”.


Aku terdiam sejenak. “Aku mendengarnya sendiri”.


“Benarkah?”. Tuh kan dia pastinya menganggapku aneh atau kekanakan.


“Kalau begitu tuan putri harus mempertahankan pendapat”. Kalimatnya diluar perkiraanku.


“Maksud saya tuan putri harus bisa meyakinkan keluarga untuk tidak menikahkan tuan muda dengan perempuan itu, hmm seperti mencari bukti mungkin atau sesuatu yang bisa menguatkan pendapat tuan putri sendiri”.


“Tapi papa tidak percaya sama sekali, Risa bahkan dimarahi karna menganggu acara pertuangan kakak”.


“Itu karna nona muda ceroboh, seharusnya tidak boleh begitu”.


“Benarkah? Hmmm”. Aku berfikir sejenak. “Baiklah sepertinya menarik, terima kasih kak Adelia”. Sambungku seraya bangkit dan berjalan keluar ruangan.


Hari ini aku akan berkunjung ke perusahaan bersama Irene, kata ibu aku bisa berkunjung kapan saja. Ayah dan Logan berada disana sedangkan ibu terbang ke Jepang mengurus beberapa masalah.


Setelah selesai bersiap-siap akupun langsung memasuki mobil yang telah di jaga beberapa special knight. Perjalanan memakan waktu 20 menit sebelum mobil tersebut berhenti di perkarangan gedung pencakar langit.


“Silahkan nona muda”. Ucap Irene yang sudah keluar terlebih dahulu sembari membukakan pintu.


Perlahan aku turun dan menelusuri sekeliling, terlihat ramai sekali apa sedang terjadi sesuatu? Tidak ada tanda-tanda orang demo ataupun keributan, tapi kenapa banyak perempuan berkumpul di depan gedung.

__ADS_1


“Sepertinya mereka para penggemar tuan muda Logan, nona”. Bisik Irene sepertinya menjawab semua pertanyaanku.


Aku mengangguk paham kemudian melangkah masuk di ikuti sekitar 2 orang special knight selebihnya berjaga di luar. Siapa sangka sepanjang jalan semua orang menunduk hormat, wajah mereka berbinar ketika melihatku mengingatkan ekspresi kak Xavier yang sama.


Setibanya di lift Irene mengeluarkan suaranya. “Ruangan tuan besar berada di lantai 5 sedangkan tuan muda Logan di lantai 4, nona mau mengunjungi yang mana?”.


“Ruangan kak Logan saja”.


“Baik”. Balasnya seraya menekan tombol 4 di sisi pintu lift.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka senada dengan suara dentingan, aku berjalan terlebih dahulu melewati meja para karyawan.


Ujung lorong tersebut berakhir pada pintu besar berwarna silver yang terdapat satu meja besar di sampingnya, sepertinya itu meja si sekretaris perlu kalian ketahui jika kak Logan menjabat sebagai General Manager di perusahaan kami.


“Selamat datang nona muda, ada yang bisa saya bantu”. Benar saja seorang wanita cantik berambut hitam di sanggul rapi dengan iris mata senada yang menawan.


“Apa kak Logan ada?”.


“Tuan logan sedang ada tamu di dalam”.


“Baiklah”. Balasku dan Steven sang special knight pribadiku membukakan pintu besar tersebut.


Sontak saja aku memutar bola mata malas ketika menyadari siapa sang tamu tersebut.


Ternyata si Esmeralda, gadis itu kini duduk di depan meja Logan yang masih sibuk dengan laptopnya. Hal yang membuatku muak adalah pakaian ketat wanita itu, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang memang ideal. Gaun merah off shoulder tersebut menampilkan bahu putihnya dengan rambut tergerai.


Seketika ide bagus melintas begitu saja, aku tersenyum miring kemudian berlari mendekat dan berakhir di pangkuan Logan.


“Kak Logan~”.


Logan terkejut menatapku namun itu hanya sebentar hingga pandanganya melembut.


“Kenapa tidak memberi kabar jika datang hm?”.


“Risa ingin memberikan kejutan, Risa merindukan kakak”.


“Benarkah? Bagaimana dengan kelas pertamamu?”.


“Menyenangkan, kak Adelia mengajarkanku dengan baik”.


“Syukurlah”. Kekeh Logan seraya mengelus rambutku pelan, dari sudut mata bisa ku lihat wajah kesal Esmeralda dengan tangan terkepal kuat.


“Kakak Risa lapar. Ayo kita makan siang bersama”.


Logan melihat jam tangannya kemudian mengangguk.


“Baiklah”.


“A, aku ikut”. Ucap gadis itu cepat sontak saja menghentikan pergerakan kakak bangkit dari kursinya.


“Kebetulan aku juga belum makan, kita bisa pergi bersama tuan muda”.


“Terserah kau saja”. Balas Logan kemudian bangkit, menggandeng tanganku menuju keluar ruangan. Sial, kenapa gadis itu ikut juga.

__ADS_1


Awas aja kalau berani macam-macam.


__ADS_2