Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Pesta Ulang tahun Xavier


__ADS_3

-o0o-


Malam harinya semua orang mulai bersiap-siap bahkan saat ini Xavier sibuk merapikan pakaiannya dibantu oleh beberapa maid. Zaven dan Elene sudah rapi dengan stelan kerajaan mereka, terdapat banyak antribut di dada bidang pria paruh baya tersebut sedangkan sang istri mengenakan dress panjang berwarna merah hitam senada dengan zaven dengan belah samping menampakkan kaki jenjangnya yang mulus. Mereka menanti ketiga buah hati yang masih bersiap-siap, Elene memutuskan untuk melihat Risa ke kamarnya.


“Astaga lihatlah betapa cantiknya putriku ini”. Serunya dengan tangan saling terkatup.


Risa berdiri di depan cermin mengenakan gaun biru panjang dengan pundak terbuka namun tertutupi oleh brokat transparan panjang hingga melebihi tangannya. Motif gelombang air menghiasi bagian bawah gaun dengan hiasan berlian murni biru safir. Rambut emasnya tertata rapi dengan ikatan di beberapa sisi tak lupa mahkota kepangkatannya. Kaki jenjang Risa mengenakan high heels berwarna senada dengan tinggi 5 cm, para maid mengenakan sarung tangan putih panjang batas siku tak lupa memberikan ikatan berlian murni sebagai hiasan.


“Wahh kau bisa menggoda pria manapun dengan penampilan ini sayangku”.


“Terima kasih ibu, aku akan memikirkannya”.


“Oh ya aku tidak melihat Claude. Apa dia datang?”.


“Semoga saja”. Gumam Risa menatap bayangannya dari cermin, bergulat dengan fikirannya menebak apakah pria itu akan datang atau tidak.

__ADS_1


“Pawai akan di mulai sebaiknya kita pergi sekarang”.


Risa mengangguk paham kemudian melangkah ke luar bersama ibunya. Zaven, Logan dan Xavier sudah menunggu bahkan Steven bersama para pasukannya sudah stand by. Xavier berjalan paling depan itupun karna paksaan Risa mengingat dia adalah tokoh utama pesta malam ini.


Mereka keluar Mega Ishland menaiki kereta kuda, Steven membantu Risa naik sebelum menutup pintu kereta yang ditarik 7 ekor kuda putih. Logan dan Xavier mengendarai kuda mereka sendiri dan berjalan paling depan, mereka berdua tampak gagah dan berwibawa. Para special knight mengelilingi kereta kuda yang dinaiki Risa dan kedua orang tuanya dengan berjalan kaki. Lima menit persiapan akhirnya mereka mulai berjalan memasuki area pawai.


Semua orang sontak bersorak sembari mengibarkan bendera Aquamarinia mini dengan semangat ketika acara dimulai. Romongan pertama merupakan pawai dari para penari bunga, penari yang sebahagian besar wanita itu menari dengan lihai menaburkan berbagai macam bunga bahkan sesekali mereka memberikan setangkai bunga pada anak-anak yang berada di barisan pertaman penonton. Rombongan kedua ada penari dengan pakaian hewan seperti burung, kucing dan lain-lainnya tak lupa mereka membawa hewan asli sebagai tanda Aquamarinia menampung ribuan hewan liar yang hidup berdampingan dengan manusia. Rombongan ketiga yaitu para pemusik atau marching band berjumlah 100 orang bermain berbagai macam alat musik.


Tibalah pada rombongan inti, yaitu barisan para knight lengkap dengan senjata mereka. Melihat itu, masyarakat Aquamarinia bersorak-sorai berteriak histeris tidak sabar untuk melihat sang tuan rumah yang mereka cintai. Tak lama kemudian sosok Logan dan Xavier tampak mengendarai kuda besar nan gagah, sontak saja semua orang khususnya kau hawa menggila bahkan ada yang sampai pingsan melihat pesona dua pria tampan nyaris sempurna tersebut. Di belakang mereka dilanjutkan dengan kehadiran kereta kuda berjalan lambat menampilkan sosok Risa bersama kedua orang tuanya melambai menyapa.


“Long life yourhighness Risa!!!”. Seru mereka berkali-kali.


Xavier mulai berbicara setelah Risa memberikan kata sambutannya, pria tampan itu berteriak keras sembari menganggkat segelas wine sebagai pembukaan disambut oleh letusan kembang api raksasa berwarna-warni. Semua orang menikmati pesta dengan semangat bahkan banyak anak-anak kurang mampu makan dengan lahap tanpa mencemaskan apapun. Risa tersenyum senang melihat keceriaan diwajah masyarakatnya memberikan kehangatan padanya.


Semua orang termasuk keluarganya makan malam dengan lahap kecuali dirinya, entah kenapa nafsu makannya hilang hanya karna memikirkan seseorang yang belum menampakkan diri sejak satu jam yang lalu. Bahkan sebentar lagi acara akan selesai digantikan dengan pertemuan di dalam gedung. Risa menatap sayu makanan lezat di depannya tanpa niat untuk meraihnya, hal tersebut membuat Elene menatap suaminya bingung.

__ADS_1


Baru saja Zaven hendak mengeluarkan suaranya, tiba-tiba semua orang heboh membuat mereka otomatis menoleh ke depan. Mata beririskan biru Risa melebar ketika melihat sosok pria berjalan dengan gagahnya menaiki panggung bersama dua pria pengawalnya. Claude membungkuk sopan ketika berada tepat di depan Risa.


“Maaf saya datang terlambat yourhighness”.


Risa hanya diam menatap pria di depannya lega, tersirat rasa kekhawatiran karna menyadari bahwa Claude masih mengenakan pakaian kantornya bahkan rambut yang biasanya tertata rapi kini sedikit berantakan. Risa terkekeh kemudian bangkit mendekati tunangannya tersebut, Claude menyadari kedatangan gadis itu berdiri tegap. Pelan tapi pasti Risa mengulurkan tangannya merapikan rambut hitam Claude dan juga dasi abu-abunya.


Tanpa ia sadari saat ini Claude sibuk mengaggumi penampilan Risa yang begitu cantik dan mempesona. Bahkan saat ini mata elangnya tak bisa lepas darinya, jauh dalam lubuk hati ingin rasanya ia membawa tubuh mungil itu ke dekapannya namun sebisa mungkin ditahan mengingat mereka saat ini berada di depan masyarakat banyak dan juga keluarga kerajaan.


Risa tersenyum manis mengeluarkan suara lembut yang selalu disukai Claude.


“Selamat datang prince Claude de Alger Ophelia”.


“Suatu kehormatan bagiku Yourhighness Larrisa de Zaven Aquamarinia”.


Mereka terkekeh ria membuat semua mata yang menonton keromantisan dua insan tersebut tertular tawa mereka. Elene bersandar pada sang suami lega melihat kebahagiaan di wajah putri mereka, bahkan saat ini Logan dan Xavier hanya bisa menggeleng pasrah menyadari bahwa adik mereka tidak menyadari situasi saat ini dan malah bermesraan.

__ADS_1


“Aku jadi ingin bertunangan”. Oceh Xavier.


“Aku tidak rela di langkahi adik sendiri”. Gumam Logan membuat Xavier mendengus kesal.


__ADS_2