
-o0o-
Author PoV
Pagi harinya Risa masih terlelap dengan nyenyak sampai sinar mentari mengusik tidurnya. Perlahan ia merenggangkan tubuh sembari menguap, otaknya kembali beraksi ketika menyadari saat ini ia tidak berada di kamarnya.
Hatinya membenarkan jika selamam ia tertidur di penthouse, perlahan memutar tubuh malas namun tersentak ketika mendapati sosok pria bertubuh kekar tidur menelungkup tanpa atasan.
Seketika senyuman terukir di wajah cantiknya, ini pertama kalinya Larrisa melihat wajah polos Claude dan sekarang mereka tidur di ranjang yang sama.
Dari jarak sedekat ini ia bisa mencium wangi perfum memabukkan ciri khas seorang tuan muda Claude de Alger Ophelia.
Risa meneliti wajah damai tersebut, bulu mata lentik yang masih melindungi mata merah mengerikan namun bisa melelehkan hati setiap wanita jika melihatnya, hidung mancung dan bibir mungil berwarna alami nan sexy.
Sepelan mungkin Risa menyentuh rambut hitam berantakan itu dan merasakan kelembutan disana.
“Tetaplah seperti ini karna hanya ini lah cara bagiku untuk bisa dekat denganmu”. Gumam Risa sedetik kemudian melangkah ke kamar mandi setelah memberikan morning kiss di pipi pria tersebut.
Di dalam Risa berendam dengan perasaan malu karna tindakan cerobohnya tadi, merutuki kebodohannya yang tanpa sadar mengecup pria tersebut bahkan ia bisa menjamin jika itu adalah ciuman pertama yang ia berikan kepada laki-laki selain ayahnya.
Setelah selesai Risa keluar dengan menggunakan bathrobe dan mengeringkan rambut dengan handuk.
“Hm? Kemana dia?”. Gumamnya ketika tidak mendapati Claude di ranjang di gantikan oleh pakaian casual tersusun dengan rapi.
“Mencari apa?”.
“Kyaaa!! Astaga mengagetkan saja”.
Ternyata pria itu sudah rapi dengan stelan jas berwarna coklat muda. Ia berdiri dengan tangan di masukan ke saku celana sedangkan satu lagi memegang secarkit kertas putih.
Risa menggeleng membuyarkan lamunannya kemudian berbalik mengingat kini ia hanya mengenakan bathrobe,
wajahnya bersemu merah bak kepiting rebus siap santap.
“A, Aku mau ganti baju”. Ucapnya yang hanya di balas anggukan oleh Claude seraya berlalu pergi.
Risa membuang nafas lega kemudian mengenakan pakaian nya, sedikit polesan make up tipis natural terakhir mengenakan sepatu sneakers putih dan selesai. Rambut emasnya di ikat kuda menampilkan leher putih jenjang nan halus.
__ADS_1
Setelah rapi Risa langsung menuju meja makan dimana Claude sudah memulai sarapannya. Beberapa pelayan memberikan sepotong roti selai coklat bersamaan dengan segelas teh hangat.
Mereka sarapan dalam diam beberapa menit kemudian bersama keluar penthouse menuju mobil Sedan hitam bermerek Lexus LS 460 Long Wheelbase yang memiliki kisaran harga 1,08 milyar rupiah.
Risa masuk setelah di bukakan pintu oleh Claude dan bagiannya dilakukan oleh seorang supir. Tidak lama kemudian mobil tersebut mulai membelah jalanan Ibu Kota dengan kecepatan sedang.
Risa yang merasakan keheningan cukup lama mulai memberanikan diri membuka percakapan.
“Kita mau kemana? Ini bukan jalan menuju rumah”.
“Menemaniku ke suatu tempat”.
“Kemana?”.
“Kau akan tau nantinya”.
Seperempat jam kemudian mereka sampai di sebuah kediaman yang terletak di ujung kota. Terdapat sebuah villa berukuran sedang dengan gaya modern namun beberapa bagian terbuat dari kayu seperti Pandopo dan teras menghadap ke kolam renang.
Risa hanya pasrah mengikuti Claude yang dengan santainya masuk tanpa permisi bahkan para penjaga berpakaian lengkap hanya diam tanpa berniat menahan ketidaksopanan nya.
Jantung Risa berdebar ketika melihat gadis yang sibuk main dengan mata terpejam.
“Jasmin”. Panggil Claude seketika menghentikan permainannya.
“Claude?”. Suara lembut itu mulai merespon.
Jasmin bangkit dan berlari mendekat, sedetik kemudian memeluk tubuh besar dan kekar tersebut erat.
“Aku senang kau datang”.
Risa tercengang tidak percaya melihat momen di depannya.
Perlahan Jasmin melepas pelukannya namun kedua tangannya masih memegang pinggang Claude. Risa yang masih setia di depan pintu melihat dengan jelas wajah datar tersebut melembut seketika, menyebabkan hati kecilnya kembali teriris.
“Maaf karna meninggalkanmu semalam”.
Jasmin menggeleng cepat. “Tidak apa-apa aku mengerti keadaannya, yang penting sekarang kau kembali”.
__ADS_1
“Aku harus kembali untuk mengurus beberapa hal”.
“Secepat itu? Tidak bisakah kau tinggal lebih lama”.
“Maaf tapi tidak bisa sekarang”.
“Lalu kapan? Ayolah Claude tetaplah disini”.
Risa menghela nafas ketika menyadari jika dua insan tersebut melupakan keberadaannya. Perlahan ia berbalik pergi meninggalkan dua manusia yang masih dimabuk asmara.
Steven yang melihat majikannya keluar sendiri mengeryit bingung lalu mendekat.
“Nona muda”.
“Kita pulang Stev”.
“Bagaimana dengan tuan Claude?”.
“Tidak apa-apa, ayo”. Ucap Risa cepat memasuki mobil yang di gunakan oleh Steven untuk mengikutinya.
Masih dengan perasaan bingung Steven mulai menjalankan mobilnya keluar perkarangan villa. Risa yang berada di bangku belakang memandang sayu pria yang berlari dari dalam villa, ia sempat berlari mengejar namun berhenti ketika Steven menambah kecepatannya memasuki jalanan kota.
Sontak saja Risa menangis menumpahkan semua rasa kesal dan sakit hatinya. Sesekali ia memukul dada mencoba mengurangi rasa sakit yang menyebabkan dada nya terasa sesak.
Kenapa? Karna ia menyadari jika hatinya sudah di ambil oleh seorang Claude sejak pertama kali mereka bertemu dan bertahun-tahun ia mencoba mempertahankan diri dalam dinginnya sifat pria tersebut namun sekarang entah mengapa semua mulai terasa berat.
Steven menyadari apa yang terjadi sebenarnya, ia mulai mengetik pesan singkat dan mengirimnya ke satu id contac.
Sesekali ia melihat kaca spion dimana Risa menangkup wajah dengan tubuh bergetar. Ini kedua kalinya ia melihat nona muda nya menangis seperti itu.
Tak lama kemudian mereka sampai di kediaman Aquamarinia. Risa langsung berlari memasuki kamarnya sedangkan Steven membawakan beberapa barang menuju ruang keluarga.
“Dimana dia?”. Seru sebuah suara membuat Steven sontak berbalik.
“Di atas, kau tidak mendengar suara bantingan pintu?”. Pria yang menjadi lawan bicara nya mengepal tangan erat.
“Ayo pergi".
__ADS_1