
Risa POV
-o0o-
Keesokan paginya aku dan Claude sudah berada di lapangan hijau letaknya tidak jauh dari Mega Ishland. Kami memutuskan untuk mengisi pagi dengan berkuda, bahkan saat ini aku sibuk menyisir rambut panjang Momo kuda putihku. Claude mengurus kuda hitam miliknya bersama dengan pengurus kandang, mereka sibuk memasang tempat duduk dan tali pada kuda.
“Selamat pagi Momo tidurmu nyenyak tadi malam?”.
“*suara kuda*”.
“Baguslah. Aku juga”.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Seru sebuah suara membuatku sontak menoleh.
“Steven. Selamat pagi”.
“Selamat pagi yourhighness”. Dahiku mengeryit bingung ketika merasakan sesuatu yang aneh.
“Steven kau sakit? Wajahmu merah sekali”.
“Aku baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan”.
Entah kenapa aku tidak mempercayai kalimatnya, Steven selalu suka memaksakan diri dalam bekerja. Segera kuletakkan punggung tanganku ke keningnya mengabaikan ekspresi kagetnya.
__ADS_1
“Dasar bodoh kau itu demam. Pergilah beristirahat aku akan menyuruh Irene menyiapkan obat dan makanan untukmu”.
“Tapi…”.
“Tidak ada tapi-tapian, jangan mencemaskanku karna saat ini aku bersama Claude. Pergilah beristirahat selagi aku berbaik hati tuan Steven yang terhormat”. Potongku dengan penuh penekanan disetiap kata.
Steven membuang nafas pasrah. “Baiklah. Terima kasih yourhighness, berhati-hatilah dan jangan jauh-jauh dari suamimu”.
“Aku tau dasar cerewet. Cepat pergi”. Kekehku sembari mengawasinya berjalan kembali ke Mega Ishland diikuti Irene setelah mendapatkan kode dariku untuk mengiktuinya.
Tak lama kemudian Claude datang dan kami mulai berkuda menjelajahi taman kerajaan. Perjalanan kami dihiasi oleh canda tawa bahkan beberapa kali para special knight yang ikut tertular. Kami kembali saat matahari mulai terbenam, setelah mengantarkan kuda kembali ke kandang aku dan Claude berjalan menuju Mega Ishland. Namun saat hendak masuk tiba-tiba mataku menangkap sosok familiyar.
“Kak Logan?”. Gumamku bingung melihat bayangan kak Logan berdiri mematung di tepi sungai kecil berjempatan kecil, matanya melihat lurus ke depan ciri khas orang melamun.
“Sayang ada apa?”. Suara Claude membuyarkan lamunanku.
“Baiklah jangan lama-lama diluar, mengerti?”. Aku mengangguk paham tersenyum sampai bayanganya hilang di balik pintu.
Tak mau mengeluarkan suara, aku mendekatinya mengendap-endap niat hati ingin membuatnya terkejut namun langkahku terhenti ketika seseorang mendekatinya dan dia adalah..
“Sharon?”. Sedang apa dia di sini? Setauku masa liburannya masih ada 3 hari lagi.
Mereka berakhir dengan percapakan ringan dan masih bisa terdengar olehku. Saat ini aku bersembunyi di balik batang pohon besar, mengintip bagaikan penguntit. Sejak kapan mereka akrab seperti itu? bukankah Sharon selalu malu dekat-dekat kak Logan, sekarang lihatlah. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih kasmaran, bahkan sejak tadi aku melihat ekspresi datar Logan sedikit melembut.
__ADS_1
“Sepertinya mereka merahasiakan sesuatu dariku”. Gumamku dengan senyum miring penuh ide cemerlang.
“Awas ya kalian”. Kekehku kembali ke rumah tentunya tanpa mereka sadari.
-o0o-
Beberapa hari kemudian aku sudah berada di dalam lift kantor Logan, sengaja tidak memberitahu karna aku penasaran apa yang dia lakukan selama aku tidak mengawasinya. Claude melakukan kunjungan ke luar negri selama dua hari jadi aku menyuruh Steven melindunginya selama di luar Aquamarinia. Awalnya dua pria tersebut menolak namun berkat bantuan ibu mereka terpaksa mengalah.
Aku melangkah keluar ketika pintu lift terbuka, kehadiranku membuat semua karyawan terkejut bahkan salah satu dari mereka tidak sengaja menumpahkan kopi yang nyaris sampai ke mulut. Setelah sampai di depan pintu ruangan Logan aku berdiam diri sejenak bersiap-siap untuk memberikan kejutan namun tanganku terhenti ketika mendengar suara aneh berasal dari dalam. Otomatis aku mendekatkan telinga ke pintu mencoba untuk mendengar lebih jelas.
“Presdir ku mohon terimalah lamaran dari putriku. Dia merupakan gadis yang pandai dan juga cantik, siapa yang meragukan keindahannya? Presdir tidak perlu mempermasalahkan statusnya, dia terlahir sebagai pewaris depertement store kami. Ku mohon tuan, dia amat sangat mencintaimu terimalah putriku sebagai calon istrimu”.
‘Ohooo sepertinya menarik’. Batinku.
“Tuan Jacob aku menghargai lamaran dari putrimu itu tapi sayang sekali aku tidak berniat menikah dengan gadis yang tidak ku cintai. Bahkan saat ini keluargaku masih belum mengizinkanku untuk menikah”. Gumam Logan dengan tenang.
“A, aku.. aku akan membantumu mengatakannya pada yourhighness Larrisa, aku berjanji akan mendapatkan restu darinya”. Benarkah? Tindakan yang berani.
“Jangan buang waktumu, Risa bukanlah orang yang bisa kau temui sesuka hati”.
“Aku tau tapi demi putriku akan kulakukan apapun”.
“Tuan Jacob sekali lagi ku katakan aku tidak bisa menikahi putrimu. Masih banyak pria lain yang bisa menerimanya tapi kenapa harus aku”.
__ADS_1
“Karna dia mencintaimu tuan”.
Sungguh cara melamar yang dipaksakan, mengingatkanku pada acara perjodohan Logan dengan Esmeralda. Apa sekarang akan terjadi lagi?