Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Hilang


__ADS_3

-o0o-


Setelah melawan arus selama satu jam akhirnya kapal musuh pun datang, bahkan lima kapal sekaligus. Mataku membola melihat persiapan mereka mulai dari kapal utama sampai dengan kapal kecil di sekitarnya. Sontak saja Robert berteriak pada anggotanya untuk mempersiapkan diri, perlahan tapi pasti ku raih teropong mencoba melihat lebih dekat.


“Itu…”. Kagetku menyadari logo dari bendera kapal putih berukuran besar tersebut.


“Yourhighness”.


“Seluruh awak sedia di tempat masing-masing dan…”. Ku tolehkan pandangan ke arahnya. “Aku ingin kau mencari sesuatu untukku”.


“Apapun yourhighness”. Segera ku perintahkan semua rencana dadakanku yang langsung di respon cepat olehnya.


Kapten kapal memberikan pengeras suara sesaat setelah tanganku terulur ke arahnya.


“Ehem.. diberitahukan kepala kapal yang jauh di sana, anda memasuki kawasan Aquamarinia tanpa izin. Segera putar balik sebelum anda melampauinya”. Seruku setenang mungkin namun tak ada respon sedikitpun.


“Sekali lagi ku peringatkan untuk segera pergi dari laut Aquamarinia!!”.


“Yourhighness sia-sia saja mereka semakin mempercepat laju kapal”. Ucap Robert mulai cemas.


Sedikit kesal ku putar volume pengeras suara full power kemudian mengambil nafas panjang.


“KUDOAKAN KALIAN TULI SELAMANYA!!”.


Dahiku mengeryit bingung ketika melihat situasi dimana semua orang menutupi kedua telinga mereka dengan ekpresi kaget. Kugaruk tenguk yang sebenarnya tak gatal, sepertinya kali ini aku sedikit berlebihan.


“Ehm jika dia tetap mendekat maka berikan tembakan peringatan”.

__ADS_1


“Yourhighness anda yakin?”.


“Aku bukan seorang pelawak”.


“B, bukan itu maksudku… L, laksanakan”. Gumamnya mendekati para pengendali senjata, memberikan intruksi singkat kemudian kembali berdiri di sampingku.


“Usahakan jangan sampai mengenainya, sebisa mungkin hindari peperangan”.


“Baik yourhighness”.


Keheningan mulai merajalela, semua fokus melihat ke depan dimana kapal besar tersebut semakin lama semakin mendekat. Bisa ku lihat salah satu anggota Robert memegang tongkat kecil berwarna hitam dengan tombol merah di ujungnya, siap menekan kapan pun. Suasana semakin meneggangkan bahkan saat ini aku bisa mendengar suara debaran jantungku, dan kurasa semua orang juga merasakan hal yang sama.


Berhentilah, kumohon berhenti di sana. Jangan sampai benda keras dan panas ini keluar dari sarangnya terbang bebas secepat cahaya. Berhenti dan kembalilah, aku tau kalian tidak berniat berbuat jahat dan aku percaya itu. Demi tuhan berhentilah.


“Yourhighness jarak kita tidak lebih 30 yard. Mereka tidak benriat berhenti sama sekali”. Nafasku berhembus kasar, apa boleh buat.


“Luncurkan tembakan peringatan”.


Beruntung tembakan tersebut berakhir tepat di depan kapal bukannya berhenti mereka malah melepaskan serangan pembalasan mengenai badan kapal. Reflek aku berteriak kencang melakukan mode pertahanan dan pada akhirnya terjadi baku hantam dan tembak-menembak. Beberapa prajurit musuh berhasil.


Sial jika terus seperti ini bisa membahayakan kedua bela pihak.


“Robert lakukan plan B!!”.


“Laksanakan yourhighness!!”. Dua menit sepeningalnya Robert dari ruang kendali mataku membola menatap ke depan dimana bola api berukuran besar datang mendekat dan semuanya gelap gulita.


-o0o-

__ADS_1


Laut Aquamarinia yang mulanya mengamuk kini mulai tenang tanpa ada lagi kabut pekat yang membutakan penglihatan. Rintik air berjatuhan menimbulkan suara merdu yang saling sahut-sahutan namun kemerduan itu tidak berhasil menghibur semua orang yang kini terduduk lesu dengan wajah menunduk. Beberapa badan kapal hancur namun masih bisa di kendalikan untuk tidak tenggelam, semuanya berantakan bahkan separuh dari mereka dalam kondisi luka-luka.


Suara derap langkah kaki mendekat ketika kapal naas itu berhenti di dermaga. Segerombolan pria berlari mendekat dengan wajah panik dan cemas. Mereka adalah Claude, Logan, Xavier, Steven, Zaven dan Elene. Ekspresi wajah mereka berubah pucat ketika melihat kondisi dimana seluruh para awak sampai special knight terluka parah. Tidak ada yang sanggup bangkit sekedar memberi hormat karna taka da lagi energi untuk sekedar mengeluarkan suara.


Claude mendekati pria yang berdiri menghadap laut dengan pandangan kosong.


“Robert dimana Risa”.


“…………”


“Laksamana Robert jawab pertanyaanku. Apa kau tuli ha? Dimana istriku Risa?!!”.


“Her highness hilang dalam amukan laut Aquamarinia”. Gumam Robert pelan namun masih bisa di dengar oleh Claude.


Perkataan pria tersebut berhasil membuat pukulan telak untuk semua orang. Elene seketika pingsan beruntung Zaven dengan cepat menangkapnya, Xavier terduduk lemas di samping Logan yang berdiri mematung. Perlahan genggaman tangan Claude terlepas hingga pria tersebut terduduk lemah tak berdaya.


“Sesaat setelah musuh menemabakkan basoka, yourhighness terlempar ke dek kapal. Au berusaha menyusulnya dengan melompati kaca kemudi namun gelombang besar datang menyebabkan miringnya kapal dan saat itu juga dia terjatuh ke laut. Kami sudah mencari kemana-mana tapi tidak bisa menemukannya, bahkan beberapa awak sudah tak sanggup langi untuk berenang saat badai. Aku sudah mengerahkan kapal selam namun hasilnya nihil. Maafkan aku yourhighness”.


“Tidak mungkin. Steven kumpulkan seluruh tim penyelamat mencari keseluruh lautan Aquamarinia!!”.


“Baik yourhighness”. Balas Steven cepat segera berlari pergi.


”Kumpulkan seluruh angkatan laut sekarang juga!!”. Teriak Zaven yang langsung di patuhi oleh anak buahnya.


Semua orang mulai mengerahkan sisa kekuatan yang ada untuk menemukan Risa. Mereka bahkan rela tidak tidur berhari-hari menyebabkan Elene dan Irene kewalahan menyuruh untuk beristirahat sejenak. Ya belum ada yang percaya jika Risa sudah meninggal tenggelam, mereka masih yakin dan percaya jika sang ratu bukanlah gadis yang lemah.


Sayangnya sudah sebulan mencari belum ada tanda-tanda keberadaan Risa. Para tim diving sudah menyelam selama berjam-jam menelusuri setiap terumbu karang dan sudut bebatuan karang terdalam semua sia-sia. Walaupun demikian Claude pantang menyerah, setiap hari setelah menuntaskan pekerjaanya sebagai seorang raja, dia langsung melesat ke pantai mencari sang pujaan hati dengan kekuatannya sendiri. Steven selama ini berada di sisi Risa ikut turun tangan bersama Claude dan mereka tidak akan tenang tanpa melakukan apapun.

__ADS_1


Di sisi lain Logan duduk di singasananya sebagai seorang CEO, di depannya telah bertumpuk ratusan dokumen yang harus diselesaikan karna selama sebulan ini ia hanya fokus mencari keberadaan adik kesayangannya. Mau tidak mau Logan mempercayakan semuanya pada Claude karna besarnya cinta yang diberikan pria itu untuk Risa membuatnya sanggup bertahan sampai sekarang ini, tanpa terasa airmata itu mengalir seketika turun dengan deras.


Begitu juga Xavier, ia telah selesai syuting drama dan sekarang sedang merayakan kesuksesan mereka. Namun saat semua orang bersenang-senang Xavier malah diam di balkon memandang ke arah laut yang anginnya bertiup damai. Perlahan Xavier menoleh ke sampingnya dimana seorang gadis bergaun merah berdiri dengan menangkup kedua tangannya, rambutnya terbang oleh embusan angin memperlihatkan wajahnya yang sedang menutup mata. Seutas senyuman terbit dari bibir Xavier dan tanpa sadar tangannya terulur membelai kepala Clarrisa Lim, gadis cleaning servis yang ia paksa menemani dirinya ke pesta perayaan. Merasakan belaian hangat di kepalanya, Clarrisa menoleh dengan jantung berdebar sedetik kemudian nafasnya tercekat ketika dengan tiba-tiba Xavier memeluknya, pelukan erat dan hangat hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, tenggelam dalam kehangatan yang abadi.


__ADS_2