Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Dilema


__ADS_3

-o0o-


“Risa”. Panggil Xavier dengan wajah serius.


“Hm?”.


“Apa kau yakin ingin menjadi seorang ratu?”.


“Maksud kakak?”.


“Tidakkah terlalu cepat bagimu melakukannya? Menjadi seorang ratu itu tiaklah mudah”.


“Aku tau dan aku sudah siap untuk itu”.


“Untuk apa? Jika kau melakukannya hanya untuk membatalkan pernikahan Logan, sebaiknya hentikan saja. Jangan menyia-nyiakan masa mudamu”.


“Sudahlah kak. Aku melakukan ini bukan karna hal itu, sejak awal aku sudah memikirkannya baik-baik. Kau dan kak Logan sudah menjadi dewasa dan kebanggaan orang lain, aku juga ingin melakukannya. Hanya saja sejak dulu aku terlahir pengecut dan hanya akan berlindung pada kalian. Aku juga ingin melindungi keluargaku dan Aquamarinia, tidak akan ku biarkan seorang pun menghancurkannya. Tidak akan pernah. Walaupun aku seorang perempuan but don’t underestimate me”.


“Aku mengerti maksudmu tapi… Kita memang keturunan kerajaan Aquamarinia dan sudah 30 tahun tidak ada lagi gelar raja ataupun ratu sejak saat itu dan kau kini ingin mengambil gelar tersebut. Semua akan sulit bagimu Risa aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada adikku”.


“Keputusanku sudah bulat. Kakak kau harus menetujui kemauanku karna hanya ini caranya aku bisa melindungi Aquamarinia, apalagi saat ini kak Logan dan ayah sama sekali tidak mempercayaiku. Kak Logan tidak boleh menikah dengan Esmeralda, dia gadis yang tidak baik dan hanya mengincar kekayaan saja. Aku sudah mengatakannya pada mereka tapi tidak ada yang mempercayaiku bahkan kak Logan sama sekali tidak melakukan apa-apa”. Risa bergumam kesal dengan mata mulai memanas.


“Lalu bagaimana dengan mu?”.


“Aku?”.

__ADS_1


“Ya, bagaimana dengan hubunganmu dan Claude”.


Risa terdiam kalimat Xavier berhasil mengejutkan batinnya.


“Aku sudah tau semuanya tentang kalian. Bahkan tentang keberadaan putri kerajaan Arab itu, lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menyerah begitu saja?”.


“Jasmin mencintai Claude, mereka sudah bersama bertahun-tahun. Aku..”.


“Lalu kau tidak mencintainya?”.


“Aku…”.


“Jujurlah padaku”.


Lama Risa terdiam, kepalanya menunduk sayu dengan air mata yang sudah jatuh dari sarangnya. Sedetik kemudian ia berhambur memeluk Xavier dan menangis di sana.


“Aku lelah kak. Apa yang harus ku lakukan? Semuanya terasa sangat berat sampai menyesakkan dada. Kenapa aku sangat pengecut seperti ini”.


“Sttttt tenanglah. Aku disini, aku berjanji tidak aka nada lagi yang berani menganggumu”.


Risa melampiaskan segala beban beratnya dengan tangisan, Xavier memeluk adiknya erat namun matanya menyiratkan perasaan marah.


Menurutnya Risa tidak pantas untuk memangis seperti ini mengingat sejak kecil ia selalu bahagia di dalam keluarga Aquamarinia dan sekarang? Gadis ceria dengan segudang kejahilan ini terisak dengan hebat.


Perlahan Xavier menggendong gadis tersebut dan membawanya ke ranjang. Membaringkan dengan pelan kemudian menyelimutinya hingga batas dada.

__ADS_1


Risa tertidur dengan nafas teratur walaupun keadaan mata indah itu berubah sembab namun tidak merusak kadar kecantikannya.


Melenggang menuju ruang keluarga setelah meminta Steven mengikutinya. Jika Risa berada di kamar maka Steven selalu ada di depan pintu.


Xavier membuang nafas berat ketika tubuhnya mendarat di sofa empuk kesayangan Risa. Irene yang baru saja selesai membereskan rumah datang dengan sepiring makanan bersama beberapa maid sebagai bawahannya.


“Ohoo sudah lama sekali aku tidak menyicipi sup buah buatanmu Irene”. Seru Xavier dengan mata berbinar.


“Aku sengaja membuatnya untuku tuan muda, silahkan menikmati”. Kekeh Irene kemudian pergi setelah membungkuk sopan.


“Hmmm manis”. Gumamnya senang.


Steven memutar bola mata malas kemudian mendudukan diri di samping Xavier. Jangan heran mengapa seorang special knight bisa selancang itu.


Steven 2 tahun lebih tua dari Xavier dan sejak kecil mereka sering bermain bersama. Keluarga Steven mewarisi kesetiaan sebagai special knight keluarga Aquamarinia. Selain memiliki otak yang jenius, mereka mewarisi keahlian dalam berpedang dan bertarung, itulah mereka sangat bisa di andalkan.


Karna Xavier dan Steven berteman lama, mereka selalu berbicara non formal dan memiliki kerja sama yang bagus. Perpaduan diantara keduanya menjadikan dua pria ini sama sekali tak terkalahkan.


“Oho kau mau memakannya sendiri? Berikan padaku”. Kesal Steven seraya merebut mangkok cepat.


“Kau, berani sekali kau…”.


“Wahh segar”. Oceh Steven tak memperdulikan ekspresi suram pria sebelahnya.


“Berikan padaku dasar pencuri”.

__ADS_1


“Irene aku ingin minta lebih banyak sup buah”. Seru Steven berlari ke dapur di ikuti Xavier yang sudah membara.


"Kubunuh kau pencuri sup buah!!".


__ADS_2