Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Who Knows


__ADS_3

-o0o-


Selama seminggu Risa bersenang-senang di Paris, mereka menghabiskan waktu dengan berlibur, berenang, mengunjungi setiap objek wisata serta menyantap segala jenis makanan. Hari ini adalah hari terakhir mereka karna besok Risa harus kembali menjalankan tugasnya sebagai seorang ratu. Sebagai pesta penutupan Edward mengadakan pesta di hotel berbintang yang otomatis seluruh tamu undangan hadir tak terkecuali awak media.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 malam acara beralih pada pesta dansa, Risa yang anti dengan hal tersebut memutuskan untuk pergi ke balkon menatap menara Eiffel yang tampak indah dengan taburan bintang di atasnya. Ikon dari negara Paris tersebut begitu ramai dikunjungi wisatawan asing, dan sebahagian besar mereka merupakan pasangan kekasih yang menikmati malam berdua.


Risa hanya bisa tersenyum miris meneguk ice lemon tea kesukaannya. Memori lama kembali berputar, wajah tampan yang menyelamatkan dirinya yang masih bayi, melindungi dari jatuhan buku di perpustakaan, menggendong dirinya yang menangis saat pesta ulang tahun sepupunya, mencium bahkan memeluknya saat terpuruk. Siapa yang bisa melupakan semua kenangan indah itu? Sangat sulit bahkan untuk seorang Larrisa de Zaven Aquamarinia.


Tak bisa ia pungkiri hati itu jatuh cinta pada seorang Claude de Alger Ophelia, tunangan yang memiliki sifat batu es dan juga seorang play boy cap kapak. Menerima seluruh perhatian dari wanita padahal ia tau memiliki seorang tunangan, kepopulerannya berhasil membuat darah Risa naik turun dan hatinya terbakar api cemburu namun apalah daya Claude seorang CEO yang sebentar lagi juga menggantikan ayahnya sebagai seorang Raja Ophelia.


Sejak pertama kali berjumpa dan sampai saat ini hati kecil Risa mulai terombang-ambing melawan segala macam cobaan. Mulai dari fakta jika Claude memiliki kekasih yaitu putri Jasmin sampai sifat keegoisan nya yang berhasil membuat Risa frustasi.


Perlahan Risa berbalik menatap kearah pesta dimana dua kakaknya menjadi focus utama, Xavier berdansa dengan Celin neneknya sedangkan Logan berbincang dengan salah seorang rekan bisnis kakek. Namun pesona mereka berhasil membuat para wanita yang hadir meleleh bahkan sebagian dari mereka memandang dengan maksud lain.


“Sepertinya anda cemburu Yang Mulia”. Seru sebuah suara membuat Risa sontak menoleh ke samping.


Steven yang kini mengenakan pakaian resmi Special Knight tersenyum ke arahnya.


“Daripada cemburu sepertinya kata kesal lebih baik. Kau lihat dua wania berpakaian super sexy itu? dari tatapannya saja kita tau yang ada di otaknya hanyalah nafsu semata. Cih dasar mesum”.


“Salah satu konsekuensi memiliki wajah tampan. Bukankah Yang Mulia memiliki pengaggum juga? Lihatlah..”. Ucapnya membuat Risa menoleh ke sisi lain dimana beberapa pria dari berbagai sisi menatap dirinya.


“Sudahlah lupakan”. Risa kembali fokus pada pemandangan malam kota.


Tiba-tiba Steven berlutut membuat Risa terkejut. “Apa yang kau lakukan?”.


Steven menunduk dalam. “Maafkan aku Yang Mulia karna kelalaianku anda harus turun menyelamatkanku. Maafkan aku yang gagal menjadi seorang prajurit yang seharusnya melindungi anda, bukanya lengah dan menjadi Sandra. Rasanya pelatihanku selama ini sia-sia dan dalam hitungan menit menjadi pria yang pengejut dan lemah. Terima kasih karna Yang Mulia telah menutupi kasus ini dengan baik. Aku bersedia menerima segala hukuman yang anda berikan”.

__ADS_1


“Sudahlah Stev. Lupakan saja yang sudah berlalu yang penting saat ini kamu baik-baik saja. Ketahuilah bahwa seorang Special Knight sepertimu juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Jadi berhenti meminta maaf dan berdirilah”.


Bukanya berdiri Steven tersenyum kemudian meraih tangan kanan Risa lalu mengecupnya. Ia mendongak memberikan senyum yang bisa membuat kaum hawa jatuh hati.


“Terima kasih Yang Mulia. Aku berjanji akan melindungimu walaupun nyawaku taruhannya”. Risa tersenyum lalu mengangguk.


“Aku mengandalkanmu Stev”.


-o0o-


Waktunya menunjukkan pukul 01.00 malam, Edward memutuskan mereka akan menginap dan besok paginya baru kembali ke rumah. Risa yang sudah lelah berjalan bersama Steven dan Xavier menuju kamar, namun langkah mereka berhenti ketika mendapati seorang gadis cantic berpakaian ketat menampilkan leguk tubuh dan dada yang besar menempelkan diri pada tubuh kekar Logan yang hanya diam dengan wajah merah.


“Sepertinya Logan mabuk”. Ucap Xavier yang dibalas anggukan oleh Steven.


“Kenapa dia hanya diam? Ulat bulu sedang merayunya bukanya diusir malah diam”. Dengus Risa.


“Dasar wanita sialan”. Geram Risa berjalan mendekat, Steven gagal menahan gadis cantic tersebut yang langsung mendapatkan jitakan dari Xavier.


Logan memegangi kepalanya mencoba untuk menahan gejolak yang sejak tadi menyiksanya. Sekuat mungkin ia menahan rayuan dari wanita asing yang memaksanya minum dan tanpa diduga sepertinya ia memasukkan sesuatu ke dalam minuman tersebut. Risa yang sudah sampai menarik gaun ketat tersebut membuatnya seketika sobek pada bagian punggung hingga pinggul. Xavier terkejut setengah mati bahkan mulutnya terbuka lebar, Steven yang ikut terkejut tanpa sadar menutup mata Xavier membuat pria itu mengutuk kesal.


“Apa yang kau lakukan? Kyaaaa”. Teriaknya menahan gaun yang mulai melorot.


“Wahh ternyata tubuhmu bagus juga, jangan-jangan disuntuk atau operasi plastik”.


“Dasar tidak sopan, kau fikir kau itu siapa ha? Beraninya menyobek pakaianku. Kau tidak tau aku ini siapa ha?”.


“Memangnya kau itu siapa? Bukankah mengenakan pakaian seperti itu lebih bagus untukmu? Siapa suruh kau menggoda kakakku dasar mesum”.

__ADS_1


“Oh jadi kau adiknya, maafkan aku adik kecil tapi pergilah ke kamarmu karna aku dan kakakmu ingin menikmati waktu privasi kami”.


“Memangnya sejak kapan aku mengizinkan kalian berdua? Apa yang kau lakukan padanya, kenapa dia bisa seperti itu”.


“Aku hanya memberikan bubuk cinta padanya, dan kehadiranmu menganggu percintaan kami. Pergilah huss”.


Risa perlahan membuang nafas berat kemudian menarikkasar pakaian wanita tersebut membuatnya berakhir hanya mengenakan celana dalam.


“APA KAU GILA HA? KEMBALIKAN PAKAIANKU!!”. Bentaknya menutupi dadanya dengan tangan.


“Aku bisa lebih gila dari ini, jadi pergilah sebelum aku menelanjangimu”. Geram Risa dengan mata tajamnya. “Steven antar wanita mesum ini pergi sebelum aku membunuhnya”.


“Baik Yang Mulia”. Balas Steven menarik alas meja berjalan menutupi tubuh wanita tersebut.


“Yang Mulia? Sebenarnya kau ini siapa ha? Lepaskan kan aku!!”. Teriaknya sembari memberontak namun Steven menariknya pergi hingga mereka hilang di balik lorong hotel.


Risa dan Xavier membantu Logan yang mulai limbung dengan keringat yang bercucuran. Membawanya ke kamar lalu membaringkan ke atas ranjang, Logan mulai hilang bernafas lega ketika merasakan empuknya kasur. Risa menanggalkan sepatu dan antribut sedangkan Logan bertugas mengganti pakaian Logan, mereka mendudukan diri di sofa setelah selesai mengurus Logan.


“Kenapa kau merobek pakaian wanita itu?”. Xavier mulai penasaran, pasalnya ini pertama kalinya ia melihat adik bungsungnya berbuat kasar.


“Entahlah, karna dia emosi mulai memenuhi kepalaku tanpa sadar aku melakukannya begitu saja”.


“Berhati-hatilah. Kendalikan dirimu jangan sampai kau melakukan hal bodoh itu di depan umum”.


“Aku tau”. Balas Risa menatap ria yang kini tidur dengan pulas. “Menurutmu apa kak Logan akan mendapatkan pasangan yang baik?”.


“Who knows”.

__ADS_1


__ADS_2