
-o0o-
Di luar Risa membuang nafas berat, langkah kakinya melangkah pelan dengan tangan masing menyeret pedang kesayangannya. Semua yang dilaluinya hari ini benar-benar menguras tenaga. Risa mendongak menatap langit malam penuh taburan bintang juga terdapat bulan purnama yang bersinar dengan terang.
Pandangannya kembali jatuh pada gaun pestanya yang sudah berubah bentuk dengan mengenaskan, penuh kotoran dan robekan. Kenapa? Karna sepanjang perlanjalanan ia melewati berbagai macam pertarungan hingga sampai seperti sekarang ini.
Risa menoleh ke depan seketika senyuman terukir di wajah cantiknya. Di depan sana tampak beberapa prajurit sibuk menahan Steven yang meronta minta di lepaskan sedangkan kakak nya Logan satu-satunya yang menyadari kehadirannya berdiri menatap dengan ekpresi lega.
Risa berjalan mendekat sedikit lebih cepat lalu sedetik kemudian berhambur ke depakan kakaknya. Hal tersebut disadari oleh Steven dan yang lainnya.
“Aku melakukannya”. Bisiknya membuat Logan seketika terkejut namun beralih membalas dekapan adiknya.
“Kau telah bekerja keras, jangan merasa bersalah”.
Logan tau ini kali pertamanya Risa melukai seseorang hingga separah itu, suatu kegiatan yang membutuhkan mental dan keberanian yang kuat untuk seorang Larrisa. Walaupun adik bungsunya ini seorang Ratu tapi baginya Risa hanya seorang gadis polos yang membutuhkan perlindungan orang lain.
Setelah tenang mereka memutuskan untuk kembali, di rumah Xavier menceramahi Steven di ruang keluarga sedangkan sang empu rumah termasuk Logan hanya bisa menonton dan berdoa agar Steven tidak kehilangan alat pendengarannya.
Lain sendiri, Risa sibuk dengan dunianya sendiri di balkon kamar menatap langit malam yang mulai berubah menjadi fajar.
“Tidak tidur?”. Risa berbalik lalu tersenyum.
“Belum mengantuk”.
__ADS_1
“Bukankah kau sudah begadang semalaman?”.
“Memang tapi mataku rasanya enggang untuk terpejam”.
Perlahan Logan mendekat mengulurkan tangannya mengacak rambut emas Risa. Mengambil selimut dari atas ranjang lalu melangkah mendekat, menutupi tubuhnya dan tubuh ramping Risa bersamaan membuat gadis itu terkekeh ria.
“Jika saja aku bukan adikmu pasti kau sudah jadi kekasihku”.
“Berhenti bermimpi”.
“Memangnya salah?”.
“Siapa yang mau jadi suami dari gadis gila”.
“Tuan Logan kau baru saja mengatai seorang Ratu”.
Risa menyiku perut Logan kesal namun pria itu sama sekali tidak merespon dan memilih memeluk Risa dari belakang memudahkan selimut melilit mereka.
“Kakak”. Panggil Risa yang dibalas deheman oleh Logan. “Apa aku ini Ratu yang jahat?”.
“Maksudmu?”.
“Aku baru saja membuat mantan tunanganmu mati dan sekarang kakaknya balas dendam padaku. Apa aku menghalangi jalan cintamu, takdirmu? Entah kenapa aku mulai merasa bersalah terhadap kematiannya”.
__ADS_1
Logan memutar tubuh Risa mengahadapnya, menghadiahkan kecupan pada kening Risa lama.
“Kau memang menyebalkan, egois, bodoh dan ceroboh. Kau bahkan mau melakukan segala cara demi mencapai keinginanmu bahkan sampai mempertaruhkan nyawa sendiri. Walaupun begitu aku sangat menyayangimu, kau segalanya bagiku. Aku tidak peduli kalau orang-orang mengataiku siscom karna sejak malaikat kecil ini lahir ke dunia, aku sudah memutuskan untuk melindunginya sampai kapanpun, memberikan banyak kasih sayang, mengabulkan semua keinginannya. Jangan pernah berfikir kau menjadi dinding penghalang kebahagiaanku karna bagiku jika kau bahagia maka aku juga akan bahagia”.
Risa tersenyum kemudian melingkarkan tangannya ke leher Logan.
“Terima kasih kak, aku beruntung memiliki kakak sepertimu”. Sedetik kemudian Risa beralih memeluk tubuh kekar Logan erat. Mereka terus berpelukan hingga tanpa disadari Risa terlelap, perlahan Logan menggendong Risa membawanya memasuki kamar dan membaringkannya ke ranjang. Menyelimutinya hingga batas dada tak lupa mematikan lampu kamar sebelum menghilang di balik pintu.
Di luar Logan bergabung ke ruang keluarga dimana Xavier sudah selesai menceramahi Steven yang tertunduk sayu. Celin hanya bisa terkekeh melihat pemandangan di depannya membuat sang suami menyikunya sebagai kode untuk berhenti.
“Logan bagaimana Risa?”. Tanya Edward yang dibalas anggukan kecil.
“Tidur”.
“Akhirnya dia tidur juga, aku bahkan masih ingat saat ia tidak tidur selama dua hari penuh karna dimarahi Zaven”.
“Ayah tidak akan semarah itu jika Risa tidak menghanyutkan kalung warisan turun temurun keluarga Aquamarinia ke sungai, bahkan aku harus berenang selama 3 jam hanya untuk mencarinya”. Dengus Xavier mendapat jitakan dari Logan.
“Jangan asal bicara, Steven yang menemukannya setelah mencari seharian penuh”.
“Sudah-sudah kalian ini berisik sekali, Risa baru saja tidur jangan sampai membangunkannya”. Lerai Celin membuat dua pria tampan itu terdiam.
“Sebaiknya kalian semua istirahat, aku akan bicara dengan kepala keamanan”. Simpul Edward membuat semua orang mau tak mau membubarkan diri.
__ADS_1
Steven melompat dengan gesit hingga membuatnya sampai ke balkon, berdiri bersandar pada pagar balkon menatap ke dalam kamar menatap gadis cantik yang terlelap dengan nyenyak. Seutas senyuman terukir di wajahnya melihat Risa yang tidur dengan mulut terbuka sedikit, bahkan ia bisa mendengar dengkuran halus secara jelas.
“Next time i’ll repay my debt with love, my angel”.