Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Frustasi


__ADS_3

-o0o-


Steven


Aku melenguh kesakitan ketika merasakan ngilu yang hebat di kepala bahkan pelipisku mengeluarkan banyak darah menutupi mata sebelah kiri. Tubuhku tidak bisa bergerak karna terikat pada tiang beton sedangkan kaki dan tangan diborgol. Ku buang nafas kasar ketika menyadari keteledoranku, jika saja saat itu aku tidak lengah maka semua ini tidak akan terjadi.


Berawal dari kegiatanku memanen anggur bersama Risa, mungkin karna bersamanya membuat kewaspadaanku melemah dan tanpa sadar pandanganku tidak berpaling darinya.


Saat memastikan Risa aman bersama Logan, kuputuskan untuk melanjutkan kegiatan namun tiba-tiba seseorang datang dan memukulku sedetik setelah aku berbalik. Saat terasadar aku sudah berada di tempat seperti gudang dalam kondisi terikat seperti ini.


“Akhirnya kau bangun Stev”. Seru sebuah suara membuatku sontak menoleh ke depan. Seorang pria berdiri tegap namun karna gelap aku tidak bisa melihat wajahnya.


“Siapa kau?”.


“Sayang sekali kau melupakanku begitu cepat”. Kekehnya dengan tawa yang mengerikan.


“Apa kau dalang dari penyerangan waktu itu?”.


“Bisa di bilang begitu, tapi kau menghalangi jalanku. Tenang saja, kali ini aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama”.

__ADS_1


“Sebenarnya apa mau mu, brengsek”.


“Oppss jangan kasar teman, ingatlah mulut mu harimau mu”.


“Jangan main-main, katakana saja aku mulai muak denganmu”. Kesalku namun pria misterius itu tertawa dengan keras. Memangnya apa yang lucu?


“Baiklah jika kau memaksa akan kukatakan tentang semua yang terjadi dan mengapa aku sampai jauh-jauh mengikuti kalian, sangat buang-buang waktu”. Pria itu terdiam sejenak kemudian mendudukan diri di atas meja. Sial siapa dia? Berdiri di dalam bayangan membuatku frustasi.


“Tujuanku hanya satu yaitu menghancurkan putri bungsu si sialan Zaven. Kau ingat dahulu pak tua itu pernah menjodohkan putra sulungnya dengan gadis dan berakhir begitu saja karna putri bungsu mereka menolak pernikahan diantara keduanya. Ya aku kakak dari Esmeralda atau bisa ku katakana mendiang Esmeralda”.


Aku terohok ketika mendengar penjelasannya.


Ayahku meninggal karna serangan jantung sedangkan ibu menyusul karna sakit akibat tekanan mental meninggalkan kami berdua. Sejak saat itu Risa sering murka dan menghancurkan apa saja yang berada di depannya namun tiga bulan setelah itu ia bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya”. Pria itu menarik nafas panjang dan membuangnya pelan, bisa kurasakan luka dan beban dari nada suaranya yang mulai serak.


“Jadi kau berniat balas dendam dengan membunuh Risa sebagai ganti nyawa adikmu begitu?”.


“Seperti biasa kau jenius Steven”.


“Lalu apa hubungannya denganku? Jika kau berniat menjadikanku pion dengan senang hati aku menolaknya”.

__ADS_1


Tawa menyeramkan itu kembali menggelegar memenuhi ruangan.


“Tenang saja tanganmu tidak akan ternodai oleh darah, aku cuman menjadikanmu sandera dan saat gadis itu datang maka BANG!! game over”.


“Brengsek!!. Tak akan kubiarkan kau- Lepaskan!!”.


Tidak, tidak akan ku biarkan pria sialan itu menyakiti Risa. Tidak akan pernah selagi aku masih hidup. Bagaimana caranya agar Risa tidak datang ke sini? Gadis bodoh itu terlalu pintar untuk berdiam diri dirumah, cih bagaimana ini berfikir Stev berfikir.


Steven menunduk frustasi selagi otaknya memikirkan berbagai macam strategi namun sia-sia karna dikacaukan oleh bayangan wajah Risa. Steven meronta melepaskan diri namun ikatan tersebut terlalu kuat bahkan membuat bagian kulit lengannya menjadi berdarah.


“Ku mohon jangan biarkan dia datang”. Lirihnya menatap langit-langit sayu.


Risa merupakan tipe gadis yang nekat, tak terbayangkan oleh nya tatkala Risa datang melewati pintu tersebut dengan wajah berbinar namun sedetik kemudian berganti muram karna timah panas menembus jantungnya. Membeku dan perlahan jatuh ke lantai dengan darah mengalir deras.


Secepat mungkin Steven menggeleng kasar membuang semua imajinasi bodohnya, kembali bangkit dan memberontak mencoba melepaskan diri. Menggunakan semua kekuatan dan keahliannya menjadi seorang ketua Special Knight walaupun saat ini tubuhnya melemah karna dinginnya udara.


BRAK!!


Steven tersentak ketika seseorang datang mendobrak pintu besi tersebut dengan kuat, mata beririskan hitam tersebut terbelalak menatap manusia yang berdiri dengan sembilah pedang di tangan kanannnya.

__ADS_1


“Kau-”.


__ADS_2