
“Tidak perlu memikirkan jodoh kami Risa, ingatlah Logan bukanlah manusia biasa. Dia itu seorang CEO dan aku aktor tertampan di dunia, jadi masalah kekasih bukanlah hal yang sulit bagi kami. Mengerti?”.
“Baguslah selagi kesombonganmu setebal buku ensiklopedia, jangan mengecewakanku”. Balas Risa sembari bangkit dan berjalan keluar kamar. “Oh ya sebaiknya kakak tidur di sini saja, aku tak mau-orang-gila- masuk dan mengacau lagi”.
“Maksudmu aku tidur disini? Bagaimana kalau dia menyerangku, astaga memikirkannya saja membuatku merinding”.
“Berhenti omong kosong, tidurlah. Selamat malam”. Putus Risa menghilang di balik pintu meninggalkan Xavier yang membeku tak percaya.
Risa berjalan ke kamar sebelah kemudian berhambur ke ranjang dengan mata menatap langit-langit kamar yang berhiaskan ribuan berlian bak bintang di langit.
Drrrtt….ddrrttt…
“Halo”.
“Hai”. Risa sontak bangkit dan memeriksa nama kontak.
“Claude?”.
“Ini aku. Apa kabar?”.
“Baik”. Sebisa mungkin Risa menormalkan kinerja jantungnya, ia tidak menyangka pria itu akan menghubunginya dan ini adalah kali pertama dalam beberapa tahun.
“Baguslah. Kapan kau akan kembali? Aquamarinia terasa sepi tanpa ratunya”.
“Apa kau sedang merayuku?”.
“Memang tapi daripada merayu aku lebih suka menyebutnya bujukan”.
__ADS_1
“Oh ya? Kalau begitu coba bujuk aku”.
“Baiklah”. Claude mengambil nafas pelan membuat Risa terkekeh mendengarnya. “Aku merindukanmu, pulanglah”.
“Bagaimana dengan kekasihmu?”.
“Jasmin? Kami sudah berakhir”.
“M, Maksudmu?”.
“Aku dan Jasmin sudah tidak memiliki hubungan apapun sejak seorang gadis bodoh pergi ke Paris begitu saja”.
Risa membungkam mulutnya terkejut, ia tidak percaya Claude bisa memutuskan kekasihnya begitu saja. Rasanya sangat mustahil.
“Jangan bercanda”.
“Kalau begitu berhenti mengubar omong kosong”.
“Memangnya aku harus melakukan apa agar kau percaya?”.
“Wow apa tuan muda Claude mulai tua?”.
Claude terkekeh mendengar penuturan Risa, baginya adu argument dengan gadis itu menjadi hiburan tersendiri baginya.
“Kalau begitu aku akan cerita saat kau kembali”.
“Baiklah, ku harap alurnya tidak membosankan”.
__ADS_1
“Istirahatlah, calon istriku”. Gumam Claude membuat Risa nyaris menjatuhkan ponselnya.
Claude memutuskan panggilan tanpa menunggu respon dari Risa, ia sudah tau bagaimana reaksi gadis itu saat ini. Bagaimana tidak? Mereka sudah bersama sejak Risa masih seorang bayi mungil nan imut. Walaupun mereka terpisah beberapa tahun, diam-diam Claude memerintahkan bawahannya melaporkan segala aktivitas sehari-hari Risa.
Bagi Risa, hubungan mereka masih terasa samar-samar mengingat segala masalah yang ia hadapi selama menjadi tunangan seorang Claude. Jika masyarakat umum beranggapan menjadi anggota keluarga Aquamarinia mudah jawabannya salah besar. Walaupun bergelimang harta namun dibalik itu terdapat sekebat bayangan hitam.
-o0o-
Keesokan harinya Risa dan yang lainnya sudah berada di Aquamarinia. Mereka saat ini berada di Mega Ishland yang juga sudah dihadiri oleh beberapa petinggi kerjaaan dalam rangka membahas kejadian penyerangan di Paris. Walaupun permasalahan sudha berakhir namun tetap saja mereka berani menyerang Ratu Aquamarinia.
“Sebagai jalan menindaklanjuti permasalahan tersebut sepertinya kita harus mengetatkan keamanan kerajaan Yang Mulia”. Seru salah satu mentri yang usianya sudah memasuki 60 tahun.
“Saya setuju, apalagi saat ini kerajaan memiliki dua lapis pertahanan yang ketat tapi menurut saya kita juga harus waspada dengan beberapa kemungkinan penyerangan akan terjadi kembali”. Sambung mentri lainnya.
“Para Knight akan meningkatkan penjagaan di seluruh penjuru kerajaan sedangkan Special Knight akan berubah tugas mengawasi Yang Mulia 24 jam setiap harinya”. Ucap Steven yang berdiri tepat di sebelah bangku Risa.
“Risa bagaimana menurutmu nak?”. Tanya Zaven.
Perlahan Risa membuang nafas beratnya kemudian menatap ke depan. Mata biru itu menatap tajam dengan makna yang mendalam, baik Zaven sampai para mentri mulai berkeringat dingin. Xavier mulai pucat dengan keringat mengucur deras sedangkan Logan menggeleng pasrah.
“Mencari bukanlah pekerjaan Aquamarinia, jika seseorang menyerang maka kita akan melayaninya”.
“Tapi Yang Mulia bukankah tindakan itu bisa membuat kita terlihat lemah? Dan nantinya kerajaan akan ditertawai”.
“Jika kalian mencemaskan hal itu maka mundurlah, biarkan saya sendiri yang turun”. Kalimat Risa membuat semua orang tersentak sedetik kemudian membungkuk dalam.
“Maafkan kami Yang Mulia, kami akan melakukan yang terbaik dalam melindungi dan memperjuangkan Aquamarinia sampai titik darah penghabisan”. Seru mereka serempak.
__ADS_1