
đź‘‘XAVIER DE ZAVEN AQUAMARINIA
-o0o-
“Cut”. Suara sutradara terdengar lantang.
Xavier baru saja menyelesaikan syuting drama terbarunya, perlahan ia mendudukan diri di kursi yang telah di siapkan, sang manager langsung memberikan segelas air dan mengurut pundak pria tersebut.
Xavier minum dengan mata menatap ke depan dimana seorang gadis cantik menjadi lawan mainnya sibuk bercanda tawa dengan sang penata rias.
Janneth Morgan. Seorang gadis 20 tahun yang memiliki perawakan cantik dengan sepasang lesung pipi nan manis. Kepribadiaannya yang lembut menjadikannya mendapatkan nominasi Artis Pendatang Baru Terbaik di pergelaran Award. Tubuh ideal 167 cm juga memiliki ciri khas yaitu suaranya yang serak-serak basah.
Terlahir dari keluarga kaya namun tak satupun perhiasan mahal menghiasi dirinya. Hanya mengenakan pakaian casual dan berpergian dengan mobil manager-nya ketimbang mengendari mobil mewah yang berderet rapi di garasi rumahnya. Alasan yang cukup mengapa saat ini Xavier tidak mengalihkan pandangan darinya.
“Gelasmu bisa tertelan jika terus seperti itu”. Seru sebuah suara membuat Xavier sontak menoleh.
“Bisakah kau datang dengan bersuara? Kenapa aku merasa memiliki saudara dari alam ghaib”. Kesal Xavier hampir melempar gelas minumannya.
Logan mengangkat bahu kemudian mendudukan diri di sampingnya yang otomatis pandangannya langsung tertuju pada titik fokus yang sama.
“Bukankah dia putri dari pengusaha batu bara itu?”.
“Mana ku tau”.
“Wahhh ternyata adikku sedang jatuh cinta”.
“Shut up”. Logan terkekeh kemudian berterima kasih pada manager adiknnya setelah menghidangkan beberapa snack dan minuman.
“Ada apa kau datang ke sini, aku sedang sibuk”. Kesal Xavier kembali menyeruput minumannya.
“Mega Ishland di serang”.
__ADS_1
Seketika Xavier menyemburkan minumannya lalu menatap Logan.
“Apa katamu”.
Logan menceritakan semuanya mulai dari serangan mendadak sampai dengan terbongkarnya identitas Golden Shark. Xavier terdiam menatap kosong di depan, yang ada di kepalanya saat ini adalah wajah murka Risa yang sebentar lagi rambutnya menjadi sasaran empuk adik bungsunya tersebut. Membayangkannya saja berhasil membuat Xavier bergidik.
“Lalu bagaimana dengan keadaan ibu?”.
“Dia baik-baik saja. Ayah langsung memintanya terbang ke Eropa dan saat ini mereka sudah bersama”.
“Aku sudah tau hal ini akan terjadi juga, ya ampun bagaimana ini”.
“Perlu kau ketahui saat ini Steven menjalankan hukumannya dengan mengenakan pakaian maid selama seharian, aku penasaran hukuman apa yang akan ia berikan padamu”.
“Berhenti bicara kau sama sekali tidak membantu”.
Xavier meminum air nya sekali teguk mencoba menenangkan diri. Mencemaskan nasibnya nanti sepulang bekerja, bagaimana tidak ia juga terlibat dalam pembentukan Golden Shark dan bodohnya mempercayai semuanya pada Steven sebagai ketua tim.
Keputusan untuk merahasiakan semua dari Risa bersumber dari dirinya dan sekarang sahabatnya sedang melakukan hukuman dan sekarang keselamatannya terancam.
“Janneth ada apa?”.
“Maafkan saya tuan muda hanya saja izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Janneth Morgan putri dari Peter Morgan, Kejayaan bagi Aquamarinia”. Balas gadis tersebut seraya membungkuk sopan.
“Senang bertemu dengan mu nona Morgan, duduklah”. Balas Logan ramah.
Janneth mendudukan diri di seberang mereka tanpa menghilangkan sneyuman di wajahnya.
“Ku dengar kamu menjadi lawan main adikku”.
“Benar tuan muda, saya berperan menjadi cameo bersama tuan muda Logan”.
“Baguslah. Bekerjalah dengan baik dan titip Xavier jangan sampai dia menghancurkan semuanya”.
__ADS_1
“Apa maksudmu dengan menghancurkan, jangan mengubar omong kosong Logan de Zaven Aquamarinia”.
“Memangnya apalagi yang bisa mewakili perilakumu? Ahh Merusak?”.
“Logan!!”.
Janneth tertawa melihat pertengkaran kakak beradik tersebut, Xavier yang menyadari jika sedang diperhatikan mendeklik kesal dengan wajah bersemu. Secepat mungkin ia menutup wajah dengan tangan membuat Logan menggeleng.
“Kalau begitu aku akan kembali, sebentar lagi ada rapat direksi”. Seru Logan seraya bangkit.
“Hati-hati dijalan tuan muda”. Ucap Janneth sedikit membungkuk, Logan tersenyum kemudian menatap Xavier.
“Risa menitipkan pesan untuk menyuruh mu pulang setelah selesai syuting”. Sambungnya sebelum melangkah pergi di ikuti dengan sekretaris pribadi yang sudah menunggu di depan mobil.
Xavier membuang nafas kasar seraya mengacak rambut kesal.
“Astaga berhenti menghancurkan dandananmu, sebentar lagi istirahat selesai”. Sang manager mengeluarkan suara.
Xavier menatap ke depan dimana Janneth berdiri dengan ekspresi bingung.
“Apa kau punya adik perempuan?”.
“Eh? A, Ada”.
“Apa yang akan kau lakukan jika adikmu marah besar?”.
Janneth terdiam dengan tangan menyentuh dagunya.
“Hmm biasanya aku membawakan makanan kesukaannya lalu meminta maaf setelah ia tenang”.
“Hanya begitu?”.
Janneth menangguk sedetik kemudian tersenyum. “Apa tuan muda sedang memikirkan strategi membujuk Your Highness Risa?”.
__ADS_1
“Apa aku harus pura-pura sakit? Ahh tidak dia akan tetap menyiksaku”.
Di mata Janneth saat ini Xavier terlihat seperti anak kecil yang takut dimarahi ibunya, terkesan manis dan lucu. Padahal Xavier terkenal sebagai aktor professional juga ahli dalam bidang ilmu bela diri, cerdas serta termasuk nominasi calon mantu idaman orang tua. Siapa sangka saat ini dia menampilkan warna lain yaitu Xavier yang takut kepada adiknya.