Putri Aquamarinia

Putri Aquamarinia
Serangan


__ADS_3

-o0o-


“Cih dasar tidak tau malu. Kau bahkan berani membongkar topeng hitammu di depan tuan Logan”. Gumamnya sembari menggandeng lengak kiri kak Logan.


“Tuan anda sudah tau bagaimana sifat asli gadis rubah ini, cepat akhiri hubungan kalian sebelum dia bertambah licik”.


Sejenak kak Logan terdiam sedetik kemudian menggeleng pasrah melepaskan genggaman Silvia dari lengannya, melangkah mendekat lalu berakhir duduk tepat di sebelahku.


“Memang benar dia rubah licik tapi mau bagaimana lagi hatiku sudah menjadi miliknya. Aku tidak bisa jauh-jauh darinya, biarlah dia memerasku sebanyak mungkin karna semua milikku juga miliknya”. Gumam kak Logan sembari mendekap pundakku sayang.


Aku menatap Silvia penuh kemenangan sedangkan gadis itu tercengang tidak percaya.


“Tuan sadarlah dia bukanlah perempuan yang cocok untuk anda. Dia tidak lebih dari rubah berbulu domba, anda tidak boleh bersamanya”.


“Cocok atau tidak semua bukanlah urusanmu. Aku bebas memilih pujaan hatiku tanpa perlu menimbangi pendapat orang lain”.


“Sayang bicaramu kasar sekali, kau bisa menyakiti hatinya”. Gumamku dengan nada memanas-manasi gadis tersebut.


“Saya permisi dulu, kejayaan bagi Aquamarinia”. Gumamnya cepat berlalu setelah membungkuk sopan.


Tawaku pecah sesaat setelah mendengar suara pintu tertutup sedikit keras. Astaga jika saja Silvia masih berada di dalam lebih lama lagi aku tidak tau bisa menahannya sampai kapan. Kak Logan menoyor kepalaku pelan namun tak lama tawa kecil lolos dari bibirnya, bahkan Sharon tertawa sembari memeggangi perutnya.


“Dasar mau sampai kapan kau seperti ini hm?”. Tanya kak Logan setelah suasana mulai tenang.


“Jangan salahkan aku kak, semua ini tidak akan berlanjut jika dia lebih pintar sedikit”.


“Anak nakal. Kau bahkan melibatkan Xavier, dia akan murka jika tau kau menjual namanya”.


“Namanya tidak akan habis walaupun ku jual 100.000 kalipun. Sudahlah aku lelah, bangunkan aku jika ibu datang”. Ucapku memposisikan diri tidur berbantalkan paha kak Logan. Tersenyum saat tangan besar itu membelai rambutku sayang bahkan saking nyamanya tanpa menunggu lama aku sudah terbang kea lam mimpi.


-o0o-

__ADS_1


Beberapa hari kemudian semua telah berjalan seperti semula. Kak Xavier telah sehat dan kembali menjalankan syuting dramanya sedangkan kak Logan sibuk mengurus peresmian cabang baru perusahaan. Seperti biasa aku bergulat dengan ribuan lembar kertas yang menanti tanda tangan juga, bahkan sedari pagi aku hanya bisa mengerjakan tidak lebih dari setengahnya. Kepalaku rasanya hampir meledak melihat deretan huruf bersanding dengan mengandung angka nol banyak.


Tok..Tok…Tok…


“Masuk”.


Irene datang membawakan senampan makanan manis dan juga segelas jus jeruk. Meletakkannya ke atas meja kemudian beralih memijat pundakku yang memang sudah tegang karna duduk terlalu lama.


“Jangan memaksakan dirimu yourhighness. Bahkan robot pun membutuhkan istirahat”.


“Aku tau tapi kertas-kertas ini menuntutku untuk segera diselesaikan”.


“Tetap saja jangan paksa jika tak sanggup. Anda bisa sakit”.


“Iya iya cerewet”. Gumamku mempoutkan bibir kesal.


Kembali kufokuskan diri bekerja namun sebelum penaku mengores kertas tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pria berpakaian berjas lengkap. Hanya saja seragamnya menandakan dirinya merupakan seorang Laksamana tertinggi, keningku berkerut bingung menatap pada Sharon meminta penjelasan namun gadis itu merespon dengan menggeleng.


“Kejayaan bagi Aquamarinia, yourhighness perkenalkan nama saya Roberto Vansisco. Maafkan saya karna datang secara tiba-tiba”.


“Tidak apa-apa karna ku yakin anda datang dengan kabar penting bukan? Jika tidak maka saya berniat melempar anda dengan pena ini karna menganggu pekerjaan saya”.


Robert menundukkan badannya. “Maafkan saya yourhighness”.


“Sudah lupakan. Duduk dan bicaralah”. Pria tampan yang sepertinya seusia dengan kak Logan itu mengangguk mendudukan diri di kursi tepat di depan meja ku.


“Maksud kedatangan saya ke sini karna ingin melaporkan bahwa kemarin seseorang menyerang kapal militer kita hingga menewaskan seorang awak, aku sudah menyelidiki pelakunya yang ternyata berasal dari negeri sebelah. Mereka menyerang menggunakan dua kapal militer dan satu kapal selam, salah satu dari mereka bahkan menembak para nelayan kita”.


“Apa kau bilang?!! Berikan padaku seluruh informasi lengkapnya, kita ke pelabuhan sekarang”. Kesalku seraya bangkit berlalu menuju pintu diikuti oleh Robert dan Sharon.


“Sharon pinta seluruh utus sepuluh special knight ke pelabuhan dan beri kabar pada Steven untuk segera pulang”. Ucapku di sela-sela perjalanan menuju lantai 1.

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan his highness Claude”.


“Katakan padanya untuk menyediakan pasukan cadangan”.


“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Ucapnya berlalu pergi.


Setibanya di bawah aku langsung menaiki mobil menuju bandara, sepanjang perjalanan telingaku mendengar secara teliti informasi dan strategi dari Laksamana Robert. Sedikit rumit dan menantang, aku harus memikirkan cara supaya semua berakhir tanpa ada korban berjatuhan karna laut Aquamarinia terlalu suci untuk digenangi darah manusia.


Tidak boleh ada darah mewarnai birunya laut tidak boleh. Bagaimanapun caranya aku harus melindungi laut dan juga rakyatku, juga tidak melukai musuh sekalipun. Jika bisa di selesaikan secara baik-baik maka peperangan bukanlah jalan satu-satunya.


-o0o-


Sesampainya di pelabuhan kami langsung menaiki kapal di kawal oleh special knight tentunya, mereka berpencar di seluruh sisi kapal bahkan setengah lagi berada di kapal lainnya. Kuposisikan diri berdiri di depan pusat kendali menatap ke depan dimana laut biru membentang luas, angin laut juga bertiup kencang menerbang apa saja yang dilewatinya.


“Keadaan laut sedang tidak baik, sepertinnya akan terjadi badai yourhighness”. Seru Robert dari balik kemudi.


“Tetap bertahan, kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya, jangan sampai badai ini menghalangi kita melindungi Aquamarinia”.


“Kejayaan bagi Aquamarinia”.


Semua sudah berada di posisi masing-masing, deburan ombak sesekali mengolengkan kapal berukuran kecil namun mereka berhasil bertahan. Pandanganku kini menatap lurus ke depan mencoba mencari tanda-tanda kapal asing namun cuaca buruk membutakan semuanya, alhasil hanya radarlah yang bisa di andalkan.


“Yourhighness aku udah menghubungi his highness Claude dan tuan Steven, mereka akan sampai secepatnya”.


“Kerja bagus Sharon. Tetaplah di sini dan jangan kenana-mana, karna kau bisa terluka”.


“Baik yourhighness”.


“Robert pinta bawahanmu mengosongkan laut dari para nelayan dan juga pelabuhan harus steril”. Ucapku pada pria yang sibuk mengatur strategi.


“Siap laksanakan!!”.

__ADS_1


Kegugupanku melonjak ketika melihat beberapa senjata mulai di pasang, menyiapkan misil dan juga rudal berukuran besar. Sejujurnya bulu kuduk ku meremang membayangkan hal besar yang akan terjadi nantinya, nyawaku menjadi taruhan terbesar saat ini.


Otakku harus berfikir jernih jika tidak mau terjadi kesalahan fatal, salah sedikit maka semua selesai sudah tidak ada jalan untuk kembali. Baiklah semangat Risa kau tidak boleh jatuh dan menyerah, perjuangkan kebahagian rakyatmu dan juga kedamaian laut, maju terus dan jangan menoleh ke belakang, Semua yang terjadi adalah tanggung jawabmu tak boleh lari sebelum selesai.


__ADS_2