
-o0o-
Saat ini Xavier berada di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan akhirnya ia tertidur, aku mendesah pasrah ketika tubuhku mendarat di sofa empuk ruangan tersebut.
Mataku perlahan tertuju pada gadis cantik yang berdiri tepat di sisi ranjang Xavier, matanya menatap tubuh lemah tak berdaya itu dalam diam sampai pada akhirnya Sharon berdehem mengalihkan perhatiannya.
“Nona silahkan memperkenalkan diri pada yourhighness”.
Gadis itu tersentak kemudian melangkah mendekat dengan kepala tertunduk, ekspresi gugup bercampur malu yang terlihat jelas. Cepat ia membungkuk sembari berseru.
“Kejayaan bagi Aquamarinia. Yourhighness perkenalkan nama saya Clarissa Lim, saya seorang cleaning service selama satu tahun. Maafkan saya yourhighness tapi semua ini hanya kesalahpahaman, saat itu saya berniat membersihkan ruangan sebelum syuting dilakukan namun sesaat sebelum saya berniat membuka pintu terdengar suara hentaman yang kuat, saya masuk dan mendapati tuan Xavier pingsan di lantai. Maafkan saya yourhighness”. Jelasnya cepat bahkan aku bisa melihat genangan air di kelopak matanya.
“Sudahlah lupakan saja. Terima kasih telah menjaga kakak saya, sebagai ucapan terima kasih kamu bisa meminta apapun sebagai imbalannya”.
Clarissa menoleh kemudian melambaikan tangannya.
“T, Tidak perlu yourhighness saya tidak mengharapkan apapun. Melihat tuan Xavier baik-baik saja sudah lebih dari cukup”.
Aku tersenyum penuh makna. “Baiklah. Kalau begitu terimalah hadiah kecil dariku ini”. Gumamku seraya menanggalkan satu gelang emas bermotif burung api milikku kemudian mengulurkan padanya.
“Ta, tapi…”.
“Apa aku terlihat menerima kata penolakanmu?”.
“T, tidak yourhighness. Terima kasih banyak”. Ucapnya cepat seraya mengambil alih gelang tersebut.
“Oh ya aku tidak mengizinkanmu menjual atau mengadaikannya, pakai dan jangan dilepaskan. Mengerti?”.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Balasnya patuh kubiarkan ia berlalu setelah berpamitan.
Mataku mengikutinya sebelum hilang di balik pintu, Sharon sepertinya mengerti maksudku ikut tersenyum. Ku rebahkan diri ke sofa memeluk bantal gemas, bahkan gigiku sudah gatal ingin merusak bantal bulu tersebut.
__ADS_1
“Sepertinya ini tanda-tanda jika gadis itu bisa dijadikan kandidat jodoh prince Xavier, yourhighness”.
“Benar kan? Aku juga berfikiran yang sama, dia terlihat polos dan tidak matre melihatnya saja membuatku gemas”.
“Beruntung anda berhasil menahan jika tidak aku belum bisa membayangkan bagaimana rupanya nanti”. Kami berakhir tertawa geli namun berhenti ketika mendengar lenguhan Xavier.
“Kalau begitu kau cari identitasnya dan laporkan padaku besok, bisa kan?”.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”.
“Baguslah. Hahh setidaknya otakku tidak perlu sepusing saat mencarikan jodoh kak Logan”. Kekehku menatap langit-langit penuh harap.
Setelah berbincang lama akhirnya kuputuskan untuk tidur siang sampai ibu tiba, karna mereka baru saja berangkar dari tempat kerja dan membutuhkan waktu hingga dua jam baru sampai di rumah sakit. Tak butuh lama akupun tertidur namun baru lima menit suara seseorang berhasil membuat ratusan kata umpatan bersarang di dadaku, siap menyambur kapan saja.
“Adik ipar.. Adik ipar apa kau baik-baik saja!!”.
Mataku membola ketika melihat seorang wanita masuk dengan suara besar bahkan bisa mentulikan telingaku.
“Cih dia lagi”. Gumamku menyadari sang empu suara, siapa lagi kalau bukan Silvia.
“Xavier kau baik-baik saja? Astaga kenapa bisa begini”.
Pantas saja si lintah darat datang ternyata sedang ambil muka membuatku merinding karna dia tau kapan momen datangnya kak Logan. Apa jangan-jangan dia memata-matai kak Logan? Cih awas ya nenek sihir ini.
“Kau kenapa bisa di sini?”. Tanya kak Logan pada Silvia.
“Ehem Kejayaan bagi Aquamarinia. Saya mendapatkan kabar jika tuan Xavier dirawat di rumah sakit ini, entah mengapa saya langsung berlari ke sini”. Balasnya mengeluarkan sejuta pesona miliknya.
“Benarkah? Kenapa harus repot-repot”.
“Aku tidak keberatan kok, karna tuan Xavier adalah adik anda jadi saya hanya ingin melihat keadaannya. Karna bagi saya adik tuan Logan adalah adik saya juga”. Gumamnya memasang wajah sok manis.
__ADS_1
Sharon menatapku yang juga menatapnya, aku mengangguk menetujui pikiran gadis tersebut karna memang dua manusia ini sama sekali belum menyadari kehadiran kami yang bahkan jaraknya tidak jauh, apa mungkin karna saat ini posisi mereka membelakangi ku makanya mereka sama sekali tidak sadar.
Perlahan tapi pasti bisa kulihat gelagan aneh Silvia yang sedikit demi sedikit bergeser mendekati Logan, sesaat sebelum tangannya hendak menggandeng lengan Logan secepat mungkin aku berseru dengan nada malas.
“Oi kalian menganggu tidurku saja”.
Sontak saja dua manusia itu berbalik terkejut melihat kehadiranku dengan posisi tidur menelungkup di atas sofa. Sharon hanya bisa terkekeh melihat ekspresi mereka, bahkan saat ini Silvia nyaris hendak mengeluarkan bola mata dari sarangnya.
“Kau… Apa yang kau lakukan di sini?”. Hardiknya.
“Hooaammm Memangnya apa urusanmu? Aku mau dimanapun terserah padaku”.
“Kau bagaimana bisa masuk ke sini? Gadis miskin sepertimu seharus di luar”.
“Kau bahkan lebih miskin dariku”.
Silvia menggertakkan giginya geram, niatnya hendak menamparku tertahan karna sadar keberadaa Logan. Secepat mungkin ia menoleh mengeluarkan nada manjanya.
“Tuan Logan lihatlah gadis tidak bertata karma ini, dia bahkan berani masuk ke sini tanpa izin dari pihak kerajaan. Lihatlah bagaimana kurang ajarnya berbicara non formal sembari tiduran seperti itu”.
Kak Logan hanya diam memandangku dengan senyuman gelinya, mata elang itu bergeling nakal seolah-olah berkata –anak-nakal-ini-sungguh-pandai-beracting- dan ini bukan pertama kalinya aku melihatnya, dulu semasa kecil waktu aku berada di taman bunga mawar dia juga memperlihatkan ekspresi seperti itu. Memberikan kesan hangat dan disayangi, siapa saja pasti menginginkan memiliki kakak seperti itu.
“Ah apa jangan-jangan kau berselingkuh?”. Gumamnya membuat kami tersentak.
“Apa maksudmu?”.
“Semua sudah terbukti, kau tidak bisa menolak lagi. Kau di sini karna menjaga tuan Xavier selingkuhanmu bukan? Apa kau gila memacari adik kekasihmu sendiri? Kau benar-benar wanita j***ng”.
“Kau itu bodoh atau apa aku ini bukan gadis nakal sepertimu”.
“Halah jangan banyak omong. Bukti sudah di depan mata, aku sudah membongkar semua niat busukmu dasar yang namanya gadis miskin pasti mau melakukan apa saja demi uang. Ahh jangan-jangan kau sengaja mendekati mereka karna menginginkan harta melimpah kan?”.
__ADS_1
Aku terganga mendengar kalimat aneh yang terlontar dari mulut ulat bulu berbisa ini. dia itu bodoh atau gila? Orang normal pasti akan sadar alasan mengapa aku bisa berada di sini, tapi sepertinya dia lebih bodoh dari yang ku kira. Jika saja dia sadar maka aku dengan senang hati memperkenalkan diri mengungkapkan semuanya tapi karna kebodohannya diatas rata-rata maka mau tidak mau aku harus melanjutkan semua keanehan ini.
“Sayang sekali aku ketahuan. Ya kau memang benar, aku berselingkuh dengan tuan Xavier tanpa sepengetahuan tuan Logan. Jangan salahkan aku karna memanfaatkan kecantikanku memikat semua pria kaya seperti mereka. Jangan tersinggung jika untuk kedua kalinya aku mengalahkan kesempurnaanmu, nona Silvia”. Ucapku tersenyum miring.