
-o0o-
Setelah puas bermain air Risa memutuskan untuk bersantai di dalam kamarnya ditemani oleh Sharon dan Irene yang sedang menonton televisi. Mereka seperti itu akibat paksaan dari Risa yang meminta menemaninya tidur siang.
“Irene apa kau fikir kisah cintaku bisa berakhir happy ending?”.
“Kenapa Your Highness tiba tiba memikirkan itu”.
“Hanya terfikirkan begitu saja. Tiba-tiba aku teringat ‘pria itu’ hahh menyebalkan ”.
“Maksudmu tuan muda Claude”.
“Memangnya siapa lagi”.
“Sejujurnya aku tidak tau akhir dari semua ini hanya saja aku percaya Your Highness akan menemukan kebahagiaan tersebut”.
Risa membuang nafas kasar kemudian membenamkan wajahnya pada bantal, jauh di dalam lubuk hatinya ia merindukan sosok Claude.
Karna faktanya Risa sudah jatuh cinta pada pria itu sejak pandangan pertama, masa dimana Claude menyelamatkannya dari orang jahat yang berniat mencelakainya. Hanya saja semua terasa semakin sulit sejak Risa mengetahui bahwa Claude memiliki gadis lain di sisinya. Menyebabkan pertunangan selama ini adalah benteng yang menghalangi kebahagian mereka.
Tok… tok..tok
Risa mengangkat wajah ketika mendengar suara ketukan, Irene bangkit membukakan pintu menampilkan sosok Steven.
“Maafkan saya menganggu istirahat anda Your Highness, sudah saatnya mengadakan pertemuan dengan kapten kapal”.
__ADS_1
“Baiklah”. Balas Risa malas kemudian bangkit.
Steven dengan sendirinya undur diri membiarkan Irene membantu Risa berdandan.
Kali ini Risa mengenakan pakaian resmi dengan setelan dress selutut putih polos dengan aksen permata biru safir mengalir dari dada kiri turun melingkari pinggang. Rambut emas di ikat kuda dengan tiara kecil di puncak kepalanya, polesan make up natural dan terakhir high heels berukuran sedang.
Risa memandang cermin dalam diam selagi Irene membereskan pekerjaannya. Perlahan ia mengambil nafas lalu melangkah keluar dimana Steven sudah stand by. Memasuki lift yang langsung menuju ruang komando atau bridge.
“Kejayaan bagi Aquamarinia”. Sapa pria tampan yang kira-kira seumuran dengan Steven.
“Senang bertemu dengan anda lagi Kapten Jackson”. Balas Risa membalas uluran tangan pria tersebut, mereka perlahan menoleh ke depan dimana dari ruangan itu memiliki jarak pandang yang baik kesegala arah.
“Apa semuanya terkendali”.
“Senang mendengarnya, kami akan menginap di sini selama semalam apa tidak apa-apa”.
“Jangan berkata seperti itu Your Highness, Bagaimanapun juga suatu kehormatan bagi kami bisa melayani Ratu dari Aquamarinia”.
Risa tersenyum kemudian menoleh ke depan.
“Apa kau sudah menggelilingi seluruh laut di dunia ini kapten?”.
“Hanya beberapa saja, butuh waktu seumur hidup bagiku untuk bisa menguasainya”.
Risa terkekeh menatap pria bertubuh kekar dengan tinggi kira-kira 187 cm tersebut.
__ADS_1
“Apa kau melihat putri duyung?”.
“Eh? Putri duyung?”.
Risa mengangguk kembali menoleh ke depan.
“Waktu kecil aku pernah fhobia dengan laut namun ibu berkata jika putri duyung hidup jauh di dalam laut. Mereka memiliki paras yang cantik dan baik hati, selalu membantu para nelayan menangkap ikan dan menolong siapa saja yang tenggelam. Sejak saat itu aku percaya begitu saja”.
“Senang mendengarnya, aku bisa melihat dari kebahagiaan bersama saudara-saudara anda tadi. Kalian berenang tanpa takut apapun”.
“Aku bersyukur tentang itu semua setidaknya di belakangku masih ada dua pria yang bisa melindungiku kapanpun”.
“Ehem”.
“Maksudku tiga orang termasuk pria ini, dia selalu ada kemanapun aku pergi sedari kecil”. Kekeh Risa ketika mendengar kode keras dari arah belakangnya.
Risa kembali melanjutkan diskusi dengan kapten Jackson, tak memperdulikan Steven yang kini menampilkan senyum lembutnya. Mata elang itu menatap Risa intens, walaupun selama ini ia selalu menatap punggung gadis tersebut namun sebuah keberuntungan baginya bisa selalu berada disisinya.
Pelan Steven meletakkan tangannya ke dada kirinya merasakan debaran yang lumayan keras, cukup keras membuat dirinya sedikit merasakan sakit. Hak tersebut menyebabkan darahnya ikut berdesir deras ketika sesekali Risa menatap ke arahnya disela-sela percakapan.
Sedetik kemudian ia menggeleng cepat mencoba kembali fokus. Pertahanannya mudah sekali runtuh jika berhubungan dengan Risa, ia selalu kalah dikala Risa memberikan wajah memelasnya sata menginginkan sesuatu.
Menjadi ujian tersendiri bagi Steven dalam menganggapi tingkah kekanakan itu, mencoba memikirkan kembali tugasnya sebagai special knight bukan pengasuh tuan putri manja nan manis.
“Keahlianku tidak ada gunanya jika melawan wajah manis itu”. Kekehnya.
__ADS_1