
-o0o-
Brak!!
Tak kuperdulikan semua orang yang terkejut akibat bantingan pintu dariku, langsung saja aku memasuki ruangan meeting kak Logan yang ternyata sedang ada rapat dengan beberapa dewan.
Kutatap tajam pria yang berada di ujung meja duduk dengan wajah tercengang.
“Ma, Maafkan aku direktur, tapi nona memaksa masuk”. Gagap Lily selaku sekretaris Logan.
“Kita istirahat sejenak”. Gumam kak Logan membuat mereka sontak bangkit.
“Tak akan ku biarkan seorangpun keluar dari sini”. Tegasku menghentikan langkah mereka.
“Risa”.
“Apa maksudmu dengan menikah secepat itu tuan Logan?”. Tanyaku mencoba menetral kan emosi.
“Kita bisa bicarakan ini nanti”.
“Sekarang atau tidak sama sekali”.
Logan membuang nafas pasrah kemudian meminta para dewan direksi kembali duduk.
__ADS_1
“Ibu yang memintaku untuk mempercepat pernikahan mengingat minggu besok aku harus berangkat ke luar negri selama dua tahun”.
“Dan kau menerimanya begitu saja?”.
“Begitulah”.
“Begitulah kau bilang?”. Aku mendengus menatap pria yang kini menampilkan wajah datar.
“Steven”.
“Ya nona muda”. Balas special knight ku yang datang dari balik pintu.
Pria bertubuh besar tersebut memberikan setiap lembaran kertas pada semua orang yang berada di ruangan dan seketika kehebohan terjadi.
“Semua ini tidak akan terjadi jika kau menolak pernikahan itu, semua yang kalian lihat adalah kenyataan. Persayaratan di atas berlaku saat ini. Aku Larrisa de Zaven Aquamarinia mengambil hak veto sebagai seorang Ratu Aquamarinia otomatis mengambil alih keputusan pernikahan semua saudara-saudaraku. Barang siapa yang membantah atau melanggar akan mendapatkan satu sanki yang tidak akan pernah kalian bayangkan sebelumnya”.
“Hal ini berefek tuan putri Larrisa harus mengorbankan kebebasan nya dan mengabdi pada Aquamarini sebagai pemegang saham serta mengambil gelar calon ratu Aquamarinia selanjutnya”. Sambung Steven.
“Kejayaan bagi Aquamarinia, tapi berikan kami alasan mengapa tuan putri sangat menolak pernikahan ini?”. Seru sebuah suara yang ternyata berasal dari Ferdinan ayah dari Esmeralda.
“Aku hanya menghalangi masuknya parasit. Tidak ada yang bisa di percayai di zaman penuh dengan ide muslihat ini”. Gumamku kesal kemudian melangkah keluar tak memperdulikan pandangan aneh semua orang. Keputusanku telah bulat dan tidak ada yang bisa menghentikanku.
-o0o-
__ADS_1
Sebagai balasan dari keputusanku, selama dua tahun penuh aku keluar dari sekolah dan melanjutkan ke kelas teruntuk calon ratu kerajaan.
Hampir setiap hari ku gunakan untuk belajar dan belajar, memahami tata krama sampai mengikuti kelas hukum.
Pernikahan kak Logan dibatalkan sampai mendapatkan keputusan dariku. Papa awalnya marah dengan keputusanku namun sedikit demi sedikit ia mulai mengerti dan menyerahkan semuanya padaku.
Saat ini aku berada di penthouse yang letaknya tidak jauh dari kantor. Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam dan baru ku sadari perutku sudah meminta jatah sedangkan tubuhku memohon untuk untuk segera tidur.
“Tuan putri waktunya makan malam”. Seru Irene dari arah pintu kamar.
Ya, Irene kembali menjadi pengurusku bukan karna permintaan ibu atau ayah. Wanita paruh baya ini memaksa ikut denganku padahal sejak beberapa waktu yang lalu dirinya mulai pension dan tinggal dengan keluarga kecilnya. Menolak? Sudah ku lakukan, tapi tetap saja tidak ia perdulikan. Alhasil disinilah dia, menemaniku setiap berada di rumah.
“Ya ampun jangan bermalas-malasan seperti itu. Aku tau kau lelah tapi tubuhmu perlu tenaga untuk besok”. Sambungnya seraya menarik lenganku membuatku duduk di sisi ranjang.
“Bolehkah kali ini tidur saja Irene?”. Ucapku memelas.
“Tidak boleh, setelah makan lalu minum vitamin. Baru setelah itu tidur, ayo cepat nanti sup nya jadi dingin”.
Mau tidak mau aku bangkit mengganti pakaian lalu berjalan menuju ruang makan. Irene mengambilkan bagianku tak lupa segelas susu coklat. Aku tersenyum ketika mengingat kembali kebiasaan Irene sejak dulu yaitu membawakan susu coklat padahal ribuan kali ku tolak tetap saja tersaji di meja makan.
“Jangan melamun, makan”.
“Iya iya dasar nenek cerewet”.
__ADS_1